Resensi
Membentuk Generasi Al-Qur’an
                                         Penulis Dr. Sa’ad Riyadh
 
Semakin maju zaman, semakin banyak generasi yang jauh dari Al-Qur’an. Anak-anak 
yang bisa baca Al-Quran makin jarang, apalagi yang bisa menghapalnya di luar 
kepala. Tidak hanya di perkotaan, di pedesaan pun keadaannya tidak jauh berbeda.
 
Listrik yang seharusnya menjadi rahmat, malah berubah jadi laknat. Sebabnya 
tidak lain karena kebiasaan penduduk yang gemar membaca Al-Qur’an, berubah 
menjadi enggan membacanya.
 
Anak-anak sudah tidak lagi duduk melingkar membaca Al-Quran bersama ayah 
ibunya, tapi malah duduk selonjor di depan televisi.
 
Mereka asik bercengkrama mendiskusikan acara sinetron yang sedang berlangsung, 
atau pu akhir sinetron yang sedang ditonton.
 
Al-Qur’an kini dihormati bukan lagi dengan cara membacanya setiap hari, tapi 
malah menyimpannya di tempat yang tinggi. Al-Qur’an telah masuk daftar pustaka 
yang hanya panjang tanpa dibaca.
 
Sangat disayangkan memang, orang tua tidak lagi peduli dengan kemampuan anaknya 
membaca dan memahami Al-Qur’an. Jika pun ada orang tua yang peduli pada 
Al-Qur’an, mereka pun mendapat kendala dari perangai anak-anak yang malas saat 
disuruh belajar baca Al-Qur’an.
 
Anak-anak lebih suka menonton film kartun di televisi, daripada belajar dan 
memahami Al-Qur’an sebagai bekal kehidupannya di kemudian hari. Bahkan saat 
disuruh menghapal 
Al-Qur’an khususnya surat pendek, banyak anak-anak kewalahan. Tapi saat disuruh 
menghapal sebuah lagu, dalam waktu cepat mereka berhasil menghapal di luar 
kepala.
 
Agar generasi yang akan datang tidak makin hancur, maka semua elemen umat Islam 
harus bersatu padu untuk mewariskan Al-Qur’an pada anak-anaknya. Caranya tidak 
lain dengan mengajarkan anak dengan serius, segala hal yang berkaitan dengan 
Al-Qur’an.
 
Supaya ia bisa menjaga Al-Qur’an kala dewasa, maka kecintaan pada Al-Qur’an 
harus ditanamkan sejak usia dini. Orang tua harus mengenali karakter 
anak-anaknya, agar bisa menentukan metode yang cocok bagi si anak.
 
Ada kalanya anak-anak menjadi cepat daya tangkapnya, ketika mendengar ceramah, 
mendengar suara ataupun melihat secara  langsung.
 
Maka dari itu, orang tua harus pandai melihat potensi yang ada dalam diri 
anaknya. Buku berjudul Agar Anak Mencintai Al-Qur’an ini, tentunya dapat 
membantu orang tua dalam membuat anaknya mencintai kalam Allah. Tidak hanya 
saat anak-anak, buku ini juga memberi petunjuk kala anak sudah beranjak dewasa.
 
Apa pendekatan yang bisa dilakukan orang tua, agar anak-anaknya tetap 
terkontrol bacaan Qur’annya, dibeberkan dalam buku ini.
 
Bahkan ada beberapa pertanyaan atau sejenis kuisioner yang bisa mengevaluasi  
keberhasilan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Buku ini bisa menjadi 
pegangan semua ibu rumah tangga, karena banyak ilmu mendidik anak dituangkan di 
sini. Hendri Nova
 
Resensi ini telah dimuat di Singgalang, Minggu 5 April 2009/9 Rabiul Akhir 1430 
H.
 
 
Judul Buku:  Agar Anak Mencintai Al-Qur’an
Penulis:  Dr. Sa’ad Riyadh
Penerbit:  Pustaka Al-Kautsar
Cetakan : Pertama, Agustus 2008
Tebal : 118 Halaman
Harga : 20.000,-
 
 
Kunjungi kami di :
 
www.kautsar.co.id
 
 
 
 
 
 

 


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke