Yâ Sîn. Bunyi ayat pertama sekaligus nama surah ini merupakan
panggilan kesayangan yang khusus Allah berikan kepada setiap hamba
yang membacanya. Allah menyeru pembaca "Jantung Alquran" ini untuk
berjuang menyebarkan kasih sayang.   
Ketika ditimpa berbagai penderitaan, seseorang memerlukan pijakan yang
amat kuat, yang kukuh. Ketika dakwah Nabi Muhammad dilecehkan, dan
bahkan Nabi sendiri mulai diserang, Surah Yasin diturunkan untuk
memperkukuh basis perjuangannya dalam menegakkan keadilan dan kasih
sayang, yang sering kali diringkas menjadi penegakan kebenaran.
Tuhan telah memberi kita kemerdekaan. Sayangnya, kita sering
menyalahgunakannya. Bahkan, kita acap menggadaikan kemerdekaan itu
dengan mengekor pikiran orang lain. Hidup kita pun sekadar peniruan
terhadap pikiran orang lain. Hasrat kita hanyalah kutipan belaka.
Surah ini memperingatkan kita agar mampu memilih kebenaran dan bisa
memanfaatkan hukum ketertarikan untuk kesejahteraan hidup ini.
Surah Yasin juga menyampaikan kabar bahwa dalam kehidupan ini kita
senantiasa diiringi oleh utusan-utusan Allah. Utusan-utusan ini
mengingatkan umat manusia agar selamat hidupnya. Sayangnya, banyak
utusan yang didustakan oleh manusia yang ada di sekitarnya. Sayangnya,
banyak pula orang yang minta diakui sebagai utusan Allah. Akhirnya,
hidup ini tidak sepi dari konflik kepercayaan dan agama, dan saling
menyesatkan.
Sebagai kupasan terakhir pada jilid pertama ini, manusia diajak
berpikir untuk menemukan pijakan hitungan peredaran rembulan dan
matahari agar sebagai umat Islam mereka bisa hidup bersatu dan damai
sejahtera.
Achmad Chodjim membuktikan bahwa Alquran tidak pernah ketinggalan
zaman karena dalam buku ini dia mengaitkan Surah Yasin dengan isu
aktual, seperti pemanasan global dan kekerasan dalam beragama.   

Untuk informasi lebih lanjut klik www.serambi.co.id

Judul           : Surah Yasin Dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengarang       : Achmad Chodjim
Halaman         : 309/HVS
ISBN            : 978-979-024-030-8



Kirim email ke