FENOMENA JATUH BANGUN

Dear Friends, berikut ini 5 percakapan E-Mail antara
Mas E di Denpasar, Bali, dan saya (L) di Jakarta
tentang FENOMENA JATUH BANGUN. Aslinya diposting
secara bersambung di Milis Spiritual-Indonesia
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
Semoga bermanfaat. (Leo) 


+++

PERCAKAPAN 1

E = Mas E di Denpasar 
L = Leo di Jakarta


E = Dear Leo, jujur aja q tertarik dari cara u jelasin
semua yang berhubungan dengan mata ketiga, sangat
gampang dan universal, salut buat u. By the way,
perkenalkan q: nama: E, belief: Hindu, location:
Denpasar, Bali.

Yang ingin saya tahu, mengenai diri saya, everything
about me in dimensi spiritual ? Some say me like this,
but some say me like that, what do u think??

Dengan tidak bermaksud apa2, terhadap u, karena 
terlalu buta dan tidak tahu, I ask to u!!!. Matur
suksma,-

L = Dear Mas E di Denpasar, menurut saya, anda
sebenarnya mengerti anda itu siapa, tetapi anda ingin
agar orang lain memberikan pendapatnya yang tentu saja
berbeda-beda. Pada pihak lain, anda juga tidak terlalu
perduli tentang pendapat orang lain tentang anda. So,
what's the use of asking me the same kind of question?

Spiritually you are yourself. Anda tahu bahwa banyak
orang2 itu melakukan RITUAL hanya untuk menghilangkan
rasa takut, tapi anda diam saja. Anda tidak
berkomentar, walaupun bisa saja hal itu anda lakukan
setelah ini. Bicara saja.

Kalau selama ini anda TELAH mendengarkan apa yang
orang lain merasa harus ucapkan, setelah ini anda
HARUS bicara. Bicara saja, bilang saja.

Tidak usah takut orang lain tersinggung. Kalau mereka
bisa tersinggung, berarti ada masalah di diri mereka
sendiri. Orang yang tidak bisa tersinggung lagi itu
adalah orang yang tidak memiliki masalah.

Kalau anda bicara dan orang tersinggung, maka artinya
orang itu memang pantas disinggung. Dia itu tahu bahwa
posisinya tidak bisa dipertahankan, makanya dia itu
bertahan dengan segala sikap defensifnya yang baru
tersentuh sedikit saja sudah menyebabkan orangnya itu
tersinggung.

Caranya memang harus bicara juga. Kalau kita tidak
bicara, kita bahkan tidak akan bisa membantu mereka.
To help other people, we have to speak up.

Bicara saja, anda telah memiliki pengertiannya. Just
be yourself, go out of yourself !


+++

PERCAKAPAN 2


E = Hai again, well just wanna thnx banget for u Leo,
for replying to my question. Me, E, Denpasar, Bali.
Hope u remember me... Jujur aja (dengan segenap rasa
terimakasih) q belum puas dengan jawaban u. Just tell
me more about:
 
a] Kondisi mata ketigaku?? Lagi rabun ato buta ato
bagaimana??

L = Answer: Lagi bagaimana.

E = b] My element, n yg paling berpengaruh??

L = Answer: Mostly Fire, itu yang paling berpengaruh.

E = c] Hubunganku (ke luhur/'atas') dengan Tuhan??
Apakah baik2 saja ato perlu diperbaiki lagi??

L = Answer: Baik2 saja.

E = d] "melarapan antuk bakti lan kawisesan anggen
margi, nemuang jati lan widhi" artinya "melalui bakti
dan kemampuan diri q gunakan sebagai jalan untuk
menemukan jati diri dan Tuhan". Jujur n bukan buat
gagah2an; that is my big purpose in my life, what do u
think about that? Is there anything wrong with that?
did I find that?? or will I find that??

L = Answer: Hmmm hmmm hmmm... cute juga yah, in my
opinion the language is cute, pakai Bahasa Jawa juga
yah di Bali which is oke2 aja, beside being very cute,
hmmm hmmm hmmm... You FOUND it already. The Shiva is 
in you, Shiva is your jiwa. Bhakti is whatever you do
with your jiwa. You can't find anything more other
than your JIWA who is Shiva himself or HERSELF (the
shakti) who likes to sit on Shiva's lap.

E = My big thanx to you, Leo.

L = Answer: Hmmm hmmmm hmmm... (sambil tersipu-sipu).


+++

PERCAKAPAN 3


E = Hai Leo, what addups, it's me, E di Denpasar,
Bali. Hmm.. still remember me ? (I hope so).

L = Sure, I remember you, hmmm hmmm hmmm...

E = Ada masalah yg aku hadapi kini, Leo. Kenapa ya kok
sepertinya aku gak bisa full di mata ketiga saat hati
ato perasaan yg mulai dominan berbicara ?

Apa ini cuma perasaanku aja ya, sepertinya pada saat
tsb mata ketiga sedikit terkontaminasi dari pengaruh
perasaan yg terlalu mendominasi, yang mana aku sendiri
sepertinya sudah tahu penyelesaiannya seperti apa
(berdasarkan my mata ketiga), tapi hati dan perasaan
menuntut berbuat lain, seperti berdiam diri saja
disini, nikmati perih dan sukanya masalah yg dihadapi.

L = Hmmm hmmm hmmm... to be honest, aku juga begitu.
Walaupun aku tahu harus berbuat sesuatu, tapi
terkadang aku diam saja. Diam saja, biarkan saja
segalanya berjalan apa adanya sampai kita merasa harus
bilang ya atau tidak.

Kita bisa tahu sesuatu berdasarkan INTUISI yang
datangnya dari Mata Ketiga atau Mata Batin, lalu kita
juga bisa merasakan bahwa hati nurani kita mengatakan
bahwa kita harus berbuat sesuatu atau mengatakan
sesuatu. Tetapi, pada pihak lain, kepentingan
kenyamanan diri kita itu menuntut agar kita diam saja.
So, akhirnya apa yang sebaiknya kita lakukan ?

Menurut aku, kalau merasa harus diam saja, ya diamlah.
Biarkan saja segalanya berjalan apa adanya sehingga
mau tidak mau kita akan DIPAKSA oleh keadaan untuk
bilang ya atau tidak.

Nah, kalau sudah TERPAKSA seperti itu kan berarti
sudah tidak ada excuse lagi. Mau atau tidak, that's
the question. Dan kalau sudah terpaksa, biasanya sudah
tidak ada keharusan untuk membuat pilihan lagi sebab
segalanya itu sudah berjalan terus sehingga kita tidak
bisa lagi membuat pilihan.

Pilihannya itu cuma SATU saja, dan itu yang benernya
paling enak because tinggal jalan saja tanpa perlu
menimbang-nimbang lagi.

E = Leo, gimana ya caranya ketika kita berada di
persimpangan itu, antara mata ketiga dan hati, which
way I have to follow ?

L = Ikuti HATI saja because kalau mengikuti "hati" itu
artinya you are yourself. Anda itu cuma berusaha
menjadi diri sendiri saja. Kalo rasanya nggak enak
untuk mengikuti dorongan dari "nurani" yang disini
anda bilang sebagai "mata ketiga", maka tidak usah
diikutin. Kalo enaknya diem aja, ya diem ajalah, hmmm
hmmm hmmm...

E = Padahal di sisi lain aku harus selalu dituntut
untuk memilih mata ketiga sebagai rambu penunjuk 
jalan, tapi sisi lain hati terpaut dengan
peerrrasaaaaaan, yg mana aku ini masih manusia biasa
yg tidak selalu bisa melihat dan terlepas begitu saja
dari suka duka lara pati cinta benci sakit hidup mati.
Yang aku dapatkan dan selalu terbesit di otakku bahwa
ini salah satunya adalah satu proses buat aku, but
well I dont know what process it is ?

L = Ya, memang seperti itu rasanya. I know how you
feel, aku juga begitu. Namanya proses HIDUP. Hidup is
always begitu, rasanya seperti tertarik-tarik.
Tertarik ke kiri dan tertarik ke kanan. Nah, kalau
sedang tertarik-tarik itu sebaiknya gimana ? Menurut
aku, sebaiknya diam saja. Diam saja, tenang2 saja, we
will not go anywhere.

Kalau harus jatuh lewat cara NO ACTION seperti itu, ya
jatuhlah. Tetapi setelah jatuh pastilah bisa bangun
dan berjalan lagi. Nah, yang namanya PROSES memang
seperti itu, ada jatuh bangunnya. Kalau tidak ada
jatuh bangun namanya bukan proses.


+++

PERCAKAPAN 4


E = As u say to me: 

"Kalau harus jatuh lewat cara NO ACTION seperti itu,
ya jatuhlah. Tetapi setelah jatuh pastilah bisa bangun
dan berjalan lagi. Nah, yang namanya PROSES memang
seperti itu, ada jatuh bangunnya. Kalau tidak ada
jatuh bangun namanya bukan proses."

Hihi, hmmm, hehe....

I don't know, if I fall mungkinkah aku dapat bangun
lagi dan menatap dunia dengan lebih cerah? Padahal
sebenarnya ato sepertinya aku mampu menghadapi semua
itu, but in the other side, to be honest I feel
sedikit scared too, Leo,.. saat aku jatuh dan bahkan
mungkin akan harus meneteskan air mata, my heart burns
dan hurts dan hancur berkeping2, dan sebagainya, kaki
rasanya bergetar gentar.

But when I look ahead up to my mata ketiga, I feel it
will be ok, I'll be fine, nothing to be afraid, just
say aku akan tantang dunia to fight me... yeah but I
am still a human being. Yup 2 different sides yg
berlawanan, Leo.

L = Sure, everybody HAS it. Everybody has two
different sides of personality. Tidak ada orang yang
fully confident, dan tidak ada orang juga yang fully
not confident. Rasa percaya diri itu tidak pernah full
100 %. Bahkan yang namanya IMAN itu juga harus liat2
kiri dan kanan sehingga bisa BANTING SETIR setiap
saat. Kalau imannya itu hanya ikut2an, dan yang
diikutin itu ternyata ngawur, kan akhirnya orang yang
ikut2an itu harus banting setir juga. Walaupun tadinya
teriak2 telah menemukan "Agama Allah", akhirnya dengan
diam2 orang itu akan menyingkir as if nothing has
happened. Banyak juga tuh orang seperti itu, yang
tadinya getol banget membela "Agama Allah" akhirnya
sadar sendiri kalo udah dimanipulasi oleh orang2 lain
dengan tujuan2 selfish. Iyalah, segalanya itu kan cuma
cara2 SOCIAL CONTROL saja, agar bagaimana bisa
mempengaruhi dan menggerakkan orang2 lain demi tujuan2
yang disembunyikan yang, biasanya berakhir pada UUD
(ujung-ujungnya duit). Duit untuk siapa ? Untuk yang
membuat strategi menggerakkan massa demi amal dan
pahala, demi "surga", blah blah blah...

It's very klise. Dan semuanya itu masih berjalan di
depan mata kita everyday. Setiap hari kita lihat
orang2 yang jualan kecap2 agama itu yang sedikit2
merasa tersinggung karena dikiranya orang2 lain itu
TIDAK bisa membaca motivasi mereka, dikiranya mereka
bisa menipu orang2 lain, pedahal mereka itu terutama
cuma menipu dirinya sendiri.

E = Kenapa ya harus seperti ini, padahal kalo dipikir2
jika terlalu banyak diberi permasalahan seperti ini
apakah tidak akan membuat kita jadi broken ato bahkan
mungkin frustrasi stress dan efeknya mungkin akan
dapat berpaling keluar jalur dari jiwa spiritual yg
sudah dibangun? ... Huhu wish n hopely I never be like
that.

L = Begini mas, hidup itu isinya PEMBELAJARAN. Kalau
kita tidak pernah merasakan sakit, maka kita tidak
akan tahu yang namanya sehat itu seperti apa. Kalau
kita merasa tidak sreg dan tidak mau bergerak, ya diam
sajalah, kemungkinan cara berdiam itu yang paling
benar considering the circumstances. Orang2 lain
mungkin bilang bahwa kita itu bodoh karena tidak mau
ikut arus, tetapi kalau hati kita tidak mau bergerak,
masa kita harus memaksakan diri ???

Kalau merasa harus berdiam, ya diam sajalah. Lihat
saja segala pawai, karnaval, arak2an itu lewat di
depan mata kita. Cuma sirkus doang kannn ???

E = Yeah sometime we got the same problem too, dont U
too ??!! But may be you lebih tegar than me, :')

L = Not really, my friend. I am NOT lebih tegar
compared with you. I am still fragile, I am still a
human being.


+++

PERCAKAPAN 5


E = Dear Leo, its me again... tadi malam, (10 Mei
2008, dini hari) aku gak bisa memjamkan mata, gak bisa
tidur lo, n inside my body terasa panas sekali, n when
I sleep I got a dream, mimpi sembahyangan di satu
pura, yg mana NB pura tersebut nantinya memang mao aku
kunjungi buat sembahyangan, yaitu di Pura Dalem
Penataran, di Nusa Penida, tanggal 19 mei nanti pas
purnama.

Dan anehnya, saat itu aku terbangun tertidur,
terbangun tertidur lagi, begitu seterusnya, sampai
pada saat waktu tertentu saat mataku terpejam, tubuh
ini rasanya seperti akan mengeluarkan sinar terang,
terang sekali, dan tubuhku sepertinya mau melesat
terbang keluar dari badan melalui ubun2 kepala. Just
looked like sebuah roket yang sudah menyemprotkan gas
api pelontar yang siap melesat meluncur ke angkasa,
namun masih saja tidak dan belum meluncur meluncur,
masih tertahan.

Dan seluruh tubuh ini juga rasanya diselimuti oleh
sesuatu yang halus namun tebal, tebal sekali, sampai2
aku gak bisa bergerak sama sekali, namun sepertinya
aku masih tersadar dan tidak dalam keadaan panik, dan
rasanya aku sempat mencubit sebisanya paha kiriku
namun tidak terasa apa2 sama sekali, Leo.

Begitu seterusnya, dan aku hanya diam saja
memperhatikan apa yang terjadi, namun aku tidak mau
terlalu larut dalam suasana itu, dan aku mohon dan
niatkan pada diriku sendiri agar jiwa ini tidak
terlontar keluar badan. Aku diam dan memperhatikan
saja, begitu seterusnya sampai beberapa lama, well
lumayan cukup lama menurutku... Leo, menurutmu what
happened to me ?? 

Dan dulu a few years ago, aku sering sekali merasakan
hal yang serupa pula seperti ini, dan baru kali ini
lagi terulang kembali. Yup sekali lagi terima kasih,
suksma, Leo.

L = Mas, what you experienced is VERY NORMAL. Itu yang
namanya prolog to OOBE (Out of Body Experience). Nah,
apakah kita benar2 "out of body" atau tidak is another
matter, tapi istilahnya itu memang "out of body".
Rasanya seperti naik pesawat jet, seluruh tubuh itu
tidak bisa digerakkan, lalu werrr werrr werrr...  

Kalau anda mau diam saja TANPA TAKUT, maka sensasi
seperti itu akan berhenti juga, dan pada saat sensasi
itu berhenti, anda akan masuk ke dalam ALAM PIKIRAN
anda sendiri. Ada yang bilang kita "keluar tubuh",
tetapi aku sendiri cenderung untuk bilang bahwa kita
masuk ke dalam Alam Pikiran kita sendiri. 

Nah, karena kita masuk ke dalam alam pikiran kita
sendiri, akhirnya kita akan bisa melihat sesuatu yang
ingin kita lihat. Kalau pikiran kita sehat, maka kita
akan melihat yang sehat. Kalau pikiran kita isinya
jelek2 terus, maka kita akan melihat yang jelek2,
seperti merasa dikejar-kejar oleh makhluk menyeramkan.
Nah, solusinya itu bagaimana ? 

Solusinya is to enjoy aja. Enjoy aja karena anda TIDAK
akan bablas kemana-mana. Anda akan tetap di diri anda
sendiri kecuali memang sudah saatnya bagi anda untuk
exit out of this world. 

So, thanks for sharing your experience with us all.
Pengalaman OOBE itu pengalaman spiritual juga. Karena
anda dulu sering OOBE dan sekarang sudah mulai lagi
mengalami OOBE, maka anda akan tahu bahwa RUH / JIWA
kita itu tidak tergantung pada badan fisik. Badan
fisik kita bisa diam saja, tidur saja, tetapi RUH /
JIWA kita bisa berjalan-jalan dan mengalami segalanya
yang ada di alam pikiran kita.

Pikiran, the Mind, everything is THE MIND. You might
call that we live in the Mind of God, dan pendapat
yang seperti itu juga betul, aummm aummm aummm...


+++

[Leonardo Rimba adalah seorang praktisi Psikologi
Transpersonal. Bersama Audifax, Leo menulis buku
"Psikologi Tarot" (Pinus, Maret 2008). Diskusi dengan
Leo bisa dilakukan di Milis SI; to join just click:
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
Anybody is welcomed to join.]
































Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke