Ikut share aja....

memang susah buat ngasih tau anak untuk nggak jajan sementara diluar sana
berbagai macam jajanan menggoda...jangankan jajanan di luar, lihat aja acara
tivi, iklan makanan kecil nan ringan -tapi berat dikantong...- buanyak
banget...anak-anak sendiri memang dalam fase selalu pengen tahu, nggak harus
ter-provokasi oleh temen, tivi maupun media yang lain juga ikut andil....

Pengalaman saya, beda banget membesarkan anak disini dan diluar. Untuk saya,
saat masih tinggal di Syd, saya terbantu oleh guru-guru sekolah anak saya
yang menjelaskan mengenai apa yang termasuk junkfood (pizza,fast food,
kentang goreng, donuts dan segala cemilan). Sehingga, kita bisa dengan
gampang menjelaskan bahwa junk food doesn't do any good for you, ditambah
penjelasan sederhana dari guru bahwa makanan berserat (sayur dan buah) lebih
sehat...saya sering menjelaskan ke anak saya, kenapa dia hanya boleh makan
junk food 3 bulan sekali atau lebih (padahal sekolahnya berhadap-hadapan
dengan Mc ****ld , bayangkan aja harum kentang yang menggoda...) karena
kentang goreng -misalnya- hanya carbohidrat, dan kalo makan cuma kentang
goreng maka nggak bisa main lebih lama karena cepat lapar...trus misal makan
kentang dengan pizza, meski ada dagingnya, kan nggak ada sayurnya, cuma
dikit, jadi di perut ngga enak karena susah kebelakang, kalo susah
kebelakang perut ngga enak kan jadi nggak bisa main....ditambah dengan
larangan sekolah untuk masukin bekal junk food kind of things ke lunch box.
Pihak sekolah melarang isi lunch box yang mengandung gula tinggi
-permen,jus,soda- anak di encourage buat minum air putih, harus bawa buah di
dalam lunch box,dll.
Penjelasan-penjelasan itu saya berikan ke anak saya yang pertama, saat dia
mulai umur 2 tahun...dengan bahasa sesederhana mungkin, intinya bukan
nakut-nakutin, tapi sebab akibat...semakin dia besar, semakin dia bisa baca,
semakin mudah buat menjelaskan, sampai dia bisa ke stage baca kandungan
makanan yang kita beli seperti anak mb Yusri -anak saya sekarang 6th-

Bukan berarti semua lancar, semua pasti kan melalui trial dan error juga,
ada masa gagalnya juga -jadi jangan kecil hati kalo gagal memberi pengertian
di suatu hari, harus coba lagi lain hari, yang penting konsisten-
Anak saya pernah tanya gini:
"Ibu bilang Mc****ld nggak bagus, junk food, tapi mereka bikin Ronald Mc
****ld house yang membantu biaya perawatan anak-anak yang masuk rumah
sakit...katanya kalau kita makan disana berarti kita nyumbang,jadi
sebenarnya kalau kita makan disana kita berbuat baik buat anak yang pada
sakit...."
Saya perlu 1 jam lebih untuk menjawab...supaya tidak terjadi
mis-informasi...Saya bilang, kamu masih bisa nyumbang tanpa perlu makan
disana, kalau uang yang buat makan kita belikan mainan, nanti mainan kita
bawa ke Ronald MC ****ld house untuk diberikan ke anak-anak yang sakit, itu
bisa juga... (dan saya harus menepati ucapan saya itu, membiarkan dia beli
mainan dan membawa mainan itu ke Ronald Mc ****ld  house)

Disini, hampir semua teman jajan....jajanan lewat depan rumah, di pinggir
jalan, dimana saja...untungnya karena anak saya sudah terbiasa ngga pernah
jajan disana, dia sama sekali nggak kepengen beli (lucky me...) saat ngumpul
dengan sepupu-sepupunya, dikasih jajanan snack ini itu, tetep diterimaa,
tapi biasanya dikasih ke saya, dia nggak mau makan, katanya terlalu manis...
atau terlalu asin...
Sekali dua kali dia merengek, pengen coba ini itu,  bilang temennya makan
ini itu, saya kasih aja, biar dia tahu sendiri rasanya, hampir pasti dia
bilang nggak mau coba lagi.

Kita sendiri, orangtuanya juga berusaha konsisten untuk nggak jajan, buat
bikin snack sendiri di rumah, jadi smua bisa dikontrol bahannya.

karena bagaimanapun juga kita nggak bisa melarang anak tetangga buat jajan,
nggak bisa melarang tukang jualan kue cubit buat nggak lewat depan rumah
atau depan sekolah -wong tk kue itu juga punya keluarga dan perlu cari makan
juga, nggak bisa melarang buat kasih pewarna ini itu wong yang kasih
regulasi kesehatan mengijinkan pewarna ini itu beredar -

Setuju dengan mb Savittri Sidharta, jangan pakai kata racun karena racun
untuk kita blum tentu racun buat anak orang lain kan -kecuali obat nyamuk
kan bisa beracun kalo kena tangan, hehehe...- juga dengan pengertian: adik
masih kecil, nanti kalau sudah besar, baru boleh makan (kalau anak kita
masih kecil)

kalau anak kita pas denger ada anak lain bilang 'itu kan kue racun' kayak
pengalaman mb Nika, sampai di rumah atau setelah anak td nggak ada, kayaknya
musti diluruskan juga...'tadi denger nggak, adik A bilang kue itu
racun...tau nggak kenapa? sebenarnya kue itu enak, cuman kan dijual di
pinggir jalan gak ada tutupnya, jadi kena debu, jadi bisa bikin sakit
perut...jadi kalau makan musti cari makanan yang bersih..dll...

Maaf ya moms, panjang banget...pasti pada ngantuk...coba yang nulis ini mb
Nika, gak ada yng ngantuk deh..hihihi...

Maaf untuk yg kurang berkenan...





-- 
Ayu HUSODO
http://www.ayuhusodo.blogspot.com/

For gifts and family products from around the globe,
visit http://www.strawberrypatch.biz

Kirim email ke