RAKYAT 
BANGKIT BANGUN MARTABAT

ADI SASONO

 
 
“Saya 
telah 
lama 
mengenal 
Bang 
Adi. Selalu, setiap ketemu beliau, satu hal 
yang 
tetap teguh terpancar: pemihakan pada ekonomi kerakyatan 
dan 
keyakinan bahwa kemajuan bangsa ini hanya dapat dicapai dengan keteguhan 
jati 
diri. Satu sikap 
dan 
pandangan 
yang 
sebarannya kini mulai jadi pegangan kaum muda bangsa.”

—Ray 
Rangkuti, Direktur Nasional Lingkar Madani untuk 
Indonesia

(LIMA)
 

“Menginspirasi 
dan 
menggerakkan untuk berbuat 
demi 
rakyat.”
—Zaim 
Uchrowi, Direktur Utama Balai Pustaka

 

“Mas 
Adi Sasono bukan sosok 
yang 
suka mengedepankan ke-aku-annya, apalagi menggolkan kepentingan untuk diri 
sendiri. … 
Ia 
sepertinya lebih konsern pada kemiskinan 
yang 
merajalela, 
dan 
pada hak-hak asasi 
yang 
terpangkas. Kala sebagian masyarakat kalangan bawah seperti kehilangan arah,

ia 
bisa tampil sebagai ‘obat penyejuk’.”

—Widi Yarmanto, mantan Pemimpin Redaksi 
Majalah Gatra
 

Globalisasi bukan sekadar istilah. 
Ia 
nyata hadir dalam kehidupan kita. Bergerak bak gelombang, menerabas setiap 
ranah. 
Dengan kekuatan organisasi teknologi 
dan 
uang, 
ia 
begitu gagah menciptakan 
imperium 
baru 
yang 
mempersatukan seluruh manusia 
di

planet 
ini, membentuk tatanan dunia baru: dunia kapitalis. Maka, bicara soal 
globalisasi tak bisa lepas 
dari 
kapitalisme 
global. 
Sebab, globalisasi adalah sebuah 
drama 
kolosal dengan kapitalisme 
global 
sebagai 
sponsor 
tunggal.

 

Globalisasi menghendaki pasar 
yang 
mengglobal. 
Dan 
pasar bukanlah konsep netral, 
ia 
merupakan sebentuk neokolonialisme 
alias 
imperialisme 
gaya 
baru, 
yang 
tanpa kekerasan 
dan 
pemaksaan menjajah negara-negara Dunia Ketiga, termasuk 
Indonesia.

Di 
sinilah terjadi pemiskinan struktural oleh Barat, sumber globalisasi.

 

Buku ini, Rakyat Bangkit Bangun Martabat, 
adalah lontaran kegelisahan penulis 
akan 
hadirnya 
Indonesia

yang 
mandiri, berdaya, berdaulat, 
dan 
merdeka dalam makna 
yang 
sesungguhnya. Dengan konsep ekonomi kerakyatan, dipadu ekonomi 
Islam,

ia 
optimis negeri ini bakal keluar 
dari 
krisis sekaligus lepas 
dari 
cengkeraman kapitalisme 
global. 
Layak jadi referensi 
para 
pejuang keadilan…

 

 

TENTANG PENULIS:

Adi Sasono 
lahir di Pekalongan, 16 Februari 
1943. Ia menjalani pendidikan dasar dan menengah di sekolah Muhammadiyah, 
organisasi tempat orangtuanya mengabdikan diri sepanjang hayat. Latar belakang 
aktivitas bapak-ibunya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan itulah yang 
membentuknya manakala ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik 
Sipil, 
Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1961. Semasa mahasiswa, Adi Sasono 
pernah 
menjadi Ketua Dewan Mahasiswa ITB, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang 
Bandung dan Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di Bandung.


 

Sejak 1967, Adi bekerja di dunia 
konstruksi dan industri, dan di tahun 1976, saat berusia 33 tahun, ia 
memutuskan 
pensiun dari pekerjaannya, kemudian bergabung dengan aktivis mahasiswa dari 
berbagai universitas—UI, ITB dan UGM—untuk mendirikan Lembaga Studi Pembangunan 
(LSP). Memberdayakan rakyat, membangun harga diri dan kemandirian rakyat, 
memperkuat daulat rakyat secara ekonomi sebagai dasar mewujudkan kedaulatan 
rakyat dengan sebenar-benarnya adalah obsesi hidupnya. Selain LSP, ada sekitar 
30 LSM yang turut ia dirikan dan kembangkan.

 

Adi Sasono meraih beberapa 
penghargaan penting, antara lain penghargaan internasional Aga Khan Award untuk 
perencanaan dan pembangunan kota—sebuah penghargaan yang ia peroleh melalui LSP 
atas proyek Citra Niaga di Samarinda. Selain itu, melalui PUPUK (Perhimpunan 
Untuk Peningkatan Usaha Kecil), ia juga memperoleh penghargaan Upakarti untuk 
pengembangan industri kecil dari pemerintah RI. 

 

Ia memasuki wilayah kebijakan 
publik saat diangkat menjadi Ketua Tim Studi Pemukiman Rakyat di Kementerian 
Perumahan Rakyat, kemudian Senior Scientist di Badan Pengembangan dan 
Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 1991, serta anggota Dewan Riset Nasional (DRN) 
hingga tahun 1998. Dalam masa itu, ia juga menjabat Sekretaris Umum Ikatan 
Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di bawah kepemimpinan BJ Habibie selaku 
Ketua Umum.

 

Usai reformasi yang mengakhiri 
pemerintahan Orde Baru, Adi menjadi Menteri Koperasi dan UKM hingga 1999. 
Setelah tak menjabat menteri, ia menduduki posisi Ketua Umum ICMI dan Komisaris 
Utama PT Abdi Bangsa Tbk, penerbit Harian Republika. Sejak 2005, ia 
diberi amanah menjadi Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, sebuah gerakan 
dengan 
35 juta anggota. Dua tahun berikutnya, pada 
2007, Adi terpilih sebagai Executive 
Committee International Cooperatives Alliance (ICA) wilayah Asia Pasifik. ICA 
adalah organisasi koperasi dunia yang beranggotakan 800 juta orang, didirikan 
tahun 1905. Pada 2007, ia terpilih sebagai Presiden Asean Co-operatives 
Organization (ACO), yang mencakup 11 negara di Asia Tenggara.
 
 

DATA 
BUKU:

Judul                : RAKYAT BANGKIT BANGUN 
MARTABAT

Penulis            : Adi Sasono

Editor              : A. Fathoni

Genre              
: Ekonomi-politik

Cetakan           : I, Juli 2008

Ukuran            : 13 
x 
20 
cm

Tebal               : xii + 250 halaman

ISBN               
: 978-979-3064-69-7

Harga              : Rp. 35.000,-
 



==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21  7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id




      

Kirim email ke