hallo Bunda Kay... Saya Malda. Jarang posting di milis AyahBunda tapi mau coba bantu. Maaf klo kepanjangan yaa.. ^^
Menyapih merupakan rangkaian akhir dari proses menyusui. Sebagaimana memulainya dengan cinta, maka akhirilah moment indah menyusui juga dengan cinta. Oleh karenanya sekarang muncul istilah weaning with love (menyapih dengan cinta). Jangan sampai momen indah selama dua tahun berakhir buruk bagi ibu dan anak. Karena menyapih adalah bagian pendidikan yang akan terekam dalam otak anak dan sedikit banyak akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir anak kita kelak. Saya pribadi belum menyapih anak saya karena masih usia 15 bulan. Tapiiii... Dari begitu banyak sumber yang saya baca (pengalaman ibu2 lain di milis2), banyak kok contoh menyapih yang tanpa sikap 'anarkis' seperti membohongi, mengolesi dengan zat yg pahit2, dsb, berhasil dilakukan. Berikut yang dapat saya simpulkan dari berbagai sumber... Cobalah ajak bicara baik2 anak kita, katakan sejujurnya bahwa sudah waktunnya mereka berhenti nenen. Misalnya dengan bilang bahwa nenen itu untuk adek bayi. Nah, kakak kan sudah besar, bukan adek bayi lagi jadi harus berhenti nenen. Bunda tetap sayang kok sama kakak, ayah juga sayang... Bla..bla..bla.. Yang penting : Jangan berbohong!! Semua kata2 kita akan terekam dalam otak anak. InsyaaAllooh anak2 usia 2 tahun sudah bisa mulai diajak diskusi asalkan diajak bicara dengan baik. Dan yang perlu kita ingat bersama adalah bahwa menyapih tidak dipatok harus dua tahun. Dalam Islam, waktu menyusui adalah 30 bulan dihitung sejak masa kehamilan. Contoh : ibu hamil 9 bulan. Berarti masa menyusui : 30 - 9 = 21 bulan. Berarti ibu hanya perlu menyusui 21 bulan, dan bukan 24 bulan (2thn). Namun begitu, Islam tidak memaksakan kehendak dengan mengharuskan berhenti masa persusuan sesuai perhitungan, jika memang si anak belum mau disapih. Atau mungkin Bunda belum siap menyapih. Atau si ayah belum bersedia jika anaknya disapih. Betapa indahnya jika menyapih dilakukan sesuai tuntunan Islam ini... Ada sebuah pengalaman dari seorang Bunda yang berusaha menyapih anaknya dengan musyawarah (Bunda tersebut terus mengajak diskusi anaknya hingga si anak sendiri yang enggan menyusu lagi) hingga berbulan-bulan lamanya dan baru berhasil di usia anaknya yang ke 2,5 tahun. Padahal si Bunda sudah begitu inginnya menyapih dikarenakan payudaranya sakit setiap menyusui karena beliau sedang hamil anak kedua saat itu. Betapa sebuah perjuangan berat, pasti.. Namun berakhir indah karena disana ibunya menanamkan pola pikir yang baik pada si anak; tidak berbohong, mengajarkan anaknya berpikir dan mengambil keputusan sendiri, dan tentunya semakin menambah kuat bonding antara mereka karena dgn cara weaning with love and discussion tentu tidak ada tangis kemarahan si anak ataupun raut kekesalan sang Bunda karena anaknya tidak kunjung rela disapih. Subhanallooh... Dan yang juga tidak kalah penting adalah peran ayah. Tanyakanlah suami kita apakah beliau rela jika anaknya kita sapih sekarang. Karena biar bagaimanapun, anak kita, kan, anak si ayah juga. Dia punya hak yang sama untuk berpendapat apa yang terbaik untuk anaknya. Jika telah sepakat untuk mulai menyapih, kita bisa minta bantuan beliau jika suatu saat diperlukan. Dengan mengajak anak kita bicara, misalnya. Jadi marilah kita mulai mencetak generasi penerus yang lebih baik. Dimulai dari hal-hal yang seringkali kita anggap kecil namun sebenarnya sangat penting dan berkaitan. Go weaning with love, Bunda... ^^ Tetap semangat, HTH Malda Umminya Yahya (15m3d)
