huhuhu... jadi terharu.. ceritanya.. passs bnget.... :-) kadang kita sering sekali salah paham... rasanya egois sekali klw smua yg kita inginin harus seideal nya yg kita mau pokonya bagi smua bunda dan calon bunda... mesti lebih peka lg cara memandang stiap maslah... untung suaminya yg ky d cerita Ndanya Ata... coba klau ceritanya laen... bisa2 perceraian terjadi tuh.. cheers.. Mama FaRras.. _____
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Mayadeny Sent: Thursday, May 21, 2009 4:35 AM To: Aybun ☺ Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: Curhat Mbk yunitri mau ikutan sharing ya, moga artikel ini bs jd bahan pertimbangan WUJUD CINTA Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal. Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut."Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan "Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapatmengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?Dan akhirnya dia bertanya,"Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya:Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannyabesok.". Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. ..."Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.".Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali." Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya." ."Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika kamu pulang.". "Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu dirumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. ". "Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.". "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan aku harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami hari ini.". "Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti,saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.". "Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu". "Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku." . "Sayangku, saya tahu, ada orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. ". "Untuk itu,sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku,kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. ".Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya kembali."Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal dirumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."."Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah,bahagiaku bila kau bahagia.".Saya segera berlari dan membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "Bunga". Regards Ndanya Ata Chika Sent from ♏àΨãR€ð̀́Bέrr¥™ ©•u•®•V•ế in∂��...@t ЌξβϋM ₤Й ☃ _____ From: "cutenopi" Date: Tue, 19 May 2009 08:32:14 -0000 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Curhat Mba Ari, turut prihatin yah. Bener kata mba Yusri "Kuncinya sabar". Coba mba Flash Back lagi kira2 apa yang membuat suami mba spt itu?. Kapan dia mulai berubah?. Adakah sesuatu yg pernah mba lakukan yg buat dia seperti itu?. Banyak hal & mba Ari sendiri yg lebih tau. Coba hidupkan masa2 pertama kali mba & suami jatuh cinta, ada moment khusus yg paling berkesan yg bisa mba lakukan lagi dengan suami. Klo mba mau "tau & mengerti" orang lain mba harus masuk dalam "dunianya" yg bergelut dengan komputer setiap hari. Dikit2 mba coba tanya ttg pekerjaan sambil ikut di depan komputernya atau buat dia surprise bahwa mba tau banyak dengan dunia dia. Coba juga pelan2 bangun komunikasi mulai seputar pekerjaan dia. Intinya Mba harus kreatif untuk "berkomuunikasi" lagi dengan suami. Mungkin cara terakhir dengan bantuan orang ke tiga yg bs di percaya.Dan jgn lupa berdoa mohon dgn yg Kuasa supaya pintu hati suami dibukakan untuk bisa melihat keluarga tercintanya yg selama ini membutuhkan perhatiannya. Semoga membantu. Nopi - Uminya Afifah Date: Wed, 13 May 2009 06:40:51 > To: <Ayahbunda-Online@ <mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> > yahoogroups.com> > Cc: <Ayahbunda-Online@ <mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> > yahoogroups.com>; <ari.yuni...@...>; <ari.yuni...@...> > Subject: [Ayahbunda-Online] Curhat > > > Dear all > aku mau curhat sebentar dan minta sarannya,aku baru aja resign dan sekrg > menjalani sbg ibu rumah tangga,aku berenti jujur karena kasian sama anakku yg > sekarg jalan 8 bulan.Dear,aku punya suami yg kurang perhatian..setiap hari > dia kerja..berangkat pagi pulang malam,tapi disaat pulang kerja dia langsung > ke meja komputer dan setelah itu tidur,aku sdh beberp kali komplaint tp > kadang dia nerima kdg nolak alias marah,kalopun libur dia lbh sering main > komput,bahkan berangkat kerjaun bukanya ngobrol tp main komputer,ada rasa > kesepian nih..kasiannya sama anakku,pasahal klo dia main sama > papahnya..matanya berbinar2..sebetulnya sih dia memang tipe kyk gt,tp kdg ada > perasaan sedih aja..dan apakah aku juga harus kerja yah,tp kasian..klo dua2 > nya sibuk.. > Makasih yah... >
