Aksi Simpatik, Dua Ribu Buku, dan Bengkel Penulisan Akan Mewarnai Hari Buku Nasional 2008
Ikapi Jaya, Jakarta 8 Mei 2008 - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jaya, dengan bekerja sama dengan Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) DKI Jaya, akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan berkaitan dengan Hari Buku Nasional yang jatuh tanggal 17 Mei dengan tema "Aku Bisa Karena Aku Baca". Kegiatan-kegiatan itu berupa aksi simpatik, sumbangan buku untuk taman bacaan masyarakat, dan bengkel penulisan untuk pelajar dan mahasiswa. Aksi simpatik akan berlangsung pada 16 Mei 2008 di Bunderan Hotel Indonesia Jakarta. Aksi ini akan melibatkan sekurangnya 400 orang yang mewakili kalangan penerbit, penulis, editor, pustakawan dan pekerja perbukuan. "Aksi ini ditujukan untuk menggugah kesadaran masyakarat tentang pentingnya minat baca," kata Hikmat Kurnia, Wakil Ketua Panitia Hari Buku Nasional 2008. Dalam aksi ini, para peserta aksi akan membagikan 14.000 stiker dan 2.000 pulpen yang berisikan ajakan untuk meningkatkan minat baca. Hikmat juga menekankan bahwa peningkatan minat baca seharusnya berlangsung di seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Itu sebabnya, lanjut Hikmat, Hari Buku Nasional 2008 juga akan ditandai oleh penyerahan sumbangan buku untuk sejumlah taman bacaan masyarakat binaan Perpumda DKI Jaya yang terletak di daerah kurang mampu. "Untuk kegiatan ini telah tersedia lebih dari 2.000 buku yang berasal dari sumbangan penerbit dan juga dari kalangan masyarakat lain," jelas Hikmat. Kegiatan penyerahan sumbangan buku ini akan dilangsungkan pada 17 Mei 2008. Pada hari yang sama, 17 Mei 2008, akan berlangsung pula kegiatan Bengkel Penulisan Buku. Kegiatan yang akan diselenggarakan di Perpumda DKI Jaya Jl. HR Rasuna Said Jakarta itu ditujukan bagi para pelajar dan mahasiswa tanpa dipungut bayaran. Diharapkan, tak kurang dari 300 peserta akan hadir dalam acara ini. Kegiatan ini akan dipandu oleh penulis muda Raditya Dika yang telah melahirkan sejumlah buku laris dan Windy Aristanty Pemimpin Redaksi GagasMedia. Lewat Bengkel Penulisan Buku tersebut kalangan muda akan mendapatkan pengetahuan tentang menulis dan menerbitkan buku. Hikmat Kurnia mengingatkan, "Kegiatan-kegiatan tersebut hanyalah salah satu langkah pengembangan minat baca masyarakat Indonesia." Kegiatan tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa konsinsensi dan keterlibatan banyak pihak. "Rasanya," lanjut Hikmat, "Kalau semua pihak perbukuan -termasuk pemerintah- menyadari pentingnya minat baca, posisi Indonesia dalam minat baca akan tergerek naik."

