Ini sedikit review novel POLIGAMBRENG. Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dalam memperlakukan isteri. (HR. At-Tirmidzi)
Pilih mana: suamimu kawin lagi atau selingkuh? Atau, lebih baik mana: suamimu kawin berseri atau tak berseri? Ada pula, lebih senang mana: suamimu bergaul dengan orang yang jelas atau dengan orang yang tak jelas? Tidak jarang ada yang mendasarkan ke agama, lebih mulia mana: menerima perintah Allah dengan ikhlas demi surga atau melawan ayat-ayat-Nya yang berarti durhaka dan neraka? Para penolak poligami tentu akan menyerang balik pertanyaan-pertanyaan itu, karena dianggap memosisikan kaum hawa sebagai sub-ordinat atau pelengkap penderita yang lemah dan serba pahit penuh ketidakadilan. Berbagai logika dan argumentasi pun bertaburan. Tak berkesudahan. Pro dan kontra! Dari logika dan argumentasi yang rasional, emosional, sampai yang faktual. Hompimpa alaihom gambreng. Persis main dadu. Penuh spekulasi. Lebih sering kalah. Kalau ada yang menang pasti cuma satu orang, berarti lebih banyak yang kalah atau menjadi korban. Di sinilah novel POLIGAMBRENG: Sebuah Ketoprak Rumah Tangga (Republika: Oktober 2007) ini mengalir. Tanpa menggurui, Ali Sobirin El-Muannatsy dan Sophal Jamil El-Muama mengangkat tema poligami ke sebuah panggung ketoprak kehidupan dengan dialog-dialog yang khas, lucu, menarik, dan amat ndeso. Dijamin nesu dan ngikik! Salam, Ali Sobirin El Muannatsy www.friendster.com/alisobirin __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

