Mungkinkah sebuah buku bisa menginspirasi pembacanya dan membuat mereka 
menjadi lebih baik dalam menjalani hidup?
   
  Saksikan dialog tentang Laskar Pelangi di acara Kick Andy Metro TV.
  Kamis, 4 Oktober 2007
  Pukul 22.05-23.00
   
  Minggu, 7 Oktober 2007
  Pukul 15.05-16.00
   
   
  berikut petikannya dari www.kickandy.com
   
  Laskar Pelangi
   
  Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong, Sumatera. 
Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris rubuh dan kalau malam 
jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup karena muridnya tidak sampai 
sepuluh sebagai persyaratan minimal.
   
  Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-satunya 
yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah murid baru sembilan. 
Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah pidato penutupan SD tersebut. 
Namun pada saat kritis, seorang ibu mendaftarkan anaknya yang mengalami 
keterbelakangan mental. ''Mohon agar anak saya bisa diterima. Sebab Sekolah 
Luar Biasa hanya ada di Bangka,'' mohon sang ibu. Semua gembira. Harun, nama 
anak itu, menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau 
sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.
   
  Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam novel 
dengan judul 'Laskar Pelangi' oleh Andrea Hirata, salah satu dari sepuluh anak 
itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita bagaimana semangat anak-anak 
kampung miskin itu belajar dalam segala keterbatasan. Mereka bersekolah tanpa 
alas kaki, baju tanpa kancing, atap sekolah yang bocor jika hujan, dan papan 
tulis yang berlubang hingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama.
   
  Kisah yang tadinya bukan untuk diterbitkan itu ternyata mampu menginspirasi 
banyak orang. Seorang ibu di Bandung, misalnya, mengirim surat ke Kick Andy. 
Isinya minta agar kisah tersebut diangkat di Kick Andy karena anaknya yang 
membaca buku Laskar Pelangi kini bertobat dan keluar dari jerat narkoba. 
''Setiap malam saya mendengar suara tangis dari kamar Niko anak saya. Setelah 
saya intip, dia sedang membaca sebuah novel. Setelah itu, Niko berubah. Dia 
jadi semangat untuk ikut rehabilitasi. Kini Niko berhasil berhenti sebagai 
pecandu narkoba setelah membaca buku Laskar Pelangi,'' ungkap Windarti Kosasih, 
sang ibu.
   
  Sementara Sisca yang hadir di Kick Andy mengaku setelah membaca novel itu, 
terdorong untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang selama ini rusak. 
Begitu juga Febi, salah satu pembaca, langsung terinspirasi untuk membantu 
menyumbangkan buku untuk sekolah-sekolah miskin di beberapa tempat. ''Saya 
kagum karena anak-anak yang diceritakan di buku itu penuh semangat walau 
fasilitas di sekolah itu jauh dari memadai,'' ujar Febi yang juga datang ke 
Kick Andy untuk bersaksi.
   
  Andrea sendiri mengaku novel itu awalnya hanya merupakan catatan kenangannya 
terhadap masa kecilnya di Belitong. Dia selalu teringat sahabat-sahabatnya di 
masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh Lintang merupakan murid yang cerdas 
dan penuh semangat walau hidup dalam kemiskinan. Setiap hari Lintang harus 
mengayuh sepeda tua yang saering putus rantainya ke sekolah. Pulang pergi 
sejauh 80 km. Bahkan harus melewati sungai yang banyak buayanya.
   
  Sayang, cita-cita Lintang untuk bisa sekolah ke luar negeri, seperti yang 
sering didorong oleh guru mereka, terpaksa kandas. Lintang bahkan tak tamat SMP 
karena orangtuanya yang nelayan tidak mampu membiayai. ''Lintang adalah sosok 
yang menginspirasi saya. Karena itu, saya bertekad meneruskan cita-cita 
Lintang,'' ujar Andrea, yang sekian puluh tahun kemudian berhasil mendapat 
beasiswa sekolah ke Sorbonne, Prancis.
   
  Tim Kick Andy yang mendatangi kampung tempat SD itu berdiri, di Belitong, 
berhasil 'menemukan' beberapa dari tokoh anak-anak di dalam novel tersebut. 
Mereka kini sudah dewasa. Namun kenangan tentang masa kecil itu sangat kuat 
membekas. Terutama pada ibu guru Muslimah yang sangat mereka cintai. ''Buku 
Laskar Pelangi memang saya persembahkan untuk Ibu Mus yang sangat tabah dan 
pantang menyerah dalam mendidik kami,'' ujar Andrea.
   
  Maka sungguh menarik menyaksikan bagaimana Kick Andy mempertemukan Andrea 
dengan Ibu Guru Muslimah di studio Metro TV. Apalagi ketika Bu Mus membawa 
barang-barang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi Andrea dan teman-teman 
kecilnya dulu di kampung. Kenangan yang diceritakan kembali oleh Andrea dengan 
jenaka. Juga termasuk darimana Andrea mengambil nama yang dipakainya hingga 
sekarang ini.
   
  Sungguh sebuah novel -- yang diangkat dari kisah nyata -- yang sangat 
menggugah. Novel yang membuat siapa pun yang membaca akan merasa bersalah dan 
berdosa jika tidak mensyukuri hidup. Itu pula sebabnya sutradara Riri Reza dan 
Produser Mira Lesmana tertarik untuk mengangkat kisah ini ke layar film.
  

Bentang Pustaka, Jl. Pandega Padma No. 19 Yogyakarta 55284, Telp. 0274-517373, 
Faks. 0274-541441, E-mail: [EMAIL PROTECTED], Blog: 
klub-sastra-bentang.blogspot.com, Groups: [EMAIL PROTECTED] 

  Untuk pemesanan, silakan hubungi: 
Mizan Media Utama (MMU), Telp. 022-7815500, Faks. 022-7802288, E-mail: [EMAIL 
PROTECTED]

       
---------------------------------
 Check out  the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.

Kirim email ke