Namaku Sitti Hawwa.  Aku punya Bunda yang pintar bercerita.  Tentang peri-peri, 
dongeng putri-putri, juga kisah para nabi.  

      Sitti Hawwa, seorang perempuan yang dibesarkan dengan dongeng Bundanya, 
sangat percaya bahwa di luar sana ada Adam untuknya. 
 
      Bukan Adam yang membuat kupu-kupu terbang di dalam perutnya, membuat 
jantungnya berdebar tidak karuan, atau menjadikannya gagap bila bicara.  
Melainkan Adam yang akan membuatnya merasa nyaman membicarakan apa pun, tanpa 
gagap, dan pada suatu detik yang menentukan, akan mengetuk pintu.  Ia akan 
mendengar suara nyanyian berputar-putar di kepala, begitu lembutnya  sampai ia 
tidak tahu itu lagu apa, tapi ia akan merasa sangat yakin bahwa dialah Adam 
yang ditakdirkan baginya.

       Kemudian Hawwa bertemu dengan Adamnya, seseorang dari masa lalu, saat ia 
masih mempertanyakan apa dan kenapa. Lelaki yang nama dan sosoknya pernah 
tenggelam ke dasar ingatan, tapi tak pernah benar-benar hilang.  Lelaki di 
sebelah rumah.  Lelaki yang setiap pulang sekolah, selalu ia sambut dengan 
suara cadelnya, "Ada apa di ujung pelangi?" 
      "Kenapa ayam tak pelnah bisa telbang tinggi?"

      "Apakah sulga juga jadi tempat kucingku pelgi setelah ia mati?"


      Lelaki yang berusia tujuh tahun lebih tua darinya dan selalu punya 
jawaban untuk setiap pertanyaan kekanakannya. 

      Kemudian muncul Malik, teman kecilnya. Hawwa tertarik dengan aliran agama 
Islam yang dianut Malik dan setuju saat diajak bergabung. Namun, aliran yang ia 
ikuti lama-kelamaan menunjukkan arah yang sesat.  Didirikan atas nama Islam, 
tapi penduduknya tidak salat dan tidak naik haji, serta tidak percaya pada jin 
dan malaikat.  Anak-anak diajak untuk durhaka pada orang tua.  Negara yang 
menghalalkan mencuri dan membunuh atas nama Tuhan.  Hawwa memutuskan untuk 
keluar dari negara itu.  Ia menyampaikan keinginan tersebut pada Malik.

      Kalau begitu, jangan salahkan atas apa yang akan terjadi padamu.  
Hati-hati Hawwa, kamu tidak tahu seberbahaya apa organisasi yang sedang kamu 
hadapi ini.

      Hawwa mulai mendapat teror demi teror.  

      Akhirnya, Hawwa memutuskan untuk menceritakan keterlibatannya ini pada 
Sandra, sahabatnya, dan Adam.  Ia pikir, dengan begitu, ia akan terlindungi.  
Ternyata tidak.  Ia berhasil diculik dan disekap entah di mana, menjadikannya 
nyaris gila. 

Judul           : Tinta Cinta Siti Hawwa
Penulis         : Dellafirayama
Ukuran          : 13x20. cm

DAPATKAN DISKON SEBESAR 30%* dengan  membawa cetakan halaman ini jika Anda 
berbelanja pada Toko Buku Serambi Offline yang bertempat di:
Jln. Kemang Timur Raya No. 16, Kemang, Jakarta Selatan 12730
Telp: 021-7199621

Untuk informasi lebih lanjut klik: www.penerbitzaman.com
*Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya.





Kirim email ke