Cacat mentalkah aku Tuhan!  Ketika aku dengar mereka kelaparan di tengah medan  
jihad  Dan mereka bertahan dalam ketersakitan   Sementara aku terdiam dalam 
keluh kesah yang berkepanjangan  Sebab nikmat yang tak pernah terhitungkan.     
Cacat mentalkah aku Tuhan!  Ketika aku lalai memaknai anugerah-Mu dengan hikmah 
sebab cinta-Mu  Aku menyaksikan mereka penuh kesabaran, penuh kekuatan  Dalam 
keterbatasan  Aku menyaksikan sorotan matanya optimis  Dalam kesusahan  
Sepertinya dengan keserbaterbatasan hidupnya  Mereka tiada pernah mengerti 
bahwa esoknya tidak pasti  Yang dia mengerti hanyalah esoknya mungkin tidak 
lebih baik dari hari ini.  Sementara aku terdiam dalam keluh kesah yang 
berkepanjangan  Sebab nikmat yang tak pernah terhitungkan.

     Cacat mentalkah aku Tuhan!  Dari arah mana lagi aku harus mengemis 
anugerah-Mu  Sementara diri bergelimang kenikmatan  Tanpa harus meminta 
terlebih dahulu pada-Mu  Betapa penuh arti.     Cacat mentalkah aku Tuhan!  
Ketika aku terdiam dalam keluh kesah yang berkepanjangan  Sebab nikmat yang tak 
pernah terhitungkan.        Rien Zumaroh,  Ciputat, 13 April 2009
sumber:http://ryendzumaroh.blogspot.com/2009/04/cacat-mentalkah-aku-tuhan.html



      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke