AGROMEDIA  ==Diabetes mellitus (DM) adalah kelainan bersifat kronik yang 
ditandai dengan adanya gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak 
yang diikuti komplikasi mikrovaskular (pembuluh darah kecil) dan makrovaskular 
(pembuluh darah besar). Umumnya, DM berkaitan dengan faktor keturunan dengan 
gejala klinis yang paling utama adalah intoleransi glukosa (gula). Sebagaimana 
dijelaskan dalam buku " Mengatasi Aneka Penyakit dengan Terapi Herbal" yang 
diterbitkan AgroMedia Pustaka, berikut diagnosa dan medis diabetes mellitus.

A. Penyebab Diabetes Mellitus
     Secara umum, penyebab diabetes mellitus adalah rusaknya sel pankreas. Di 
dalam teori telah diketahui adanya berbagal faktor yang merusak kelenjar 
pankreas khususnya fungsi endokrin yang menyebabkan terjadinya DM. 
Faktor-faktor tersebut dapat dibagi dalam beberapa kelompok, yakni genetik, 
virus, bakteri, bahan beracun, nutrisi, dan faktor lain yang diduga dapat pula 
menyebabkan DM melalui kerusakan pankreas, misalnya proses peradangan, tumor, 
kista, dan setelah operasi kanker. Berikut ini faktor-faktor penyebab rusaknya 
kelenjar DM.

1. Diabetes mellitus dapat disebabkan oleh keturunan atau genetik, Melalui 
reaksi otoimunitas, yang mungkin dipacu faktor lingkungan, seperti infeksi 
virus yang terjadi berulang kali.
2. Virus yang diduga menyebabkan DM adalah Rubela mumps dan Human 
coxsackievirus B4.
3. Diabetes mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi.
4. Ada beberapa bahan toksik yang mampu merusak sel beta secara langsung, yakni 
alloxan, pyrinuron (rodentisida), streptozotocin (produk dari jenis jamur), dan 
glikosida sianogenik yang berasal dari singkong.
5. DM dikenal sebagai penyakit yang berhubungan dengan nutrisi, baik sebagai 
faktor penyebab maupun pengobatan.

B.Gejala
    Gejala DM sangat bervariasi. Biasanya gejala baru ditemukan pada 
pemeriksaan penyaring atau pemeriksaan untuk penyakit selain diabetes. Bisa 
juga gejala timbul secara mendadak. Gejala khas yang umum dirasakan penderita 
diabetes adalah lebih sering buang air kecil terus pada malam hari (poliuria), 
sering merasa haus (polidipsia), dan sering merasa lapar walaupun sudah makan 
(polifagia).

C. Komplikasi
     Komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes mellitus umumnya 
disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah kecil dan besar, pengobatan yang 
salah atau tertunda. Pengobatan yang salah tertunda akan menimbulkan berbagai 
komplikasi yang dapat menyerang organ-organ tubuh penting, seperti mata menjadi 
buta, gagal ginjal, gagal jantung, gangren (pembusukan), gangguan pencernaan, 
gangguan seksual, dan gangguan pada otak sehingga menyebabkan koma.

D.  Klasifikasi
     Berdasarkan penyebab terjadinya, berikut ini tipe-tipe diabetes mellitus.

1. DM tipe 1 (DM tergantung Insulin)
2. DM tipe 2 (DM tidak tergantung insulin)
3. DM saat hamil
4. DM tipe lainnya

E. Pencegahan
    Pencegahan secara umum dapat dilakukan dengan cara berolahraga secara 
rutin, menghindari makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat berlebihan, 
dan mengurangi makanan yang mengandung gula.

F. Pengobatan
    Dalam pengobatan secara medis, dokter akan melakukan injeksi insulin untuk 
menolong penderita DM. Penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) diharapkan dapat 
menurunkan kadar glukosa darah. OHO tidak boleh sembarangan dikonsumsi karena 
dikhawatirkan penderita terkena hipoglikemia. Karena itu, perlu konsultasi dan 
bantuan dari dokter untuk melakukan pengobatan DM.

Pengobatan dengan tanaman obat juga dapat dilakukan sebagai upaya mengendalikan 
kadar gula darah. Beberapa tanaman obat berdasarkan pengalaman turun-temurun 
dan berdasarkan hasil-hasil penelitian praklinis memiliki efek farmakologis, 
seperti hipoglikemik, memperbaiki kelenjar pankreas, dan mengurangi dampak 
buruk hiperglikemia yang menyebabkan komplikasi.

Namun, sebelum mengonsumsi tanaman obat, penderita harus memerhatikan konsumsi 
makanan berikut ini.
1. Sebaiknya konsumsi tanaman obat yang memiliki efek menurunkan gula darah 
(hipoglikemik), meningkatkan fungsi untuk metabolisme karbohidrat (stimulan 
lever), dapat memperbaiki fungsi pankreas, dan memperlancar peredaran darah 
(stimulus sirkulasi). Penderita juga sebaiknya mengonsumsi tanaman obat yang 
dapat mengatasi penyakit komplikasi dan penyerta.
2. Penderita sebaiknya mengonsumsi makanan dengan karbohidrat rendah dan lambat 
menjadi gula. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran terutama kubis, kacang 
panjang, dan paprika untuk memperbaiki fungsi pankreas. Pengaturan pola makan 
membutuhkan kedisiplinan untuk mematuhi anjuran dokter pengelola atau ahli gizi.
3. Penderita disarankan mengonsumsi jus sayuran dan buah untuk membantu 
menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki metabolisme.

Selain makanan, kegiatan fisik seperti olahraga akan membuat pengobatan menjadi 
lebih mudah dan menurunkan resistensi sel terhadap insulin. Berbagai penelitian 
pada manusia membuktikan bahwa latihan fisik dapat meningkatkan sensitivitas 
sel terhadap insulin.

Berikut ini ramuan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati diabetes 
mellitus.

Bahan:
Sambiloto 10 gram kering, 21 lembar daun mimba, dan 20 cm batang brotowali yang 
dipotong-potong.

Cara Membuat:
Semua bahan dicuci, lalu direbus dengan 5 gelas air hingga menjadi 3 gelas. 
Gunakan api kecil.

Cara Pemakaian:
Diminum 3 kali 1 gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan.


Buku-buku terkait:

    * Mengatasi Aneka Penyakit dengan Terapi Herbal
    * 273 Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Aneka Penyakit
    * Khasiat & Manfaat Brotowali: Si Pahit yang Menyembuhkan
    * Menumpas Diabetes Bersama Mahkota Dewa
    * Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Aneka Penyakit
    * Solusi Sehat Mengatasi Diabetes
    * Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus
    * Terapi Jus utk Diabetes Mellitus

Selengkapnya: http://www.agromedia.net

Kirim email ke