Judul           : R ‘n B: Love in The Jungle 

Penulis         : Anindita
Harga : Rp 27.000,- * 
Ukuran : 11 x 18 cm 
Tebal : 256 halaman 
Terbit : Desember 2008 
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Soft Cover 
——————————–


Kecelakaan jatuh dari pesawat? Doh, mimpipun jangan sampai deh, amit-amit! 
Jangan sampai- jangan sampai…


Tapi
inilah yang dialami sama Bimi, cewek sok imut,panikan,nyolot dan gak
cantik-cantik amat. Dalam rencana liburannya ke Sulawesi untuk
mengunjungi orang tuanya, dia mau naik pesawat! 


Yup, tiket pesawat Fly Away akan membawanya terbang membelah angkasa untuk 
mengunjungi kedua orang tuanya.
 

Saat akan berangkat ke Bandara,
banjir masih menggenang di mana-mana. Dandanan Bimi yang udah artis
abis harus berkompromi dengan keadaan karena kendaraan yang
mengantarnya ke Bandara bukan Mercy atau Ferrari, tapi TRUK!
Hayahh…gimana mau gaya-gayaan kalo kendaraanya lebih mirip kuli
bangunan yang pulang kerja dari pada putri raja yang mau berangkat
berlibur?


Setelah
perjuangan yang diiringi kecemberutan Bimi, sampai jugalah dia di
Bandara diantar kakak nya yang lumayan aneh, Mas Gio. Mas Gio ini lebih
banyak jailnya dari pada baiknya, makanya Bimi bete berat sama dia.


Akhirnya
saat sampai di dalam pesawat, Bimi bisa sedikit lega, sambil
mengedarkan pandangan, sapa tau ada yang cakep…Ups, pucuk dicinta ulam
tiba, ada sesosok berkacamata hitam yang nongol dihadapannya. Cowok
keren banget bernama Rega, baru saja kenalan, nih cowok udah minta
tukeran seat, katanya sih dia bareng neneknya yang udah renta,gak bisa 
ngapa-ngapain jadi dia mesti ngedampingin selama perjalanan.
Setelah berpikir sejenak dan membuktikan kalo Bimi berhati baik, dia rela 
bertukar seat
dengan cowok yang bernama Rega itu. Tapi kenyataannya yang duduk di
sebelah Rega bukannya nenek-nenek peyot yang seperti dia bilang, tapi
cewek cakepppppp…..huwaaa….. mana tempat duduknya deket toilet lagi,
lengkap sudah deritanya, dikadalin dan duduk deket toliet..


Dalam
kondisi ngomel-ngomel sehabis pesawat take off, Bimi lupa berdoa.
Pesawat terbang dalam keadaan cuaca hujan. Beberapa saat kemudian petir
menyambar dan pesawat mati lampu. Semua penumpang panik sepanik
paniknya, gimana gak panik, ini di dalam pesawat yang lagi terbang..!
Semua gelapppp….


Saat
tersadar, Bimi sudah ada di antara daun-daun dan ranting pohon. Ada
suara gagap yang menyapanya, oh, dimana ini? Ternyata Bimi selamat dari
kecelakaan pesawat terbang….Miracle,Voila..yuhuuu…. tapi..ini di mana?
Di hutan antah berantah meneketehe..? dan siapa yang sedari tadi ngomong gagap? 


Oh
rupanya cowok keren yang tadi ngadalin dia di pesawat ikut selamat, ya!
Si Rega bersamanya dalam hutan ini..kok dia bisa jadi gagap seehh?

Bimi
coba perhatiin lagi, kok sepertinya dia familiar dengan tampang si Rega
ini, tapi di mana ya? Setelah dilihat-lihat lebih seksama baru Bimi
sadar, Rega adalah bintang film yang sedang hot saat ini, dan filmnya juga lagi 
hits banget, yaitu AAC alias Adem Ayem Cinta..(halah).


Menjalani hidup selama di hutan tentu pengalaman yang nyesek banget, gak ada 
Mall,gak ada Taksi, gak ada Ojek.. 

Belum
lagi kalo ada hewan liar melata yang Bimi parno banget. Pada hari
ketiga belas, penumpang selamat bertambah dua orang lagi. Yaitu Mr.
Blink-Blink dan Ms. Well-Well. Mr. Blink-Blink yang ternyata bernama
Sam ini, punya dandanan ajaib khas cowok yang kecewek-cewekan lengkap
dengan segala perabotan make-upnya, mungkin maunya dianggap cowo metro
seksual tapi kebablasan. Sementara Ms. Well-Well adalah cewek bernama
Bella alias Cherisse. Cewe yang punya aksen bicara semacam Cinta Laura ini 
menambah riuh suasana hutan. 

Akankah Bimi dan Rega ditambah dua orang aneh ini bisa selamat dan keluar dari 
hutan antah berantah meneketehe?


Juara III
Buku
karya Anindita ini merupakan pemenang Lomba Cerita Konyol Remaja 2008
GPU. Awalnya aku baca ini agak-agak skeptis, kok intronya mirip sama
ceritanya drama Korea Full House sih? Tapi kalo Full House si Han Ji
Eun ‘tersesat’ di Sanghai dan ketemu 2 pemuda kaya raya, yang satu
pengusaha yang satu bintang film ngetop yang jadi dewa penolongnya. Si
Bimi dan Rega tersesat beneran di hutan gara-gara pesawatnya jatuh..huhuhu… jadi
beda banget alurnya.


Cerita
yang sebenarnya horor tragis ini di ceritakan Anindita dengan sudut
pandang gadis remaja kelas 2 SMU yang konyol banget. Jadi kisah yang
seharusnya pedih bin sedih ini bisa tetep dinikmati tanpa harus
menangis bombai. Segala kelucuan dan humornya disajikan tidak
berlebihan, alurnya juga ngalir banget jadi seperti kita diceritain
sama temen yang lagi cerita abis jatuh dari pesawat.

Rupanya
GPU lagi mempopulerkan buku-buku Humor, mungkin setelah suksesnya buku
Jakarta Under Kompor si Arham Kendari. Yang mendesain cover buku ini
ternyata ya Arham juga…

Tapi
kisah ringan seperti ini memang perlu, terutama kayak aku yang kalo
lagi pengen baca buku-buku konyol dulu rada susah nyarinya, setelah era
Lupus gak booming lagi. Tapi sekarang kayaknya udah mulai banyak. Jadi
semakin banyak pilihan gitu. Well, kayaknya ini jadi salah satu buku Must 
Have-ku akhir tahun ini, setelah bukunya si Arham. 



Cheerz,

-Evi-




Blog of EVIWIDI:
http://eviwidi.wordpress.com



      

Kirim email ke