cerita saudara tito menurut saya adalah hal yang patut direnungkan...
semoga bisa menjadi cermin bagi kita semua...
sebagai pribadi
sebagai sebagai istri/suami
sebagai warga masyarakat dalam lingkungan
sebagai pemimpin dalam masyarakat, bangsa dan negara
semoga arus jaman tidak membawa kita menjadi sama sekali tidak punya hati...
karena banyaknya penderitaan dan kerusakan mulai dari lingkup yang paling kecil
yakni rumah tangga, sampai lingkup besar kehidupan bersama di negeri ini
mungkin saja memang benar berasal dari hal yang sepele.....
bahwa kita memandang, anak kita, saudara kita, orang tua kita, tetangga kita,
masyarakat kita...... bukan sebagai sesama manusia
kita memandang lingkungan kita bukan sebagai titipan Tuhan... tapi kita
memandang semuanya sebagai pemberian atau hal yang ada begitu saja sehingga
pantas untuk menikmatinya dengan serakah...
sehingga....
dengan tidak sadar mungkin kita bangga jika kita lebih dari orang lain...
dengan tidak sadar mungkin kita bangga jika kita bisa menindas orang lain
Padahal....
mungkin kita bisa lebih berbahagia jika bisa membahagiakan orang lain
Tito Suhendro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Thu, 22 May 2008 20:07:35 -0700 (PDT)
Topik: [warga] Andai Aku Menyadarinya dari dulu...
Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang
bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap
itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya,
membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari
kesalahannya dan mau minta maaf,dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan
bisa." Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar,
mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja.
Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah
sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu
itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan
berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi.
Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling
tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang
lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main,
kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.
Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat
cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan
kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu
yang sesingkat mungkin.
Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi
menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek,
besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu Dia karena dia
punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.Jadi, waktu pun berlalu,
dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.
Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam
membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya,
atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka.
Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak
pernah menyalahkannya.
Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak
pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan
mengatakannya. " Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun
anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya.
Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu
mereka dengan ayahnya.
Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya
ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak
sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan
dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cintakamu", istrinya telah meninggal
dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui
anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya
tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan
membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua
ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.
Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang
menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya
untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan
dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand,dan negara-negara lain bersama
istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah Jompo
tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster
yang merawatnya.Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang Tidak pernah dia
rasakan sebelumnya.
Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata
kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Kemudian
perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata
dipipinya.
============ ========= ========= =========
Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah berhenti.
Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah
maju terlalu jauh.
Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!
Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk
meneleponnya segera.
Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin
bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu sampai
terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu
dia, hari ini tidak pernah akan datang.
Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi begitu
cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.
Jangan tunda kirim email ini ke sahabat-sahabat anda..... Atau.... masih ada
hari esok.......
---------------------------------
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.