Dear Milisers,
Acara Bedah Novel Lanang di PDS HB Jassin, TIM, berlangsung sukses. Berikut 
liputan beritanya di Suara Pembaruan.

Salam,
Zulkifli AH





Suara Pembaruan, Senin, 7-7-2008



http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/07/index.html




Bedah Buku



"Lanang" Mengungkap Problem Seks dan Spiritual





[JAKARTA] Novel berjudul Lanang karya Yonathan Rahardjo terpilih sebagai 
pemenang lomba fiksi yang Dewan Kesenian Jakarta tahun 2006 lalu. Yonathan 
Rahardjo dianggap banyak memiliki kemampuan puitik dan deskriptif, ada memiliki 
perbedaan dengan kecanggihan gaya memadukan bahasa ala Ayu Utami, Nukila Amal 
dan Linda Christanty.




Alur cerita ini menggambarkan problema biotik dicampur dengan hal yang sifatnya 
spiritual. Ada sedikit ketegangan di balik cerita novel tersebut. Bahkan, novel 
Lanang mempunyai banyak kekuatan menarik. Beberapa di antaranya adalah 
menyangkut tema cinta dan seks dari seorang dokter hewan bernama Lanang. Cerita 
ini tidak identik dengan pengkhianatan dan seksual.




Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan Bandung, Prof Dr I Bambang 
Sugiharto menyampaikan hal tersebut, saat tampil sebagai pembicara utama dalam 
"Bedah Buku Novel Lanang" di Gedung Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (PDS 
HBJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), beberapa waktu lalu.




Menurut Bambang Sugiharto, novel tersebut menceritakan seorang lelaki yang 
hidup dengan kemunafikan. Lanang yang dikenal baik di tengah masyarakat 
lingkungan karena tidak pernah ketinggalan beribadah, ternyata seorang tokoh 
bejat. Gemar berselingkuh dan meracik bahan kimia. Lanang kerap meremehkan 
segala sesuatu.




"Unsur itu merupakan salah satu kekuatan di balik cerita novel ini. Kekuatan 
lainnya, ada semacam ketegangan yang sengaja dikembangkan, sehingga menjadikan 
cerita seakan sebuah film. Alur cerita novel ini semakin berkembang, meledak 
dalam sebuah klimaks. Ini sangat menarik dan dapat difilmkan. Apalagi dalam 
novel itu ada makhluk ganjil, seperti, seekor burung babi hutan," ujar Bambang 
Sugiharto.




Makhluk itu ternyata genetika hasil dari penelitian Lanang. Selain itu, banyak 
sapi perah yang mati mendadak di desa tempat Lanang bekerja. Di tengah wabah 
tersebut muncul pula tokoh misterius bernama Rajikun, yang ternyata adalah 
seorang dukun hewan. Kehadiran Rajikun menambah kekisruhan, perbedaan pandangan 
ilmiah dokter hewan dan pandangan dukun yang berbau klenik.




Selain Bambang Sugiharto, ada peneliti sekaligus pemerhati konsep hegemoni, 
penerima Selo Soemardjan Award 2004, Chris Pangihutan Poerba. Dia pernah 
berhasil sebagai juara satu Nasional Geographic Indonesia 2007, ini tampil 
sebagai pembanding novel Lanang itu. Pembicara lainnya dalam acara itu adalah 
peneliti dan pemerhati konsep resistensi, Sahlul Fuad. Sebagai moderator dalam 
bedah buku novel itu adalah Kepala Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Endo 
Senggono.




Sebagai pemerhati konsep resistensi, Sahlul Fuad menyampaikan,unsusr seks dalam 
novel Lanang bukan hanya sekedar pemanis saja. Sebab, bila adegan berbau seks 
itu dikurangi maka kerangka cerita akan berubah. Seks berkaitan dengan penyakit 
misterius sekaligus sumber media "penyelesaiannya". Tokoh Lanang juga 
memperlihatkan sebagai seorang lelaki pejantan.




"Jelas, beberapa adegan menarik dalam cerita ini bukan hanya klise yang 
membubuhi novel. Akan tetapi, adegan seks juga menjadi bagian dari pemecahan 
persoalan yang dihadapi. Cerita ini memang sangat menarik dan bisa difilmkan," 
kata Sahlul Fuad.




Alasannya, tokoh Lanang dalam kisah ini ditampilkan sebagai manusia yang 
kompleks. Di saat tertentu, dia hadir sebagai sosok yang penuh kasih, tanggung 
jawab dan begitu tegar. Sisi lainnya, Lanang merupakan sosok yang egois. Cerita 
Lanang sangat berbeda dengan tokoh utama dalam kisah lain. Novel ini dianggap 
benar - benar memberikan warna bahasa sastrawi.




Menurut Sahlul Fuad, kekuatan lain dari novel ini justru terlihat dari gaya 
bahasa. Yonathan Rahardjo yang berani bergaya bahasa metafora tentang neraca 
dan per- timbangan pemikiran. [AHS/U-5]






      

Kirim email ke