Sudah lama orang mengenal sidat (Anguilla sp.) atau moa, baik karena kelezatan dagingnya maupun
karena bentuknya yang lebih besar dari belut. Namun, banyak yang tidak mengetahui bagaimana pembudidayaan dan prospek usaha di dalamnya. Padahal, sidat merupakan komoditas baru perikanan dengan permintaan ekspor yang terus meningkat. Beberapa negara tujuan ekspor sidat adalah Jepang, Hongkong, Singapura, Jerman, Italia, Belanda, dan Amerika Serikat. Harga sidat di luar negeri cukup mencengangkan. Elver (sidat sepanjang sekitar 12 cm) dijual dengan harga mencapai Rp 250.000/kg. Fingerling (sidat sepanjang sekitar 40 cm) dijual dengan harga Rp 20.000--40.000/kg. Di Jepang, sidat ukuran konsumsi dengan panjang 80 cm hingga satu meter lebih dan berat lebih dari 500 gram dijual dengan harga Rp 120.000/kg. Selengkapnya: http://agromedia.net

