Wow...
Mantap mba mila...
Makasi sharingnya...
Ayo ayo
Sharing lg donk yg dah pengalaman...


dian_bundanya cheryl 
FB : Dian Yunita
YM : dianyunitadrg

Powered by my redcurveBerry®
geniusphone :)

-----Original Message-----
From: Mila Dwi <[email protected]>

Date: Tue, 2 Jun 2009 09:05:23 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] 8 Tahun Perkawinan


Assalamu'alaikum wr. wb.

Lagi ingin curhat nih, berdasarkan teori 'ngawur' pribadi hehe.

Alhamdulillah bulan Mei baru berlalu. Bulan dimana menjadi kenangan indah
bagi kami sekeluarga. Karena pada bulan inilah aq dan suami melangsungkan
pernikahan pada tahun 2001. Jadi artinya, sudah 8 tahun kami berdua
berumah-tangga. Alhamdulillah sudah dikaruniai satu pasang malaikat kecil.

Pastinya, setiap kehidupan berumah tangga ada saja lika-liku nya. Ada marah,
ada rindu, ada ngambek (hehe sering banget nih aq), ada manja dll. Kata
orang itulah bumbu-nya, tapi jangan kebanyakan soalnya nanti jadi aneh
masakannya hihi.

Menurut aq ada 5 tahapan dalam kehidupan pernikahan yang akan kita tempuh.
*
1 tahun pertama*

Masih menuru aq, inilah sebenarnya tahun terberat. Loh ?. Ya karena
disinilah proses adaptasi berlangsung. Memang sih bagi yang melakukan
tahapan 'pacaran' menyatakan bahwa itulah tahap adaptasi. Tapi jangan salah,
adaptasi di tahap pacaran kadangkala hanya sebagai ajang 'jaim'. Artinya ada
saja upaya untuk menyembunyikan kekurangan atau ingin hanya menunjukkan
kelebihan alias tidak terbuka.

Nah ketika menikah, terbongkarlah semua !.

Sounds familiar with this ?. 'Kamu jorok banget sih, pulang kerja kaos kaki
ditaruh sembarangan !'. 'Jangan hanya ngerumpi dong, kamar mandi koq bisa
licin banget gini sih'. 'Ternyata gaji kamu hanya segitu !?'. 'Cukur donk
mas kumisnya, gatel nih'. (loh emang ngapain ya hihi) ... sampai-sampai
nanti muncul pemikiran 'wah ternyata gak seperti yang aq duga selama ini'.
Hehe.

Semua topeng terlepas. Udah jadi suami ini, udah jadi istri ini. Harus mau
dong terima gue apa adanya. :)

Nah, klo gak sabar-sabar amat atau sok bijaklah, maka hal ini akan menjadi
malapetaka. 1 tahun pertama benar-benar menjadi ajang super keterbukaan deh,
super penerimaan dan super adaptasi. Karena kedepannya bisa gawat klo dari
bibit awalnya udah kecium ada yang gak beres.
*
5 tahun pertama*

Setelah berlalunya masa 1 tahun pertama, Insya Allah sebenarnya sudah agak
bisa lebih tenang. Karena uji coba awal sudah berlalu :). Tapi tunggu dulu,
inilah 5 tahun pertama yang akan penuh ujian lebih berat. Kebanyakan, klo
melihat infotaiment juga sih, banyak usia pernikahan yang kandas di dalam
rentang 5 tahun ini. Padahal masih balita ya :). Kenapa sih ?.

Karena disinilah biasanya mulai muncul hal-hal baru. Anak adalah salah
satunya.

Bukan berarti anak adalah sumber masalah, ia tetaplah karunia dari-Nya yang
sangat indah. Inilah bukti cinta kita dengan pasangan. Buah hati, belahan
jantung :). Namun sejak saat ia dalam kandungan, sensitifitas mulai bermain.


Biasanya sama-sama mulai terpecah perhatiannya. Yang tadinya hanya bagi
dirinya seorang, kini ada mahluk lain. Yang istri merasa terabaikan karena
suami mulai lebih lebih sibuk. 5 tahun adalah masa pengembangan karir,
apalagi jika ketauan bakal punya momongan, makin rajinlah ia, lembur-lembur
deh.

Lucunya, sang suami juga merasa terbaikan. Karena istri sedang super
sensitif, super manja dan super malas (aq loh ya, semoga bukan yang lain
hihi). Apalagi jika memang tuh anak udah menatap dunia, makin konsentrasilah
istri terhadap sang anak.

Belum lagi biasanya orang tua dan mertua mulai ingin turut campur. 'Ini cucu
kami !'. Klo gak bisa menjaga keharmonisan, siap-siaplah menjadi pemeran
'Monster In Law' hihihi.

Jadi, waspadalah terhadap rentang 5 tahun pertama ini. Jika lolos, anda
selamat !. Dan siap-siaplah menempuh tahap selanjutnya.
*
10 tahun
*
Sebenarnya aq gak bisa kasih banyak info di rentang ini, wong baru juga
ngejalanin 8 tahun ! :). Tapi mungkin ya, biasanya disinilah ujian kesetiaan
pertama berlangsung. Loh kenapa ?.

You know lah. Setelah punya anak, apakah ada yang merasa berubah? fisik,
girl ... fisik :). Apalagi klo yang emang ditakdirkan kesulitan
mengembalikan bentuk tubuhnya ke kondisi semula. Ini bagi si suami.

Bagi si wanita, mulai melihat juga sisi keuangan. Sebenarnya sudah dimulai
dari tahap 5 tahun, namun pada fase ini kebutuhan rumah tangga benar-benar
sudah mulai menampakkan taringnya (kayak maung hihi). Anak mulai sekolah,
dari sini aja banyak sub kebutuhannya, dari mulai biaya sekolah hingga antar
jemput dll. Lalu mulai butuh pembantu, listrik makin meningkat dll. Apalagi
jika mulai muncul malaikat kecil kedua, bersiaplah :).

Kita harus mempersiapkan diri menghadapinya. Menerima pasangan dengan
mengenang kembali kondisi seperti dulu. The feeling must be keep on the
track :).

*25 tahun (silver)

*Unkown yet. Anybody ?.
*
**50 tahun* *(gold)*

Unkown yet. Anybody ?

Demkianlah teori 'ngawur' aq. Jangan tersinggung ya jika ada kekurangan,
maaf deh :). Yang penting, nikmati terus setiap rentang tahun pernikahan
kita. Tetap menjaga saling pengertian dan saling menerima kekurangan tapi
tetap berupaya berubah jika itu penting bagi keharmonisan dan kebahagiaan
bersama, karena itulah yang sebenarnya kita inginkan agar selalu tercipta.
Amin.

Wassalam.

-Mila Dwi-

www.jilbab-balita.com

Kirim email ke