11 
Februari 2005 
 Penemu Benua Amerika Seorang  Muslim? 
 yus/berbagai sumber 
  
 Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika,  
Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang  
diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu  
dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin 
 Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.
 Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran  
terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya  
dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah,  
dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti  
Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus. 
 Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu  
sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran 
 masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua  
Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan  
sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai 
 ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi  
milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi  
sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu. 
 ''Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama  
benua Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun.  
Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan 
dari  teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night. 
 Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies  
mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno 
bersumber  pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga 
mencapai benua  Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya 
armada kapal  Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan 
sampai ke Amerika  Selatan. 
 Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat  
terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung  
selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan 
software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He. 
 "Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia  
yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies yang juga 
 ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari  
sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat  
catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.
 Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta  
orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat  
sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena  
ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda  
selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi  
posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421. 
 "Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan  
penanggalan petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, 
 tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa, salah satu  
dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head,  Srilanka, 
mengarah ke barat." 
 Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa  
di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan  
Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari  
situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya 
kita  bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 
tahun." 
 Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian  
Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno  
berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa 
estimasi  waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal. 
 Sang penjelajah ulung
 Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah 
ulung.  Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya 
Propinsi Yunan,  pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian 
dari warga minoritas  Semur. Mereka berasal dari kawasan  Asia Tengah serta 
menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui  pernah mengadakan 
perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He  sendiri tumbuh besar 
dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia  adalah Muslim yang 
taat.
 Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah  
ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan 
tahun  1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih 
berusia  11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang 
nantinya  menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama 
Zheng He  hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling 
termashyur di dunia. 
 
---------------------------------
 Berita ini  dikirim melalui Republika Online  http://www.republika.co.id
 Berita bisa  dilihat di :   
http://www.republika.co.id/Cetak_detail.asp?id=187041&kat_id=105
  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Kisah lengkap  tentang penemuan benua Amerika oleh Laksamana Cheng Ho bisa 
dibaca di buku  berjudul:
  
    1421
    SAAT CHINA MENEMUKAN DUNIA
  Karya Gavin Menzies
  
  Pustaka Alvabet
  Cetakan III, Februari 2007
  Tebal 524 halaman
  
   www.alvabet.co.id
 


==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21  7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id


       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke