Itulah K'tut Tantri bagi sejarah bangsa
ini.
Orang boleh saja bercerita tentang pengalamannya pada masa revolusi,
khususnya revolusi di Indonesia. Namun, bila yang bercerita adalah "orang
luar" dan perempuan pula tentu akan lain ceritanya. Apalagi jika si pemilik
cerita punya banyak hal menarik yang bisa diceritakan serta dituangkan dalam
bentuk novel.
---Achmad Sunjayadi, dalam "Catatan Revolusi Seorang
Perempuan Amerika", resensi Revolusi di Nusa Damai, Kompas
Minggu, 20 Agustus 2006
Revolusi di
Nusa Damai mengisahkan hidup K'tut Tantri, seorang Amerika yang
menjadikan Indonesia tanah air keduanya. Hidupnya di Bali... sampai
keterlibatannya dalam revolusi kemerdekaan Indonesia
1945.
“K’TUT TANTRI:
INDONESIANIS SEJATI”
Diskusi dan Bedah Buku
“Revolusi di Nusa Damai”
Hari/tanggal: Sabtu,
26 Agustus 2006
Pukul:
14.00 - 16.00 (registrasi pk.
13.30)
Tempat:
Galeri atas, Bentara Budaya
Jakarta, Jl. Palmerah Selatan, Jakarta
Pembicara: Rosihan
Anwar (wartawan senior, pelaku sejarah)
Eka Budianta
(pemerhati sastra)
Moderator: Liliek
Suratminto (dosen Universitas Indonesia)
Acara ini gratis dan terbuka untuk
umum.
Untuk keterangan lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Gramedia Pustaka
Utama 021-53677834 ekst. 3249 (Ninin)-3215 (Donna) atau e-mail ke
[EMAIL PROTECTED]com.
Hormat kami,
Gramedia
Pustaka Utama