FANTASI SEKSUAL & FANTASI RELIJIUS Friends, to be honest, I am fed up with the talks about religion. Rasanya cappe aja. I don't think religion has any use for human beings because, kalo emang bener religion is so good, kenapa kelakuan orangnya itu BEDA JAUH dengan apa yang dikhotbahkan ?
Lalu, solusi yang very TYPICAL Indonesia adalah dengan menyalahkan oknumnya. Oknum ? Oknum apa nih ? Oknum yang dikenal sebagai si Nabi atau si Tuhan ? Mereka itu kan termasuk OKNUM juga. Siapa bilang Tuhan bukan oknum, siapa bilang si nabi bukan oknum ? Nabi2 itu banyak, dan semuanya itu OKNUM. Yang namanya si Isa pernah galang gulung dengan PSK yang bukan muhrimnya. Siti Maryam (Bunda Maria) jelas tidak pakai jilbab. Yang namanya si Daud pernah selingkuh sama bini orang. Yang namanya si Mamat pernah fucking sama wanita usia SEMBILAN taon (ini yang paling sadis bo !). Dan banyak lagi lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semuanya itu oknum. Lalu, kenapa orang2 pada memuja-muji segala oknum2 itu setinggi langit seolah-olah tidak ada yang lebih oke buat dipuja-puji ? The answer is FANTASY, my friends. Manusia itu memiliki kemampuan untuk berfantasi. Dan jadilah segala macam fantasi. Ada fantasi mesum, dan ada pula fantasi jenis relijius. Kalau fantasi mesum akan membayangkan foreplay dengan sesama wanita/sesama pria/lawan jenis yang bukan muhrimnya, sehingga bukankah logis pula kalau kita berkesimpulan bahwa fantasi jenis relijius akan membayangkan hal2 yang tidak semestinya pula ? Contoh: Nabi yang namanya si Isa itu diagungkan sebagai perjaka tingting, pedahal dia udah galang gulung sama seorang PSK yang pasrah diapain aja. Malah ada orang yang fanatik banget dan bilang kalo Isa tidak punya titit. Yee... punyalah. Ada penisnya dan bisa erection juga walaupun, maybe, tidak sampai segila si Mamat yang fucking sama anak wanita usia sembilan taon. Jebol booo !!! To be honest, I tend to believe bahwa semuanya itu FANTASY. Kita berfantasi tentang hal2 yang tidak kita alami sendiri. Kita berfantasi bahwa non muhrim sejenis/berlawanan jenis itu enak kalo diajak esek2, so kita memperoleh kepuasan, walaupun hanya membayangkan saja dan meng esek2 barang sendiri saja. As fantasy in sexual matters, so is fantasy in religious matters. Kita membayangkan si nabi itu BUKAN manusia biasa. Kalaupun kelakuannya itu keterlaluan, kita bisa memaklumi karena kita berargumentasi bahwa si nabi itu bukan manusia biasa. Nabi2 juga membunuh, we KNOW that to be sure. Tapi kita beralasan bahwa mereka itu nabi, dan kita itu BUKAN nabi. Tapi, pernahkah kita mau jujur terhadap diri sendiri bahwa nabi2 itu sebenarnya manusia biasa saja, exactly the same like you and me. Jadi, kalau dia itu keterlaluan dan fucking sama anak bawah umur sehingga the vagina itu JEBOL, mbok ya diumumkan dengan sejelas-jelasnya sehingga mereka yang mengirimkan doa2 agar si nabi itu masuk Surga lebih BERGIAT mendoakannya. Memang harus didoakan, sebab vagina jebol is a very SERIOUS matter, dan Tuhan gak mao tau because jelas itu dorongan syahwat dan bukan ridho dari Tuhan. Lalu, mereka yang tergila-gila sama Yesus dan teriak2 "Yesus, aku cinta kau" mbok ya diperingatkan bahwa Yesus itu doyannya jalan2 sama seorang PSK tanpa menggunakan surat nikah, sehingga selayaknya para PSK diikut-sertakan dalam kegiatan keagamaan yang mengkultuskan Yesus, dan itu TANPA syariat harus mengaku menerima Yesus, sebab para PSK itu sudah jelas2 menerima BANYAK YESUS dalam bentuk penis2 berbagai macam rupa, ukuran, dan rasa yang keluar masuk di mereka punya alat vital, for free or for a fee. (Leo) +++ [Leonardo Rimba adalah seorang praktisi Psikologi Transpersonal. Bersama Audifax, Leo menulis buku "Psikologi Tarot" (Pinus, Maret 2008). Diskusi dengan Leo bisa dilakukan di Milis SI; just click: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Anybody is welcomed to join tanpa membedakan latar belakang Suku, Asal, Ras, Antar-golongan, Usia, Gender, dan Orientasi Seksual.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

