Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kepada: Forum Kompas <[EMAIL 
PROTECTED]>,
  ppiindia <[EMAIL PROTECTED]>,
  warta-lingk <[EMAIL PROTECTED]>,
  HMI Kahmi Pro Network <[EMAIL PROTECTED]>,
  netsains sains <[EMAIL PROTECTED]>,
  technomedia <[EMAIL PROTECTED]>,
  jurnalisme <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
  news Trans TV <[EMAIL PROTECTED]>
Dari: Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Fri, 20 Jun 2008 05:44:36 -0700 (PDT)
Topik: [Forum Pembaca KOMPAS] Petani Penghasil Bibit Jagung Murah Malah di Bui!

                             Dari milis sebelah... koq bisa runyam seperti ini 
ya...
 Kita memang tidak boleh jadi bangsa dan rakyat mandiri.
 �
 Mansyur
 �
 *** 
 �
 Barusan saya menonton acara metro realitas di Metro
 TV, topiknya mengenai beberapa petani jagung yang
 masuk bui gara-gara mencoba membuat bibit 
 jagungnya sendiri.
 
 Yang dapat saya simpulkan dalam cerita saya tentang
 �acara tersebut adalah seperti ini :
 
 Ada sekelompok petani jagung di Pare Kediri yang
 �mencoba membuat bibit jagung hibrida sendiri. Bibit
 �jagung tersebut diperoleh dengan menyilangkan 
 beberapa varietas jagung hingga akhirnya diperoleh
 �sebuah bibit jagung yang tidak kalah dengan bibit hasil
 �dari perusahaan-perusaha an swasta penghasil bibit.
 
 Dan yang tak kalah hebat, bibit jagung tersebut di jual
 �kepada para petani lain dengan harga Rp. 15.000,-/kg.
 �Jauh lebih murah daripada bibit yang dijual di pasaran
 �hasil dari perusahaan bibit yang dibandrol dengan harga
 �Rp. 50.000,-/kg. Hasil panennyapun sama bagusnya
 �dengan bibit pabrikan tersebut.
 
 Tapi kenapa kok malah para petani ini dihukum hingga
 �akhirnya mendekam di penjara? 5 bulan lagi?
 
 Keberhasilan para petani ini ternyata mendapat cekalan
 �dari perusahaan bibit jagung terbesar se-asia tenggara
 �yaitu BISI. Bisi menggugat para petani dan dinyatakan
 �telah melakukan pembajakan atas varietas mereka. Dan
 �dengan latar belakang pendidikan yang sangat minim
 �sekelompok petani ini diharuskan untuk berhadapan
 �dengan dunia hukum tentang hak cipta yang sangat-sangat- sangat mereka 
tidak pahami.
 
 Apa yang sedang terjadi di Bumi Pertiwi ini?
 
 Setelah saya menyaksikan tayangan tersebut saya jadi
 �miris akan masa depan negeri ini. Petani sebagai sumber
 �penghasil pangan, kehidupannya sungguh tragis dan
 �sangat mengenaskan. Sama sekali tidak ada
 �keberpihakan pemerintah akan nasib para petani kita.
 
 Dan seandainya ini terus terjadi dan para petani telah
 �kehilangan asa yang menjadikan mereka tidak lagi sudi
 �menjadi petani, mau makan apa anak cucu kita nanti?
 �Sungguh saya menitikkan air mata saat ini.
 
 Bagi rekan-rekan yang mungkin juga menyaksikan 
 acara tersebut mohon kiranya untuk melengkapi apa 
 yang saya tuliskan ini dan mungkin akan menjadi berarti
 �apa yang tertulis disini apabila rekan-rekan mau 
 menyebarkannya ke milis-milis lain.
 
 Semoga Para Petani Tetap Semangat dan Tetap Sudi
 �Memenuhi Kebutuhan Pangan Akan Anak-Anak Negeri Ini.
 
 "Berlombalah dalam kebaikan, bersinergi dalam karya,
 �dan berikan manfaat terbaik untuk seisi alam"
 
 �
 �mata saat ini.
 
 Bagi rekan-rekan yang mungkin juga menyaksikan 
 acara tersebut mohon kiranya untuk melengkapi apa 
 yang saya tuliskan ini dan mungkin akan menjadi berarti
 �apa yang tertulis disini apabila rekan-rekan mau 
 menyebarkannya ke milis-milis lain.
 
 Semoga Para Petani Tetap Semangat dan Tetap Sudi
 �Memenuhi Kebutuhan Pangan Akan Anak-Anak Negeri Ini.
 
 "Berlombalah dalam kebaikan, bersinergi dalam karya,
 �dan berikan manfaat terbaik untuk seisi alam"
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai!  
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

Kirim email ke