--- Pada Rab, 1/4/09, rienj zuemaroh <[email protected]> menulis:
Dari: rienj zuemaroh <[email protected]> Topik: Trs: Surat Cinta Teruntuk Perempuan Jawa Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 1 April, 2009, 11:32 AM --- Pada Rab, 1/4/09, rienj zuemaroh <[email protected]> menulis: Dari: rienj zuemaroh <[email protected]> Topik: Surat Cinta Teruntuk Perempuan Jawa Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 1 April, 2009, 11:31 AM Perempuanku, aku tahu dan juga merasakan apa yang sedang membuat diri kalian getir di Megapolitan ini, megapolitan tanah kelahiran yang syarat dengan pergulatan hidup yang tak main-main membuat nyawa ini terenggut, persaingan hidup yang sangat ketat dan diperebutkan oleh berbagai suku. Megapolitan yang selalu dirusuhkan oleh kondisi masyarakatnya dengan penyakit-penyakit sosial; prostitusi, tindakan kriminal yang bikin geram, stress, putus asa. Tapi perempuanku, aku tidak bisa apa-apa, aku hanya mampu mendengarkan tanpa kasih solusi yang pasti, kecuali kita harus percaya diri.. Rasa percaya diri yang mengantarkan kita menuju puncak harapan. Iya!!harapan kita di megapolitan. Aku hanya bisa berdo’a sembari mendongakkan kepala di tengah keheningan malam, jangan semakin kalian siksa diri dengan kalimat. “Aku Benci Dengan Penjara Ini, Penjara Yang Telah Aku Bangun Sendiri” Aku benci, aku jenuh tapi penjara ini adalah keputusanku, bukan keputusan orang lain, demi keluarga; orang tua dan juga anak-anak di kampung halaman sana . Tuhan menyayangi kalian, Tuhan sangat sayang, mesti menyakitkan dan kita harus tetap tegar di tengah megapolitan. Tapi sungguh!! inilah tanda bukti kalau Tuhan sayang sama kalian, dan kenyataan-kenyataan inilah, yaitu keadaan yang tepat untuk mendidik kita sebagai perempuan Jawa. Perempuanku!! kita perempuan Jawa, orang Betawi bilang kalau perempuan Jawa itu gigih, pekerja keras, ulet, tangguh, tekun, penuh semangat, telaten, stigma yang mereka ucapkan, karena orang Betawi seringkali menyaksikan bagaimana ketangguhan serta kegigihan perempuan Jawa dalam membantu suaminya mencukupi biaya hidup di perantauan, di Megapolitan ini tempat kita bersaing, berpindah-pindah dari satu kontrakan menuju kontrakan, dari satu gusuran menuju yang masih lapang. Tak jarang juga yang mengatakan kalau perempuan Jawa itu penurut, lemah lembut, gemulai, andalemi, tidak pernah nuntut, nerima apa adanya, ramah, memegang tradisi, tapi bukan alasan bagi kita pula untuk menolak stigma kalau perempuan Jawa itu ndeso, katrok, medok, kurang pergaulan karena alam bawah sadar yang berkata demikian dipengaruhi oleh kata-kata ‘Tukul’ yang telah menjadi jargon harian. Perempuan Jawa tapi itulah mereka, mereka telah berbaik hati dan sudi menilai kita, mereka telah memberikan pengakuan atas identitas kita sebagai perempuan Jawa.http://ryendzumaroh.blogspot.com/2009/01/surat-cinta-teruntuk-perempuan-jawa.html read more................................. Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

