--QULTUMMEDIA – “Resensi Buku Pilihan” Seputar Indonesia. 
Peperangan merupakan salah satu dan menjadi solusi terakhir untuk menyelesaikan 
sebuah konflik. Bila segala jalan untuk mencapai perdamaian tidak kunjung 
tercapai, maka peperangan sering tak bisa dihindari. Meski demikian, keputusan 
untuk menggelar perang harus diambil dengan pertimbangan matang karena risiko 
kerusakan dan petaka dalam sebuah peperangan akan begitu mengerikan.

Dalam sejarah Rasulullah SAW pun dikenal adanya kebijakan menempuh jalan 
perang. Tujuannya bukan sekadar mempertahankan diri dari ancaman musuh, tapi 
untuk menegakan kalimat tauhid. Apalagi ketika Rasulullah SAW dan sahabat sudah 
berhijrah ke Madinah, kaum kafir semakin berani mengganggu kaum muslim dengan 
cara yang keji.

Akhirnya, keputusan menggelar perang terhadap kaum kafir menjadi solusi 
terakhir dan dilakukan dengan pertimbangan yang begitu matang. Baik dari aspek 
psikologis, politik, dan stabilitas keamanan.''Apalagi ketika itu jumlah dan 
mental umat muslim sudah semakin kuat sehingga memungkinkan untuk melakukan 
perlawanan secara frontal.

Sampai pecahlah perang Badar yang pertama kali terjadi antara kaum muslim dan 
kaum kafir. Sejarah mencatat umat muslim mendapat kemenangan yang gemilang 
meski hanya berkekuatan sekitar 212 orang dan mengalahkan musuh berkekuatan 
sekitar 1.000 orang. Kemenangan ini secara politis menguatkan posisi tawar kaum 
muslim dan dari sisi militer menunjukkan bahwa strategi Rasulullah SAW begitu 
matang.

Perang Badar merupakan salah satu peperangan yang paling termasyhur dalam 
sejarah umat Islam. Dalam kurun waktu sekitar 13 tahun, sedikitnya ada 20 
peperangan besar yang dipimpin Rasulullah SAW, di samping sejumlah ekspedisi 
militer kecil dalam operasi yang lebih spesifik. Berbagai kisah peperangan pada 
masa Nabi Muhammad SAW dirangkum dalam buku “Strategi Perang Rasulullah” karya 
Muhammad Abu Ayyasy.

Dalam buku setebal 194 halaman dan diterbitkan Qultum Media, mengungkapkan 
bahwa peperangan yang dilakukan Rasulullah SAW bukan dilakukan atas kebencian 
dan keinginan melakukan invasi. Pasukan muslim berhasil menunjukkan sikap 
ksatria dalam setiap medan perang dan meminimalisasi kerusakan. Hal itu bisa 
dilihat dari jumlah korban yang jatuh dalam 13 tahun peperangan hanya mencapai 
386 korban jiwa. Itu sudah termasuk korban di pihak lawan dan umat Islam.

Bahkan, dalam perang Tabuk, pasukan muslim berhasil meraih kemenangan tanpa 
menumpahkan darah setitik pun dan tak ada korban jiwa. Bandingkan dengan 
pembantaian pasukan Israel terhadap penduduk Palestina selama 20 hari pada awal 
tahun 2009, jumlah korban mencapai ribuan dan kebanyakan rakyat sipil termasuk 
perempuan serta anak-anak.

----------------------------------

Spesifikasi Buku:

Judul : Strategi Perang Rasulullah
Penulis : Muhammad Abu Ayyasy
Ukuran : 18 x 24 cm
Tebal : x + 194 hlm.
Penerbit : QultumMedia ( http://www.qultummedia.com )
ISBN : 979-017-067-x
Harga : Rp 49.000,-
Sinopsis:

Banyak tuduhan yang menyatakan bahwa Rasulullah adalah seorang pembunuh 
sekaligus penjahat perang. Beliau membangun ajaran Islam dengan pedang dan 
kekerasan. Tujuan perang yang digencarkan adalah demi harta dan kekuasaan. 
Kemenangannya dalam berperang bukan karena keimanan, kecerdasan, dan 
kegagahannya melainkan karena kelicikannya. Benarkah demikian?

Buku ini memberi jawaban dan penjelasan dengan berdasarkan fakta sejarah, data 
yang akurat, dan dalil yang menguatkan. Mengupas strategi perang Rasulullah 
yang tak terkalahkan dan implementasinya pada dunia dakwah sekarang. Membaca 
buku ini seolah kita menyaksikan langsung kepiawaian Rasulullah dan pasukannya 
dalam menaklukkan musuh-musuhnya.

Testimoni:

"Ada dua hal yang sangat menonjol dalam strategi perang Rasulullah. Pertama, 
hampir semua strategi peperangan yang dilakukan Rasulullah bersifat lebih 
dahulu menyerang, kecuali pada Perang Khandaq. Kedua, sistem intelijen dan 
jaringan keamanan yang sangat unggul, yaitu dengan membentuk pasukan ekspedisi 
dalam rangka pemetaan medan, penguasaan lapangan, dan pengintaian. Oleh karena 
itu, strategi perang Rasulullah sangat potensial memenangkan peperangan. Buku 
ini sangat bagus untuk membuka cakrawala kita. Selamat membaca."
(Suripto, S.H.. Wakil Ketua Komisi III DPR RI)

"Perang merupakan tahap akhir dari perjuangan dakwah Rasulullah. Ia juga 
merupakan pengorbanan tertinggi bagi umat Islam. Buku karya Muhammad Abu Ayyasy 
sangat bagus. Buku ini juga bisa menjadi referensi bagi para aktivis pergerakan 
dakwah."
(Ustadz Ahmad Adnan, Lc., M.A..Tokoh Masyarakat)

Selengkapnya: http://www.qultummedia.com


------------------------------------

================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke