Kapan lagi bisa melihat Andrea Hirata nangis bombay dan tak mampu berkata-kata 
saat bertemu Bu Muslimah? Bagi anda yang belum sempat menonton acara Kick Andy 
episode Laskar Pelangi, inilah saatnya. Episode Laskar Pelangi akan ditayangkan 
ulang oleh MetroTV pada hari Jumat, 18 Januari 2008 pukul 22.05-23.00 WIB.
   
  Laskar Pelangi adalah sebuah buku yang bercerita tentang perjuangan anak-anak 
di pulau Belitong untuk memperoleh pendidikan. Dikisahkan dengan gaya memukau, 
filmis, mengharukan, dan kocak, Laskar Pelangi mampu menginspirasi banyak orang 
dan memberi semangat hidup pembacanya.
   
   
  Pujian untuk Laskar Pelangi
   
  “Sebuah novel yang sangat menggugah … membuat siapa pun yang membaca akan 
merasa bersalah dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup.”
  —Andy F. Noya, host acara dialog Kick Andy
   
  “Saya larut dalam empati yang dalam sekali. Sekiranya novel ini difilmkan, 
akan dapat membangkitkan ruh bangsa yang sedang mati suri.”
  —Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah
   
  “Ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, yang menjawab inti pertanyaan 
kita tentang hubungan-hubungan antara gagasan sederhana, kendala, dan kualitas 
pendidikan.”
  —Prof. Dr. Sapardi Djoko Darmono, sastrawan dan Guru Besar Fakultas Ilmu 
Budaya UI
   
  “Cerita Laskar Pelangi sangat inspiratif. Andrea menulis sebuah novel yang 
akan mengobarkan semangat mereka yang selalu dirundung kesulitan dalam menempuh 
pendidikan.”
  —Arwin Rasyid, mantan Dirut Telkom dan Dosen FEUI
   
  “Inilah cerita yang sangat mengharukan tentang dunia pendidikan dengan 
tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, 
sabar, tawakal, takwa, [yang] dituturkan secara indah dan cerdas. Pada dasarnya 
kemiskinan tidak berkorelasi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan. Sebagai 
penyakit sosial, kemiskinan harus diperangi dengan metode pendidikan yang tepat 
guna. Dalam hubungan itu hendaknya semua pihak berpartisipasi aktif sehingga 
terbangun sebuah monumen kebajikan di tengah arogansi uang dan kekuasaan 
materi.”
  —Korrie Layun Rampan, sastrawan dan ketua komisi I DPRD Kutai Barat
   
  “Di tengah berbagai berita dan hiburan televisi tentang sekolah yang tak 
cukup memberi inspirasi dan spirit, maka buku ini adalah pilihan yang menarik. 
Buku ini ditulis dalam semangat realis kehidupan sekolah, sebuah dunia tak 
tersentuh, sebuah semangat bersama untuk survive dalam semangat humanis yang 
menyentuh.”
  —Garin Nugroho, sineas
   
  “Andrea Hirata memberi kita syair indah tentang keragaman dan kekayaan tanah 
air, sekaligus memberi sebuah pernyataan keras tentang realita politik, 
ekonomi, dan situasi pendidikan kita. Tokoh-tokoh dalam novel ini membawa saya 
pada kerinduan menjadi orang Indonesia .... A must read!!!”
  —Riri Riza, sutradara
   
  “Sebuah memoar dalam bentuk novel yang sulit dicari tandingannya dalam 
khazanah kontemporer penulis kita.”
  —Akmal Nasery Basral, jurnalis-penulis
   
  “Saya sangat mengagumi Novel Laskar Pelangi karya Mas Andrea Hirata. 
Ceritanya berkisah tentang perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi 
tinggi dalam dunia pendidikan. [Novel ini menunjukkan pada kita] bahwa 
pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekadar 
memberikan instruksi atau komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi 
unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan, apabila 
diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna 
pendidikan yang sesungguhnya.”
  —Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak
   
  “Andrea berhasil menyajikan kenangannya menjadi cerita yang menarik. Apalagi 
dibalut sejumlah metafora dan deskripsi yang kuat, filmis ketika memotret 
lanskap dan budaya ….” 
  —Majalah Tempo 
   
  “Novel tentang dunia anak-anak yang mencuri perhatian. Berhasil memotret 
fakta pendidikan dan ironi dunia korporasi di tengah komunitas kaum 
terpinggirkan.” 
  —Gerard Arijo Guritno, Majalah Gatra
   
  “Secuil potret pendidikan di negara kita yang memprihatinkan.” 
  —Majalah Femina
   
  “Seru! Novel ini tidak mengajak pembaca menangisi kemiskinan, sebaliknya 
mengajak kita memandang kemiskinan dengan cara lain.” 
  —Koran Tempo
   
  “Sebuah kisah tentang anak-anak yang luar biasa, yang mampu melahirkan 
semangat serta kreativitas yang mencengangkan.” 
  —Harian Pikiran Rakyat
   
  “Metafora-metafora yang ditulis Andrea demikian kuat karena unik dan 
orisinal.” 
  —Harian Tribun Jabar
   
  “Kehadiran novel realis ini membawa angin segar bagi kesusastraan Indonesia.” 
  —Harian Media Indonesia 
   
  “Kita akan tertawa, menangis, dan merenung bersama buku ini.” 
  —Harian Belitung Pos
   
  “Rasa humor yang halus dan luasnya cakrawala pengetahuan Andrea adalah daya 
tarik utama Laskar pelangi.” 
  —Harian Bangka Pos 
   
  “Gaya bahasa yang mengasyikkan, menantang untuk dibaca.”
  —Harian Galamedia
   
  “Sebagai penulis pemula, Andrea menakjubkan karena mampu menampilkan 
deskripsi dengan detail yang kuat.” 
  —Tabloid Indago 
   
  “Ketika membaca Laskar Pelangi, kita seolah menemukan Gabriel Garcia Marquez, 
Nicolai Gogol, atau Alan Lightman … sebuah bacaan yang sangat inspiratif dan 
mampu memberi kekuatan.”
  —www.indosiar.com 
   
  “Buku Laskar Pelangi memberiku semangat baru yang tak ternilai untuk mengajar 
murid-murid meskipun kami selalu dirundung kesusahan demi kesusahan, meskipun 
dunia tak peduli. Buku ini membuatku sangat bangga menjadi seorang guru.”
  —Herni Kusyari, guru SD di daerah terpencil
   
  “Andrea seperti sedang trance, menulis Laskar Pelangi dengan kadar emosi 
demikian kental, bertabur metafora penuh pesona, hanya dalam waktu tiga pekan.” 
  —Rita Achdris, wartawati Majalah Gatra 
   
  “Terlepas dari latar belakang sastranya yang banyak dipertanyakan, terlepas 
dari berbagai spekulasi tentang trance ketika ia menulis, setiap kata dalam 
Laskar Pelangi berasal dari dalam hati Andrea. Moralitas hubungan antar ibu, 
anak, guru, dan murid sangat instingtif dan memikat. Sebagai seorang ibu, aku 
dapat merasakan buku ini memiliki semacam tenaga telepatik.” 
  —Ida Tejawiani, ibu rumah tangga 
   
  “Yang trance bukan Andrea, tapi pembacanya ….” 
  —Fadly Arifin, dikutip dari milis pasarbuku 
   
  “Kekuatan deskripsi Andrea membuatku ingin sekali berjumpa dengan setiap 
anggota Laskar Pelangi. Kekuatan karakter tokoh-tokohnya membuatku ingin 
berbuat sesuatu untuk membantu murid-murid cerdas yang miskin. Laskar Pelangi 
adalah sebuah buku yang sangat menggerakkan hati untuk berbuat lebih banyak.” 
  —Febi Liana, karyawati di Jakarta, pencinta buku
   
  “Sebuah novel yang memikat dan menyentuh secara emosional bagi siapa pun yang 
membacanya.”
  —Tabloid Wanita Indonesia


Bentang Pustaka, Jl. Pandega Padma No. 19 Yogyakarta 55284, Telp. 0274-517373, 
Faks. 0274-541441, E-mail: [EMAIL PROTECTED], Blog: 
klub-sastra-bentang.blogspot.com, Groups: [EMAIL PROTECTED], Web: www.mizan.com
Distribusi dan pemesanan: 
Mizan Media Utama (MMU), Telp. 022-7815500, Faks. 022-7802288, E-mail: [EMAIL 
PROTECTED]


       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke