Telah Terbit!
Buku kontroversial KUDETA MEKKAH karya Yaroslav Trofimov. Buku belum beredar di
toko buku dan baru bisa didapatkan di www.khatulistiwa.net -- toko buku online
ala Amazon yang berbasis di Jakarta, dengan harga lebih murah ketimbang di toko
(disk 10% dan bebeas ongkos kirim untuk Jakarta).
Khatulistiwa Online
www.khatulistiwa.net
Sinopsis:
Pada 20 November 1979, sebuah peristiwa besar terjadi di Kota Suci Mekkah.
Sekelompok orang bersenjata pimpinan Juhaiman al-Utaibi, seorang Islamis
radikal, menguasai Masjid al-Haram. Mereka memprotes kebobrokan Pemerintah Arab
Saudi dan aliansinya dengan Barat. Gejolak politik di tanah suci meledak. Lalu,
baku tembak antara pengikut Juhaiman dengan tentara Arab Saudi pun tak
terelakkan.
Mulanya, tentara Saudi dibuat keteteran oleh perlawanan Juhaiman dan
pengikutnya. Tetapi akhirnya, dengan bantuan beberapa pimpinan militer Prancis,
tentara Saudi berhasil melumpuhkan "pemberontakan" kelompok Islam radikal
tersebut. Sebagai hukumannya, Juhaiman dan pengikutnya yang tertangkap
hidup-hidup kemudian dipenggal kepalanya--eksekusi penggal kepala ini
dilaksanakan di beberapa kota di Saudi sebagai peringatan bagi siapa pun yang
berusaha makar terhadap pemerintah. Merujuk fatwa para ulama berpengaruh,
Pemerintah Saudi mendakwa mereka melakukan tindakan sesat: mendeklarasikan
munculnya Imam Mahdi--yang tewas dalam pertempuran itu--sebagai penyelamat
dunia; serta menguasai dan menjadikan Masjid al-Haram, tempat tersuci umat
Muslim, sebagai medan pertempuran dan kekerasan, yang sangat jelas dilarang
oleh agama.
Peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah modern Kota Mekkah. Meski
demikian, kebanyakan orang, terutama kaum Muslim, tak paham apa yang sejatinya
terjadi saat itu. Maklum, ketika peristiwa itu berlangsung, Pemerintah Saudi
melarang keras media massa meliput dan memberitakannya. Tak hanya itu, jaringan
telepon, telegram, dan surat-menyurat pun diputus. Alhasil, tak ada celah bagi
siapa pun untuk dapat mengakses peristiwa itu dari luar tempat kejadian.
Pada tahun 2006, dua puluh tahun kemudian, Yaroslav Trofimov berusaha menyusun
kembali serpihan sejarah atas kejadian itu. Untuk menyibak detail peristiwa
yang tak terkuak khalayak itu, Trofimov memburu sumber-sumber penting dan
tepercaya, antara lain: pelaku ‘gerakan 1979’ yang masih hidup; Paul Barril,
kepala misi pasukan Prancis saat itu; tentara Arab Saudi; Perpustakaan British,
satu-satunya tempat di Eropa yang menyimpan pelbagai surat kabar Saudi tahun
1979; arsip Pemerintah AS dan Inggris yang berisi laporan rahasia dari para
diplomat dan mata-mata; serta CIA dan British Foreign Office.
Para pengamat politik dan sejarawan menganggap kejadian itu sebagai insiden
lokal semata dan karena itu tak bersangkut-paut dengan peristiwa internasional
yang belakangan merebak: terorisme. Tetapi penulis buku ini, Yaroslav Trofimov,
berpendapat sebaliknya. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akar sejarah
gerakan terorisme global, terutama yang dimotori al-Qaeda.
Siapa dan di mana Osama Bin Laden kala itu, sehingga petinggi al-Qaeda ini
dihubung-kaitkan dengan peristiwa tersebut? Padahal ketika peristiwa itu
terjadi, keluarga besar Bin Laden termasuk dalam barisan Pemerintah Kerajaan
Arab Saudi yang mendukung penumpasan gerakan 1979.
Khatulistiwa Online
www.khatulistiwa.net
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!