Resensi
Semangat Patriotisme wanita islam
 
Dalam sejarah Islam, peranan wanita tidak bisa dianggap remeh. Kejayaan Islam 
tidak pernah lepas dari dukungan sepenuhnya oleh makhluk Allah yang lemah 
lembut ini. Pada saat Rasulullah menerima wahyu untuk pertama kalinya di gua 
Hira, yang mampu menenangkan gundah gulananya adalah seorang wanita bernama 
Khadijah binti Khuwailid. Saat Rasulullah berperang menghadapi musuh-musuh 
Islam, para wanita berperan mengobati orang-orang yang terluka membawa minuman, 
dan mengobarkan semangat juang pasukan Islam.
 
Inilah semangat patriotisme wanita Islam yang ditonjolkan buku yang ditulis 
oleh Imarah Muhammad Imarah. Penulis asal Mesir ini melihat semangat 
patriotisme ini sebagai bagian dari semangat jihad kaum perempuan islam di 
masa-masa kehidupan Rasulullah.
 
Semangat Jihad
Jihad wanita dalam Islam merupakan  jihad yang sesuai dengan kodrat 
kewanitaannya, seperti merawat dan mengobati tentara yang luka-luka serta 
menyediakan makanan dan air kepada para mujahid Islam. Memang wanita tidak 
dilibatkan dalam jihad yang sebenarnya, kecuali dalam keadaan sangat darurat .
 
Dari 100 tokoh wanita dalam buku ini dapat disebutkan beberapa tokoh wanita 
Islam yang aktif dalam berjihad. Diantaranya adalah Siti Aisyah binti Abu Bakar 
ra. Aisyah diakui oleh para ahli sejarah Islam banyak memberikan konstribusi 
sepanjang peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah. Peran pertama yang 
dilakukannya dalam jihad di jalan Allah adalah keikutsertaannya dalam perang 
Uhud, saat itu dia memberikan air minum kepada para mujahid Islam (hal 47).
 
Peran yang sama juga dilakukan oleh Ummul Mukminin Maimunah binti Al-Harits. 
Wanita Islam ini aktif mengobati tentara Islam yang terluka dan cekatan dalam 
memberikan minum para mujahidin yang kehausan dalam medan peperangan. Disamping 
itu ia juga turut berjihad dalam perang Tabuk (hal 98).
 
Semangat jihad juga diperlihatkan oleh Shafiyah binti Abdul Muthalib, Nasibah 
binti Abdul Muthalib, Nasibah binti Ka’ab (ummu Imarah), Asma binti Abu Bakar 
dan Asma binti Yazid bin Assakan al-Anshariyah. Para wanita Islam ini memiliki 
semangat jihad yang bergelora dalam perang Uhud, Yarmuk dan Khandaq. Mereka 
berperan aktif membantu para mujahidin.
 
Bidang lainnya yang menjadi simbol kepatriotisme wanita Islam adalah sebagai 
pendukung utama dakwah Rasulullah. Dalam buku ini disebutkan adalah peran 
Khadijah binti Khuwailid. Istri Rasulullah ini disebutkan sangat berjasa dalam 
mendukung dakwah Nabi. Perannya yang cukup menonjol adalah ketika Rasulullah 
menemui saat-saat sulit. Yakni ketika menerima wahyu untuk pertama kalinya di 
Gua Hira. Khadijah ternyata mampu menenangkan gundah gulana Rasulullah. Bahkan 
saat suaminya diangkat menjadi Nabi dan Rasul, dialah orang yang pertama kali 
beriman kepada Allah dan Rasulullah. Hartanya pun ia relakan habis untuk 
membantu Nabi dalam berdakwah (hal 29).
 
Meski kaum wanita pernah dianggap sebelah mata, ternyata mereka mampu 
menunjukkan dirinya sebagai sosok yang patut diteladani. 100 tokoh wanita Islam 
dalam buku ini adalah contoh. Para wanita Islam ini mampu memberikan 
konstribusi positif dalam berjihad dan mendukung dakwah Rasulullah. 100 wanita 
Islam yang ditulis dalam buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para 
wanita di zaman sekarang supaya menjadi pahlawan bagi keluarga, negara dan 
agamanya. maulana 
 
Resensi ini telah di muat di Tabloid Jum’at/Thn.XXI-16 Rabiul Awal 1430 H-13 
Maret 2009. 
 
Judul Buku:  100 Kisah Kepahlawanan Wanita
Penulis:  Imarah Muhammad Imarah
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Cetakan Pertama: Desember 2008
Tebal : 204 halaman
Harga :  29.000,-
 
 
 


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke