Teman ini ada jurnal tentang perempuan bernama SRINTIL edisi terbaru, 
mungkin ada yang berminat.
salam
ends






--- In [EMAIL PROTECTED], hamim enha <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:

Komodifikasi Seksualitas dan Pewadagan Perempuan
Tebal  Hal      : 156 Hal. 15 x 23 cm
ISSN               : 1412-274X
Harga             : 20.000         
 
  
Meksipun cenderung mendikotomikan antara seksualitas dan kenikmatan, 
seks tak ubahnya seperti jamu yang mencerminkan rasa. Seksualitas 
dapat dipandang sebagai dunia religius, dunia substansial, sekaligus 
sebagai sebuah dunia yang mengagungkan aspek-aspek fisik, wadag. 
Dalam pandangan kejawen, seks adalah representasi dunia batin yang 
terdalam dan transenden. Seks tidak hanya bermakna biologis semata, 
melainkan justru lebih sebagai aktivitas spiritual. Oleh sebab itu, 
ritualisme seks selalu berada di ranah domestik. Sebuah domestifikasi 
yang mengartikan sebuah kesadaran akan nilai-nilai tertentu. Di ruang 
domestik itu sebenarnya manusia memiliki kebebasan ekspresi dan 
imajinasi sebagai seorang makhluk. Tidak hanya kejawen, 
Asikalaibineng (Bugis), Kama Sutra (India), The Art of Love (Romawi) 
dan Suluh Pegawai (Melayu) adalah sederet teks dari tempat lain yang 
merumuskan betapa pentingnya keterpaduan pasangan, keterlibatan 
emosi, dan keseimbangan capaian  kenikmatan dalam
 setiap hubungan seksual.
Tetapi, sebagai yang memuat imajinasi, kenikmatan seksual tidak 
berada di ruang kosong. Ia selalu menghadirkan intervensi bahkan dari 
yang paling profan sekalipun, seperti kepentingan ekonomi dan 
politik. Itulah sebabnya, mengapa ada konstruksi seksualitas yang 
menekankan aspek-aspek fisik dan biologis yang menggiring nalar untuk 
larut dalam imajinasi tentang seksualitas dan hubungan seksual yang 
wadag. Panjang, besar, sempit, wangi, langsing, cantik dan tahan lama 
selalu muncul sebagai ideal tubuh dan seksualitas.
Kenikmatan seksual tidak hanya dimonopoli oleh tubuh laki-laki dan 
perempuan yang berpadu secara religius. Kenikmatan seksual juga 
dicengkeram oleh kekuatan-kekuatan eksternal seperti pasar, agama dan 
negara. Sebagai aktor kuasa, pasar, agama dan negara secara intens 
membangun konstruksi tentang kenikmatan dengan kepentingan dan 
ideologi yang berbeda. Dalam banyak kasus, relasi kuasa empat 
kekuatan tersebut menunjukkan kontradiksi-kontradiksi, tetapi juga 
acapkali memperlihatkan kelindan-kelindan yang saling berpeluk mesra.
Begitu kuat tarikan kekuatan-kekuatan eksternal tersebut, sehingga 
tidak mustahil jika individu pelaku seksual larut dalam genggaman di 
luar dirinya. Masihkah hubungan seksual kembali menjadi milik 
individu, termasuk dalam menentukan ukuran-ukuran kenikmatannya? 
Independensi seksualitas memang tetap penting dan politik kenikmatan 
hanya akan memerosokkan kehormatan seksualitas ke dalam lembah yang 
tak terlihat dasarnya.
 
Dapatkan Tulisan lengkapnya dalam 
Srinthil 10
Komodifikasi Seksualitas dan Pewadagan Perempuan.
Simak juga artikel-artikel lain:
1.  Seksualitas Oreng Madure: Gelas Bergoyang dan Sendok pun Bergetar.
2.  Manuskrip Bugis Assikalaibineng: Menakar Seksualitas Laki-laki 
dan Perempuan
3.  Seks dalam Karya Sastra Jawa Klasik
4.  Konstruksi Seksualitas dalam Wacana Pesantren.
5.  Seksualitas Produk Perempuan.
 
Harga Rp. 20.000,-
 
Dapatkan di toko buku-toko buku terdekat 
 
Atau pesan langsung melalui SMS 0813 1400 1513 Telp. 021-8281053
 
Pemesanan dari wilayah DKI Jakarta bebas biaya kirim.
 
Pemesanan via Online kunjungi: www.syirah.com halaman Jejaring.
 
Pemesanan  3 eksemplar lebih masing-masing Diskon 10%.


 
______________________________________________________________________
______________
Finding fabulous fares is fun.  
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight 
and hotel bargains.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097

--- End forwarded message ---


Kirim email ke