Penamaan sesuatu adalah sudah lazim dilakukan, terutama memberikan 
nama untuk manusia. Bahkan dulu, Nabi Adam mendapatkan keutamaan dan 
kemuliaan khusus dari Allah karena Nabi Adam bisa menyebutkan nama-
nama tertentu, sedangkan malaikat tidak. 

Bagi umat Rasulullah saw, penamaan bayi tidak sekadar budaya, 
melainkan sunah. Di dalamnya terdapat etika dan ketentuan yang mesti 
diperhatikan. Dalam satu hadits disebutkan, seseorang datang kepada 
Nabi saw dan bertanya, "Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?" Nabi saw 
menjawab, "Memberinya nama yang baik, memperbaiki adabnya (sopan 
santun) dan menempatkannya pada kedudukan (posisi) yang baik (fisik 
dan spiritual)" (HR Aththusi).

Selengkapnya: 
http://www.kawanpustaka.com/kabar_kawan/memilih__merangkai_nama_bayi_n
an_indah_dan_islami.html 


Kirim email ke