Malam.... Salam kenal mama Muthia...
Terimakasih sharingnya ya.... Sangat menjawab....&bisa dipertanggung jawabkan 8D Sumbernya jelas... Salam hangat Ibunya Narain&Hariram di Soroako *yang masih sibuk melatih Hariram merangkak beneran* YM : rustadewi. FB: rustadewi -----Original Message----- From: Nofi Ani <[email protected]> Date: Mon, 8 Jun 2009 21:19:51 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] Re:Anak tidak merangkak, ketika besar jadi kurang konsentrasi mom...ikutan yah...masih tersambung kan dengan temanya. udah agak lama, mo nimbrung di tema ini, tapi nyari dulu sumbernya. ini moms...dari buku yang aku baca: - Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa anak2 yang mengalami lompatan perkembangan biasanya akan mengalami kesulitan terutama di bidang akademis. merangkak membantu otak kiri dan otak kanan anak saling berhubungan. hubungan antara otak kanan dan otak kiri harus terjadi agar kerja otak menjadi optimal. - Merangkak membantu anak memiliki rasa keruangan yang baik. ketika di awal anak mulai merangkak, anak sering menabrak kursi, tembok, dsb. hal ini lama-kelamaan akan melatih anak untuk berhati-hati dan mengatur dirinya agar dapat menghindari rintangan yang ada di depannya. anan menjadi awas dan waspada terhadap lingkungan sekitarnya. - Yang dimaksud merangkak adalah ketika tangan kanan ke depan dengkul kiri ikut maju dan ketika tangan kiri ke depan berarti dengkul kanan juga ikut maju. berdasarkan survey lapangan anak merangkak minimal dua pekan dan yang paling sampai 1 atau 1,5 bulan. - Jika anak tidak merangkak dan masih berusia di bawah 4th, masih dapat diajak lomba merangkak, naik dan turun tangga. jika sudah berusia di atas 5th, dapat diikutkan kegiatan outbond, berenang dengan pelatih, main basket, olahraga beladiri. kegiatan apapun yang menghubungkan otak kanan dan kiri, yang penting ada kegiatan silang anggota badan atas dan bawah untuk merangsang kecerdasan lateralnya (kecerdasan membedakan dan mengkoordinasikan gerak tubuh bagian kanan dan kiri secara kombinasi) - Anak yang tidak merangkak biasanya tempo kerjanya lebih lambat karena dengan otak bagian kiri anak mengerti tapi anak tidak dapat langsung mengerjakan sesuai dengan apa yang dipahaminya karena hubungan dengan otak kanannya kurang kuat. anak juga biasanya mengalami kesulitan untuk memahami hal-hal yang bersifat abstrak. anak yang tidak merangkak juga biasanya sering jatuh karena tersandung oleh kakinya sendiri, sering terpeleset juga. - Selain itu, orang tua juga perlu tahu bahwa otak akan bekerja optimal ketika tubuh cukup air dan oksigen. gerakan2 olahraga di pagi hari dapat menambah oksigen dan jangan lupa memberi minum yang cukup agar otak selalu dalam kondisi hidrasi.gerakan tubuh dapat mengurangi ketegangan apalagi disertai dengan senyum dan tawa kecil. sumber: 27 cara menangani emosi anak (kak Dodo dan Kak Imam) Pengalaman aku: Muthia (2,4th), umur 10 bln blm bs merangkak, jika duduk, dan meraih sesuatu dan jatuh tengkurap, dia ga bisa mengangkat badannya dan bangun. aku sendiri sdh sangat cemas saat itu. tetapi, muthia senang sekali dititah. tiap kali inginnya dipegang tangannya lalu dititah. ketika mbak ku tau, beliau langsung bilang "muthia harus dilatih merangkak, karena merangkak itu harus. dia ga mau merangkak/ga bisa merangkak karena sudah dikenalin duluan sama "titah", makanya dia jadi malas merangkak, maunya di titah" sejak saat itu, muthia pun dilatih merangkak, dan ini ga mudah mom, perjuangannya luar biasa. muthia nangis meraung-raung tiap kali dibiarkan duduk sendiri, ingin meraih mainan, atau ingin dititah. tapi oleh kami dibiarkan saja, tapi diberi beberapa mainan disekitar dia duduk untuk merangsang dia merangkak. bener2 ga mudah mom, aku merasakan wkt itu ga tega, tapi mbak ku menguatkan, demi kebaikan muthia. dan akhirnya, muthia merangkak seminggu kemudian, seminggu kemudiannya lagi, muthia bisa jalan. jadi merangkaknya cuma seminggu (mudah2an tidak ada masalah) waduuuh..panjang buanget ya mom...maaf...mudah2an ada manfaatnya thanks Nofi ibunya muthia
