TANPA SYARIAT DAN SYAHADAT Friends, mungkin masih ada yang bingung melihat saya begitu bebas bilang bahwa segala agama2 itu buatan manusia belaka which they are. Memang buatan manusia, dan satu FAKTA itu saja, apabila bisa diterima dengan ikhlas dan pasrah akan bisa membawa kita untuk MULAI menapaki jalan spiritual.
Kita semua berasal dari latar-belakang agama, macam2 agama, dan semuanya terwakili di milis SI <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Dan kita semua diajarkan bahwa agama itu datangnya dari Tuhan, bahwa kita harus mengikuti ajaran agama kalau kita mau masuk Surga dan menghindari Neraka. Tetapi sayangnya, kita TIDAK PERNAH diajarkan bahwa segala ajaran2 itu cuma buatan manusia belaka. Dan bahwa tahap pertama untuk menjadi manusia yang spiritual adalah dengan menyadari bahwa segalanya itu merupakan buatan manusia belaka. Nah, kalau mau dibilang itu sebagai PENCERAHAN juga, itulah pencerahan yang pertama. Lalu, kita akan menemukan bahwa ternyata ada banyak macam cara untuk mempertahankan segala ajaran2 itu. Di Kristen, yang namanya Gereja itu repressif sekali. Ada yang namanya excommunication, pengucilan. Ketika orang mempertanyakan ajaran Gereja, maka diterapkanlah excommunication. Gereja Katolik itu menerapkan excommunication terhadap Martin Luther yang memulai Reformasi sehingga melahirkan gerakan yang sekarang dikenal sebagai Kristen Protestan. Apakah Gereja menerima dengan senang hati segala pembaharuan dari Martin Luther ? Tentu saja tidak. Gereja Katolik Roma bereaksi dengan mengerahkan segala kekuatannya untuk MEMBASMI gerakan pembaharuan itu. Dan pembasmian itu dilakukan ATAS NAMA ALLAH. Nah, dari satu contoh itu saja kita tahu bahwa segala ucapan Atas Nama Allah atau Bismillah itu sebenarnya ucapan buatan saja. Bukan atas nama Allah, sebenarnya, tetapi atas nama si MANUSIA yang mengucapkan itu. Di Islam juga tidak kalah gilanya. Sejak ratusan tahun lalu diumumkan bahwa segala ajaran Islam itu TIDAK BOLEH DIGANGGU GUGAT karena sudah merupakan "Kebenaran" blah blah blah... Tetapi kita semua tahu bahwa itu KATANYA DOANG. Katanya berasal dari Allah, blah blah blah... tetapi sebenarnya merupakan buatan manusia belaka yang mempunyai vested interests. Ada kepentingan tertentu, kepentingan politik dan ekonomi blah blah blah... yang dimiliki oleh orang2 tertentu sehingga manusia2 lain harus dibuat TAKUT untuk mempertanyakan segala ajaran2 itu. Dahulu segala institusi2 agama itu memiliki kekuatan hukum untuk menjebloskan anda dan saya ke penjara kalau berani menentang ajaran mereka. Tetapi itu di jaman jahilliyah (atau abad kegelapan). Di jaman post modern ini, segala ideologi dan ajaran agama itu dipertentangkan dengan terbuka, dibahas dengan terbuka, dan akhirnya terbukalah semuanya. Dan nyatalah bahwa semuanya itu cuma buatan manusia belaka. Tetapi segala KETAKUTAN itu masih ada di diri sebagian dari kita. Takut untuk bilang secara jujur bahwa agama2 itu buatan manusia belaka. Saya bilang: jangan takut. Kalau benar agama2 itu asalnya dari Tuhan, maka Tuhan akan bilang sendiri kepada anda, dan anda tidak perlu datang ke segala ulama2 itu. Tetapi, kalau ternyata agama2 itu memang merupakan buatan manusia belaka, maka pastilah segala ulama2 itu akan berusaha untuk mempertahankannya mati2an dengan bilang bahwa anda TIDAK BISA hidup tanpa agama. Dan bahwa merupakan DOSA kalau mempertanyakan ajaran agama. Tetapi, kenyataannya, kita bisa hidup juga bahkan tanpa agama. Kalau Tuhan itu ada, maka Tuhan akan tetap bisa BERBICARA bahkan tanpa agama, dan berbicaranya LANGSUNG kepada anda, kepada saya, dan kepada siapa saja tanpa harus melalui mulut segala ulama2 itu yang kita tahu hanya memperdulikan kepentingan mereka sendiri saja. Mereka bilang Bismillah, atas nama Allah, tapi sebenarnya atas nama diri mereka sendiri saja... Dan lalu Allah diam saja ketika segala ulama2 itu berkoar-koar. Allah diam saja ketika orang2 FPI itu melakukan tindak kriminal atas nama Allah. Why ? Karena Allah yang mereka bawa2 namanya itu memang cuma KONSEP SAJA. Konsep yang adanya di jidat orang2 itu sendiri, sehingga tentu akan diam saja. Wong Allah yang diteriak-teriakin itu cuma benda mati saja kok. Tetapi, Allah / Tuhan / Higher Spirit / Buddha / Whomever ... yang asli dan adanya di dalam RUH anda, saya, dan siapa saja itu TIDAK AKAN DIAM, tidak akan pernah diam malahan. God itu bicara terus di dalam kesadaran anda, saya, dan siapa saja. Kita cukup diam dan mendengarkan saja, dan merasakan saja. God / Allah / Tuhan / Higher Spirit / Buddha / Whomever ... itu ADA. Dan adanya di dalam Kesadaran / Consciousness di diri kita. Dan karena ada, maka segala syariat / syahadat itu tidak diperlukan. Syariat / Syahadat itu buatan manusia belaka. God, kalau itu God yang asli tetap akan menjadi God, bahkan TANPA syariat dan syahadat. (Leo) +++ [Leonardo Rimba adalah seorang praktisi Psikologi Transpersonal. Bersama Audifax, Leo menulis buku "Psikologi Tarot" (Pinus, Maret 2008). Diskusi dengan Leo bisa dilakukan di Milis SI; just click: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Anybody is welcomed to join tanpa membedakan Suku, Agama, Ras, Golongan, Jenis Kelamin, Usia, dan Orientasi Seksual.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

