“Kita merdeka atau mati. Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… Merdeka!” 
Siapa yang tak kenal pekik diatas berarti mereka yang tak kenal dengan Bung 
Tomo. Ya, Bung Tomo si Jenderal Kancil. Bung Tomo yang selalu berkobar api – 
api dalam setiap pidato – pidatonya. Bung Tomo yang baru tahun ini mendapatkan 
gelar pahlawan nasional. Keluarganya pun tidak pernah mempermasalahkan status 
kepahlawanan Bung Tomo. “Kami tidak akan pernah memohon,” ujar 
Bambang.Sulistomo putra lelakinya. “Bagi ibu (Sulistina istri Bung Tomo, red), 
yang lebih penting rakyat mengakui. Tidak perlu pengakuan pemerintah,” lanjut 
Bambang disalah satu media. Sebenarnya seperti apa Bung Tomo itu menurut kaca 
mata kita. Tapi setidaknya kita bisa membandingkan dengan kacamata Sulistina 
istrinya dalam sebuah buku layaknya biografi yang ditulis sendiri berjudul 
“Bung Tomo, Suamiku”. 
Ikuti diskusi buku “ Bung Tomo, Suamiku” disusun oleh Sulistina dengan 
penyunting Titie Said dan dra. Lies Said terbitan Pustaka Sinar Harapan tahun 
1995. Diskusi bisa diikuti dengan mengunjungi alamat: 
www.bukusenja.wordpress.com 
Salam 
Bung Lana
Moderator 


      

Kirim email ke