"Dulu sebelum dapat anak saya, dia baiiikkk sekali. Ramah, suka senyum, dan selalu menyapa. Kalau datang, ada saja yang dibawa buat saya. Namun kini, jangankan bawa oleh-oleh, nyapa aja jarang. Omongannya ketus, nylekit."
"Mertua saya itu orangnya dominan. Maunya menguasai. Jadi meski kami sudah menikah sekian lama, semuanya Ibu mertua saya yang mengatur. Sedikit-sedikit salah. Saya jadi kesal." Sudah rahasia umum hubungan menantu wanita dengan ibu mertuanya seringkali tidak harmonis. Terlebih bagi mereka yang tinggal satu atap. Mertua menganggap menantunya tak becus mengurus rumah tangga; sementara menantu, merasa mertuanya terlalu ikut campur urusan keluarganya. Masalah klasik ini semestinya tak perlu terjadi bila keduanya dapat berkomunikasi dengan baik, dan pandai menempatkan diri dengan bijak. Di mata menantu, mertua adalah orang tua suami tercintayang juga wajib dihormati layaknya orang tua sendiri; sementara bagi mertua, menantu adalah kekasih hati sang anakyang wajib disayang layaknya anak sendiri. Selain memotret hubungan menantu-mertua, buku ini menawarkan segudang tips dan trik agar komunikasi kedua belah pihak berjalan harmonis. Bagi Anda yang tak mempunyai masalah hubungan dengan mertua, buku ini akan menambah rasa sayang terhadap mereka. Tak lupa, hubungan dengan saudara iparyang seringkali bermasalahjuga disorot penulis. Jadi, jangan kaget bila selepas membaca buku ini, Anda dinobatkan sebagai menantu teladan di mata keluarga pasangan Anda! Spesifikasi Buku: Judul : HIDUP RUKUN DENGAN IBU MERTUA Penulis : Muhammad Al Qadhi Penerbit: AQWAM, Solo, 2008 Website : http://www.aqwam.com

