Okay nanti saya coba cari bantuan ke beberapa temen - temen ya, sabar dan 
tawakal kepada Tuhan.


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Tue, 18 Dec 2007 20:25:06 
-0800Subject: [bacayo] Fw: [RumahKita] d: Janda Anak TIga Butuh Bantuan.






Kawan kawan, bisa bayangkan kalau kita, atau saudara kita yang terkena cobaan 
seperti ini, Yuk kita bantu rame2 untuk meringankan beban mereka.Thanks,Tantra.
----- Forwarded Message ----From: sastrowardoyosumar07 <[EMAIL PROTECTED]>To: 
[EMAIL PROTECTED]: Wednesday, December 19, 2007 10:57:00 AMSubject: [RumahKita] 
d: Janda Anak TIga Butuh Bantuan.

Bangka Pos.Penyakit langka.Janda Anak Tiga Butuh Bantuanedisi: Rabu, 19 
Desember 2007 Rico SAKIT GINJAL DAN TULANG BELAKANG - Nurlina (34), empat tahun 
terakhir menderita ginjal dan pembengkakan tulang belakang terbaring di rumah 
sakit, Selasa (18/12). Janda beranak tiga ini sangat membutuhkan bantuan dari 
masyarakat dan pemerintah. EMPAT tahun sudah Ny Nurlina (34), digerogoti 
penyakit ginjal dan pembengkakan tulang belakang. Kondisi yang ia alami ini 
sangat mengganggunya. Namun janda beranak tiga ini tetap berjuang menghadapi 
pahitnya kenyataan itu, walaupun dengan kekuatan yang tebatas. Maklum ekonomi 
ibu muda ini tergolong memprihatinkan. Belum lagi, tiga anaknya butuh 
perhatian, pendidikan serta pengayoman. Sementara untuk makan sehari-hari saja, 
Nurlina terpaksa banting tulang dengan cara berjualan di toko kelontongan di 
depan rumah kontrakannya. Ketika ditemui Bangka Pos Group di RSUD Depati Hamzah 
Pangkalpiang, Selasa (18/12), Nurlina tampak terbaring lemas dan sesekali 
mengerang kesakitan. Tatapan matanya menerawang langit-langit ruangan melati 
rumah sakit itu. "Begini lah penyakit saya. Kalau sudah kambuh, rasanya ndak 
ketahan lagi. Bertahun-tahun saya tahan penyakit ini, biar ndak nyusahkan 
anak-anak dan saudara. Tapi ini sudah ndak tahan lagi. Beberapa saat lalu pak 
camat sudah bawa saya ke rumah sakit. Tapi sekarang parah (kambuh) lagi," 
katanya. Sebelumnya Nurlina mengaku sudah mencoba pengobatan tradisional. Namun 
penyakit itu sama sekali tak ada perubahan. "Tapi ndak berkurang sama sekali, 
malah makin parah. Kalau ndak dioperasi, maka kata dokter akan fatal. Tapi 
bagaimana mau operasi, keuangan saya juga sudah ndak ada," ratap perempuan yang 
beralamat di belakang GOR Pertiba Pangkalpinang ini seraya berharap ada pihak 
atau donatur yang bisa membantu meringankan bebannya."Saya kasihan sama ketiga 
anak saya. Sekarang pun mereka saya titipkan sama kakak saya. Saya sedih dengan 
nasib dan masa depan mereka. Setelah suami saya meninggal beberapa tahun lalu, 
saya semakin terpukul. Namun hanya anak-anak yang jadi penyemangat hidup saya. 
Sekarang pun saya dibantu sama kakak saya yang perempuan. Dia sabar menunggui 
saya. Yang saya sedihnya lagi, kartu Askeskin saya tidak banyak membantu. Obat 
gratis hanya diberikan jika harganya di bawah Rp. 20.000. Kalau harga obat 
diatas Rp 20.000, kita harus beli sendiri. Saya bingung kenapa bisa begitu. 
Padahal saya sangat membutuhkan obat tersebut," paparnya.Nurhayati (42), kakak 
kandung Nurlina mengakui, adiknya sangat membutuhkan bantuan dari para donatur. 
"Saya cuma berharap ada orang yang bantu kami. Kami bukan orang yang berada. 
Apalagi dengan kondisi adik saya yang seperti ini, hati saya terasa pilu. Kalau 
lihat penyakitnya sedang kumat, rasanya saya mau menangis. Ditambah lagi 
penyakitnya tak hanya ginjal dan pembengkakan tulang belakang, tapi ada maag 
kronis, asam urat, asam lambung dan penyakit lainnya. Dia sendiri dilarang 
dokter untuk bekerja keras. Pantangan pun banyak. Tapi mesti bagaimana lagi," 
kata Nurhayati dengan mata berkaca-kaca.Terkumpul Rp 879.000Penderitaan Nurlina 
ternyata mendapat perhatian dari sejumlah Mahasiswa PERTIBA/STIE IBEK 
Pangkalpinang. Bantuan itu bermula saat Basyuni, dosen di perguruan tinggi itu 
bercerita kepada para mahasiswanya, tentang penyakit Nurlina."Saya sendiri 
pengajar di STIE Pertiba dan STIE IBEK. Kebetulan pas saya mengajar, saya 
bercerita tentang kondisi Nurlina kepada beberapa mahasiswa saya. Dan syukurnya 
mereka (mahasiswa) juga merasa kepedulian mereka dibutuhkan di sini. Jadi kita 
bersama berinisiatif untuk menyumbang ala kadarnya dan terkumpullah Rp 879.000. 
Uang tersebut kita serahkan kepada Nurlina," kata Basyuni.Basyuni berharap ada 
pihak lain yang ikut membantu meringankan Nurlina, khususnya bagi pengusaha dan 
petinggi di negeri ini."Kita berharap setidaknya bantuan itu bisa bermanfaat 
untuk Nurlina dan ketiga anaknya. Kami bersama beberapa rekan, juga sudah 
melayangkan surat permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah 
kota. Harapan kami, para petingi negeri ini peduli dengan kondisi rakyat mereka 
yang sedang sakit," katanya. 

Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
 






_________________________________________________________________
Easily manage multiple email accounts with Windows Live Mail!
http://www.get.live.com/wl/all

Kirim email ke