Banyak lembaga perguruan tinggi atau instansi kerja -- di dalam negeri maupun luar negeri -- menuntut profesionalisme bahasa Inggris para calon yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Salah satu perangkat pengukurnya adalah TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Banyak di antara calon tes mengalami kegagalan untuk memperoleh skor yang dipersyaratkan (= passing score) karena mereka belum memahami bahasa Inggris secara komprehensif dan tidak menutup kemungkinan bahwa mereka belum memiliki kiat-kiat yang mendukung untuk membantu perolehan skor yang lebih tinggi. TOEFL biasanya menyajikan tiga bagian tes, yaitu Listening, Structure, dan Reading and Vocabulary. Structure merupakan bagian kedua, yang tak kalah penting dari kedua bagian lainnya, karena skor TOEFL adalah akumulasi dari skor ketiga bagian tes tersebut. Selengkapnya: http://indonesiatera.com/index.php? option=com_content&task=view&id=161&Itemid=1

