QULTUMMEDIA   ==Shalat sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT memiliki kekuatan 
supernatural yang berbekas pada diri setiap orang yang mendirikan shalat. 
Shalat mampu membentuk kepribadian positif yang bersumber dari cahaya Iman yang 
dipancarkan Allah SWT. Sebagaimana dijabarkan dalam buku “Keajaiban Shalat 
Rawatib” karya Dr. Ahmad Sudirman Abbas, M.A., efek kekuatan shalat di 
antaranya sebagai berikut.

1. Shalat sebagai unsur pembentuk kepribadian seorang mukmin
Al-Qur`an telah menampilkan shalat dari berbagai segi. Di bagian terdepan dari 
permulaan Al-Baqarah, diterangkan bahwa shalat itu merupakan sifat orang-orang 
yang memperoleh petunjuk dari Tuhan dan mereka adalah orang-orang beruntung.

Shalat merupakan unsur kedua dari unsur-unsur keimanan perorangan. Di samping 
itu, ditampilkan pula bahwa shalat merupakan salah satu unsur dari unsur-unsur 
kebaikan dan kebenaran yang telah ditetapkan Allah bagi hamba-Nya. Allah 
menyeru hamba-Nya untuk menunaikannya. Allah menjadikan unsur tersebut sebagai 
kebenaran keimanan mereka dan mengangkat mereka sebagai orang-orang yang 
bertakwa. Selain itu, shalat merupakan sarana bagi pencapaian pahala orang yang 
mengabdi untuk kemaslahatan umum. Sebagaimana difirmankan Allah SWT.

2. Pengaruh Shalat bagi Pendidikan Kejiwaan
Al-Qur'an juga menerangkan tentang pengaruh shalat di dalam mendidik jiwa 
manusia, menyelamatkannya dari perbuatan keji dan mungkar, serta 
membersihkannya dari naluri jahat yang merusak kehidupan manusia.

Sebaliknya, Al-Qur`an juga menegaskan bahwa meninggalkan shalat merupakan tanda 
tenggelam seorang manusia ke dalam hawa nafsu dan jatuhnya ke dalam jurang 
kecelakaan dan kesesatan. Hal ini juga merupakan salah satu sebab di antara 
sebab-sebab keabadiannya kelak di dalam neraka.

Di dalam surat Al-Ma’un terdapat isyarat kuat yang menyatakan bahwa melalaikan 
shalat, tidak menunaikan hak Allah di dalam hal kekhusyukan (perasaan diawasi 
Allah dan perasaan akan keagungan-Nya) sebagai sebab besar di dalam mendustakan 
keberadaan Hari Kiamat, menghina anak yatim, dan menyia-nyiakan hak fakir 
miskin. Ini 

Pada dasarnya, shalat lima waktu merupakan rangkaian perjalanan menghadap 
Tuhan, yang telah diwajibkan Allah kepada hamba-Nya di dalam waktu yang 
berbeda, pada setiap siang dan malam hari. Di dalam shalat, seorang mukmin 
melepaskan dirinya dari segala urusan duniawi dan menumpahkan seluruh 
pengabdiannya kepada Tuhannya dengan cara mengingat kebesaran-Nya, bermunajat 
kepada-Nya, dan memohon pertolongan serta petunjuk dari-Nya. 

Di dalam shalat itu pula, dia menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam perlindungan 
Tuhan Yang Maha Pengasih, sambil menghayati kebesaran-Nya yang mutlak. Ia 
menjadi kecil di hadapan kebesaran-Nya dari segala kebesaran yang ada dalam 
kehidupan dunia ini. Sesungguhnya perjalanan ini dapat melepaskan duka nestapa, 
meringankan kesengsaraan, dan mewujudkan segala keinginannya yang baik.

Telah menjadi sunah Nabi Saw apabila terjadi sesuatu yang menggelisahkan 
hatinya, beliau melepaskannya dengan shalat, kemudian beliau bersabda.
"Telah diwujudkan kecintaanku tercurah kepada shalat." 


4. Ibadah jasmaniyah tertua sepanjang risalah ketuhanan
Shalat berpengaruh besar di dalam mendidik jiwa dan mendekatkannya ke alam 
kesucian. Ia juga merupakan ibadah yang dikenal paling tua seiring lahirnya 
keimanan. Bahkan, tidak ada satu syariat pun yang meninggalkan shalat. Demikian 
yang diriwayatkan dari para nabi dan rasul.

5. Shalat Pengiring Keimanan
Kedudukan shalat di sisi Allah dan di dalam agama-Nya merupakan unsur pengiring 
keimanan pada seluruh risalah yang disampaikan oleh semua rasul. Islam telah 
datang, kemudian ia pun menempuh jalan yang dilalui oleh risalah terdahulu dan 
menjadikan shalat itu sebagai salah satu rukun di antara rukun-rukun agama. 
Islam banyak menyebutkan faedah shalat dan memerintahkan orang agar memelihara 
dan mendirikannya karena Allah, dengan tunduk, khusyuk, menghadapkan diri, dan 
mencurahkan hati sepenuhnya kepada-Nya. 

Demikianlah efek shalat bagi manusia. Shalat mampu menggerakkan bidang dan 
bentuk yang stagnan dalam kehidupan. Shalat mampu mencairkan kebekuan hidup 
yang hampa. Shalat mampu membangun komunikasi yang hangat, baik secara 
horizontal dan vertikal. Shalat mampu menerangi gelapnya jalan hidup yang penuh 
dusta, kemunafikan, kesombongan, dan sebagainya. 

========================================

Spesifikasi Buku:

Judul : Keajaiban Shalat Rawatib
Penulis : Dr. Ahmad Sudirman Abbas, M.A.
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : x + 246 hlm.
Penerbit : QultumMedia
ISBN : 979-017-68-8
Harga : Rp 32.000,-

Selengkapnya: http://www.qultummedia.com




------------------------------------

================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke