Melawak Dapat di Mana-mana

Kegiatan melawak ternyata tidak keramat-keramat amat. Di tengah pasar bisa, di 
dalam bus 

kota (yang gak ada penumpangnya) juga bisa. Di dalam kamar mandi, apalagi. 
Karena melawak 

bukan keramat, maka siapa aja (yang punya malu sampe yang malu-maluin) 
boleh-boleh aja. 

Dengan catatan selama tidak minta bayaran. Tidak maksa orang lain untuk 
menontonnya.

Jadi kalo pelawak atau grup lawak tidak dapat kesempatan melawak di TV, lalu 
bunuh diri; 

sungguh saying itu nyawa dibuang sia-sia. Jelasnya, TV bukan satu-satunya yang 
membuat grup 

lawak atau pelawak bisa eksis.

Pendek kata, semua sah. Mau TV kek, radio kek, Koran kek, majalah kek, buku 
kek, intinya 

adalah upaya untuk berkomunikasi kepada publiknya. Jadi, bila karya lucunya itu 
dimaksudkan 

untuk komunikasi yang lebih luas, maka si krator (pelawak) sudah masuk wilayah 
pengadilan 

publik.

Selengkapnya: http://indonesiatera.com/index.php?

option=com_content&task=view&id=163&Itemid=1

Kirim email ke