Halo bunda semua.... 

Anakku sekarang sudah berusia 21 Bulan... dan sampai saat ini masih nenen aku 
kalo malem. Saya & suami tidak mempermasalahkan kapan waktu untuk menyapih 
anak. 
Tapi yang menjadi masalah adalah bahwa akhir - akhir ini saya harus pulang 
larut 
malam diatas jam 11 & belum lagi akhir tahun ada tugas keluar kota dlm waktu 
beberapa lama.
Setiap hari anakku biasa diasuh & di rawat sama mbaknya.. dan tidak ada masalah 
kalo tidur saat siang atau malem hari. Masalah akan timbul bila pada waktu 
malam 
saat anakku ngelindur/mencari susu ... nah pada saat itu tidak didapati aku 
disampingnya... huaaahhh... dia langsung nangis sekencang2nya.... yg bisa 
berlangsung berjam jam.. trus ngajak mbak2nya atau si ayah buat keluar rumah 
(mungkin mau cari aku,. gitu kali ya di pikirannya)... dan dia gak akan tidur 
lagi sampai aku dateng di rumah. Begitu aku sampai di rumah.. dia akan 
senyum2.. 
lalu bilang ... mama minum mama... bobo mama.. abis itu langsung dia tidur 
lagi.. 

Bunda yang pintar2, apa yang harus saya lakukan ya... (kalo pagi - malem pas 
tidur dia gak ada masalah gak ada aku soalnya, cuma ya itu pas dia lagi 
ngelilir/bangun tengah malem itu..). Makasih ya bunda yang pintar2.




________________________________
Von: "[email protected]" <[email protected]>
An: [email protected]
Gesendet: Mittwoch, den 25. August 2010, 12:06:54 Uhr
Betreff: Re: [Ayahbunda-Online] Re: Sapih ASI

  
Hello bunda semua...


Wah bwt mbak malda sy suka bgt postingannya.Mungkin krn sampe skrg saya belum 
menyabih anak sy satria (2y5m)

Karena ya itu dia..sy gak mau pake cara yg instan dan membuat anak tdk nyaman...

buat bunda kay...mudh2an berhasil menyapih anak tp dgn cara yg tetep penuh 
kasih 
sayang 

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________

From: "cherie_moi" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Tue, 24 Aug 2010 04:20:38 -0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Sapih ASI
  

hallo Bunda Kay...

Saya Malda. Jarang posting di milis AyahBunda tapi mau coba bantu. Maaf klo 
kepanjangan yaa.. ^^

Menyapih merupakan rangkaian akhir dari proses menyusui. Sebagaimana memulainya 
dengan cinta, maka akhirilah moment indah menyusui juga dengan cinta. Oleh 
karenanya sekarang muncul istilah weaning with love (menyapih dengan cinta). 
Jangan sampai momen indah selama dua tahun berakhir buruk bagi ibu dan anak. 
Karena menyapih adalah bagian pendidikan yang akan terekam dalam otak anak dan 
sedikit banyak akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir anak kita kelak.

Saya pribadi belum menyapih anak saya karena masih usia 15 bulan. Tapiiii... 
Dari begitu banyak sumber yang saya baca (pengalaman ibu2 lain di milis2), 
banyak kok contoh menyapih yang tanpa sikap 'anarkis' seperti membohongi, 
mengolesi dengan zat yg pahit2, dsb, berhasil dilakukan.

Berikut yang dapat saya simpulkan dari berbagai sumber...

Cobalah ajak bicara baik2 anak kita, katakan sejujurnya bahwa sudah waktunnya 
mereka berhenti nenen. Misalnya dengan bilang bahwa nenen itu untuk adek bayi. 
Nah, kakak kan sudah besar, bukan adek bayi lagi jadi harus berhenti nenen. 
Bunda tetap sayang kok sama kakak, ayah juga sayang... Bla..bla..bla.. Yang 
penting : Jangan berbohong!!

Semua kata2 kita akan terekam dalam otak anak. InsyaaAllooh anak2 usia 2 tahun 
sudah bisa mulai diajak diskusi asalkan diajak bicara dengan baik.

Dan yang perlu kita ingat bersama adalah bahwa menyapih tidak dipatok harus dua 
tahun. Dalam Islam, waktu menyusui adalah 30 bulan dihitung sejak masa 
kehamilan. Contoh : ibu hamil 9 bulan. Berarti masa menyusui : 30 - 9 = 21 
bulan. Berarti ibu hanya perlu menyusui 21 bulan, dan bukan 24 bulan (2thn). 
Namun begitu, Islam tidak memaksakan kehendak dengan mengharuskan berhenti masa 
persusuan sesuai perhitungan, jika memang si anak belum mau disapih. Atau 
mungkin Bunda belum siap menyapih. Atau si ayah belum bersedia jika anaknya 
disapih. Betapa indahnya jika menyapih dilakukan sesuai tuntunan Islam ini...

Ada sebuah pengalaman dari seorang Bunda yang berusaha menyapih anaknya dengan 
musyawarah (Bunda tersebut terus mengajak diskusi anaknya hingga si anak 
sendiri 
yang enggan menyusu lagi) hingga berbulan-bulan lamanya dan baru berhasil di 
usia anaknya yang ke 2,5 tahun. Padahal si Bunda sudah begitu inginnya menyapih 
dikarenakan payudaranya sakit setiap menyusui karena beliau sedang hamil anak 
kedua saat itu. Betapa sebuah perjuangan berat, pasti.. Namun berakhir indah 
karena disana ibunya menanamkan pola pikir yang baik pada si anak; tidak 
berbohong, mengajarkan anaknya berpikir dan mengambil keputusan sendiri, dan 
tentunya semakin menambah kuat bonding antara mereka karena dgn cara weaning 
with love and discussion tentu tidak ada tangis kemarahan si anak ataupun raut 
kekesalan sang Bunda karena anaknya tidak kunjung rela disapih. Subhanallooh...

Dan yang juga tidak kalah penting adalah peran ayah. Tanyakanlah suami kita 
apakah beliau rela jika anaknya kita sapih sekarang. Karena biar bagaimanapun, 
anak kita, kan, anak si ayah juga. Dia punya hak yang sama untuk berpendapat 
apa 
yang terbaik untuk anaknya. Jika telah sepakat untuk mulai menyapih, kita bisa 
minta bantuan beliau jika suatu saat diperlukan. Dengan mengajak anak kita 
bicara, misalnya.

Jadi marilah kita mulai mencetak generasi penerus yang lebih baik. Dimulai dari 
hal-hal yang seringkali kita anggap kecil namun sebenarnya sangat penting dan 
berkaitan. Go weaning with love, Bunda... ^^

Tetap semangat, HTH

Malda Umminya Yahya (15m3d)




Kirim email ke