Rahasia Kelima dari Kunci Sukses Bisnis Khadijah


Adakah korelasi antara derma dengan kesuksesan sebuah usaha bisnis? Apakah 
sikap dermawan seorang pelaku usaha memberi pengaruh terhadap keberhasilan 
usaha bisnisnya? Apakah kegemaran Khadijah berderma dan membantu mereka yang 
bernasib kurang beruntung merupakan salah satu kunci rahasia di balik 
kesuksesan bisnisnya?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, ada baiknya kita memotret 
terlebih dahulu tentang sikap kedermawanan Khadijah.

Terdapat banyak catatan para sejarawan yang menerangkan bahwa Khadijah adalah 
sosok perempuan yang terkenal hartawan dan dermawan. Ia senang mengasuh para 
janda dan anak-anak yatim, menjamu para tamu, melimpahi rumah-rumah sanak 
keluarganya dengan kebajikan serta santunan, dan mengasuh anak-anak—selain 
anak-anak kandungnya—dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Suatu hari, Halimah Sa’diyah, perempuan yang pernah mengasuh Nabi Muhammad pada 
masa kecilnya, datang bertamu ke rumah Khadijah. Khadijah menyambut Halimah 
dengan senang hati dan penuh hormat. Padahal, suaminya, Muhammad, kala itu 
belum pulang ke rumah dari Gua Hira. Selama tinggal di rumah Khadijah, Halimah 
menjadi tamu kehormatan. Saat itu, Halimah bercerita tentang kampungnya yang 
ditimpa oleh kemarau panjang. Tanaman-tanaman rusak dan hewan-hewan ternak 
mati. Mendengar hal itu, Khadijah membekali Halimah dengan hadiah besar berupa 
seekor unta dan empat puluh ekor kambing untuk membantu meringankan beban 
hidupnya di kampung. 

Betapa murah hatimu dan betapa ringan tanganmu untuk berderma kepada orang yang 
membutuhkan uluran tangan orang lain, wahai perempuan terbaik penghuni surga. 
Engkau benar-benar perempuan mulia, terhormat, dan penuh belas kasih, wahai ibu 
orang-orang mukmin.

Bagi Khadijah, kekayaan adalah rahmat Tuhan yang harus disiramkan pula kepada 
sesama, sebagai tali asih dan pertolongan. Kekayaan bukanlah segala-galanya. 
Karenanya, ia lebih suka hidup sederhana, kendati ia dilahirkan dan dibesarkan 
dalam kesenangan dan kemewahan. Ia tidak suka hidup berlebih-lebihan, tidak 
angkuh, dan tidak pula menyombongkan kebangsawanannya. 

Kedermawanan perempuan suci ini pun mendapat kesaksian dari Rasulullah. Ia rela 
mendedikasikan hartanya untuk sang suami tercinta, Muhammad, di kala 
orang-orang menghalangi beliau.
Setelah berumah tangga dengan Rasulullah, Khadijah juga mengasuh dan mendidik 
anak-anak selain anak kandungnya yang kelak menjadi pejuang-pejuang Islam yang 
tangguh. Ia tercatat pernah mengasuh dan mendidik Ali bin Abi Thalib sejak 
kecil di rumahnya. Hal ini terjadi tatkala Rasulullah meminta pamannya, Abu 
Thalib, untuk menyerahkan Ali padanya untuk dididik. Beliau mengetahui bahwa 
pamannya begitu disibukkan untuk mengurusi anak-anaknya. Khadijah menyayangi 
Ali sebagaimana ia menyayangi anak-anak kandungnya sendiri. Kelak anak yang 
diasuhnya ini, Ali, menjadi suami dari putrinya sendiri, Fatimah.
 
Selain Ali, Khadijah juga tercatat pernah mengasuh dan mendidik Zubair bin  
Awwam yang ditinggal mati oleh ayahnya saat ia berumur dua tahun, dan Zaid bin  
Haritsah yang menjadi anak angkat Rasulullah. 

Betapa lembut kasih sayangmu kepada anak-anak, wahai nenek Hasan dan Husein. 
Engkaulah yang mendidik calon menantumu dan ayah dari cucu-cucumu, dengan penuh 
cinta dan kasih sayang. Sungguh mulia hatimu, wahai perempuan terbaik penghuni 
surga dan pendamping Rasulullah yang setia.

Tatkala kaum Quraisy melancarkan aksi boikot terhadap Nabi dan Bani Hasyim, 
Khadijah tetap setia mendampingi beliau. Bahkan, ia korbankan harta bendanya 
untuk menafkahi orang-orang yang terisolasi dalam aksi boikot tersebut. 
Padahal, ia tidak termasuk objek boikot karena ia bukan berasal dari Bani 
Hasyim. 

Karena kedermawanan Khadijah kepada sanak keluarganya, dalam aksi boikot 
tersebut ia mendapat pertolongan dari para tokoh sanak keluarganya. Mereka 
tidak tega menyaksikan perempuan agung ini kelaparan dan tidak mendapat 
pertolongan. Karena  dahulu perempuan agung inilah yang melimpahi rumah-rumah 
mereka dengan kebajikan dan santunan yang tidak pernah diberikan oleh 
konglomerat dan para dermawan dari kaum mereka. Karenanya, salah seorang di 
antara mereka membawakan makanan untuk perempuan suci ini secara 
sembunyi-sembunyi. 

Demikianlah potret kedermawanan perempuan mulia nan agung ini. Yang jadi 
pertanyaan, adakah korelasi antara sikap dermawannya ini dengan keberhasilan 
dan kesuksesan usaha bisnisnya?

Penulis katakan, ada. Terbukti, setelah ia menikah dengan Rasulullah, mereka 
membangun bisnis mereka atas dasar keadilan dan kedermawanan. Karenanya, usaha 
bisnis mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan besar.  Mereka 
tidak pernah menolak membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Mereka 
berderma tanpa pernah takut harta mereka akan habis. Dan, terbukti harta di 
tangan mereka justru selalu bertambah sebanyak harta yang mereka keluarkan atau 
dermakan.

Mengapa bisnis mereka malah berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan 
besar, serta harta mereka selalu bertambah sebanyak yang mereka dermakan?

Jawabannya, karena derma (atau sedekah, infak, zakat) itulah yang akan 
menumbuhkembangkan harta, yang mencegahnya dari kelenyapan, yang 
melestarikannya, dan yang mendatangkan berkah. Rasulullah sendiri pernah 
bersabda, "Tidak akan berkurang harta orang yang berderma." 

Rasulullah juga pernah menggambarkan orang yang kikir dan orang yang dermawan 
itu dengan dua orang yang masing-masing memiliki jubah. Orang yang dermawan 
terus-menerus memberi dan mendermakan hartanya, sehingga jubah yang ia pakai 
terus melebar. Demikian pula dengan baju perangnya yang terbuat dari besi, 
sehingga bekas-bekas telapak kakinya terhapus. Sementara itu, orang yang kikir 
terlalu kuat memegang hartanya. Semakin hari semakin berkuranglah hartanya, 
bahkan menjepitnya hingga jiwanya tersendat....


Dikutif dari buku: 

Judul   : Rahasia Sukses Bisnis Khadijah
Penulis : Khoirul Amru Harahap, Lc, M.H.I.
Penerbit: QultumMedia, 2008
Website : http://www.qultummedia.com
 

------------------------------------

================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke