|
Buku Pilihan :
Perfume, The Story of a Murderer Judul :
Perfume - The Story of a Murderer Penulis :
Patrick Suskind Penerbit :
Dastan Books Tebal Halaman :
428 hal.; 12,5 x 19 cm Jean-Baptiste Grenouille, adalah seorang pria yang kelahirannya tak
pernah diharapkan. Bahkan ibu kandungnya sendiri, mengaku lebih suka membunuh Grenouille tinimbang melihatnya
hidup, seperti empat bayi yang dilahirkannya. Dari bayi hingga dewasa, Grenouille tidak mendapatkan kasih sayang yang layak. Ia
hidup dari satu orang ke orang lainnya. Ketika bayi, ia berkali-kali ganti
ibu susu, karena menyusu dengan jatah dua bayi. Namun, yang membuat para ibu
susu tidak tahan mengasuh Grenouille adalah karena ia
sama sekali tidak berbau, layaknya bau manusia. Hal itu membuat orang enggan
berdekatan lebih jauh dan menyingkirkannya sesegera mungkin. Lebih cepat lebih
baik. Saat balita, Grenouille memiliki ketahanan
jasmani yang tinggi. Ia belajar bicara melalui penciumannya yang luar biasa dan
pada usia enam tahun, ia sudah sangat mampu memahami lingkungan dengan
penciuman. Otaknya menyimpan memori tentang puluhan bahkan ratusan ribu aroma
spesifik dengan sangat jelas. Tak hanya mengingat masing-masingnya secara acak
kapan saja saat mencium bau yang sama, tapi juga mampu membaui saat mengingat
(tanpa harus mencium bau yang sama). Imajinasinya mampu menyusun kombinasi baru
dari masing-masing aroma sampai tercipta aroma yang tak ada di dunia nyata. Dari seorang ahli parfum ternama di
Paris, Giuseppe Baldini, Grenouille mewarisi
seni meramu berbagai minyak dan tumbuhan. Sadar akan kemampuannya itu, Grenouille ingin membuat aroma super, Aroma yang membuat
orang yang menciumnya akan mencintai si pembuatnya, Grenouille.
Mencintainya hingga lupa daratan dan kalau perlu memujanya seperti Tuhan. Lewat keahliannya mencium aroma, Grenouille melakukan pembunuhan pertamanya karena ingin
memiliki aroma tubuh seorang perawan. Bagi Grenouille,
aroma perawan adalah harmoni dari seluruh komponen yang menghasilkan aroma
parfum yang tiada tara, seimbang dan ajaib. Tidak cukup satu, 24 orang perawan
ia bunuh demi memperoleh aroma yang super tersebut. Patrick Suskind lahir pada tahun 1949. Ia memelajari
sejarah i Munich dan menjadi penulis untuk televisi
sebelum menulis Das Parfum (Perfume).
Novel keduanya bertajuk Die Taube
(Burung Merpati), yang kemudian diadaptasi menjadi
naskah panggung dan dipentaskan pertama kali di Gedung Teater BAC di London pada bulan Mei 1993. Novel Suskind lainnya berjudul Die Geschichte von Herrn Sommer (Kisah Tuan Sommer) terbitan 1992, yang juga mendulang sukses
internasional seperti Das Parfum, dan novel Drei Geschichten (Tiga Kisah)
pada tahun 1996. Patrick kini tinggal di Munich.(Idh) http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=53507 Komentar <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Yoseph Priyono - Minggu, 30 Juli
2006 11:57:00 WIB: The perfume
adalah salah satu novel yang sangat mengagumkan, modis dan memikat. Patrick Suskind patut mendapat
dua acungan jempol http://news.indosiar.com/news_comment.htm?id=53507 ================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================
SPONSORED LINKS
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |

