Resensi
Ketika Partai Islam Tak Berorientasi Aliran
Negeri ini dibangun lewat jasa besar umat Islam. Pengorbanan mereka berhulu
dari tetesan darah yang mengalir dari ratusan medan hingga ke hilir. Tetapi
mengapa umat isalam yang mayoritas tidak bisa menentukan agenda kebijakan dalam
perubahan di Indonesia?
Politik Islam di Indonesia dari masa penjajahan hingga sekarang selalu
mengalami kegagalan. Apa sebabnya? Ada dua faktor yang mempengaruhi. Pertama,
terjadinya fragmentasi di dalam. Kedua, adanya Islam fobia (ketakutan terhadap
Islam). Realitas inilah yang dihadapi para pemimpin Islam Indonesia dalam
mengartikulasikan bahasa politik yang paling tepat dan paling menguntungkan
umat Islam.
Pergulatan perjuangan politik umat Islam di Indonesia tak pernah sepi untuk
dibahas. Denyutnya masih terasa hingga kini, ketika gelegar reformasi mendero
ke seantero negeri membawa berjuta perubahan, dari yang positif maupun yang
negatif.
Yang tak bisa dilupakan, negeri ini dibangun lewat jasa besar umat Islam.
Pengorbanan mereka berhulu dari tetesan darah yang mengalir dari ratusan medan
hingga ke hilir. Pertanyaannya, mengapa umat Islam yang mayoritas tidak bisa
menentukan agenda kebijakan dalam perubahan di Indonesia? Atau, mengapa umat
Islam yang secara statistik begitu dominan, tidak bisa dominan secara politik?
Jawaban atas pertanyaan itu sesungguhnya sudah disiratkan oleh bunyi pertanyaan
sendiri. Umat Islam memang mayoritas, tapi manakala tak mampu merebut posisi
sebagai penentu, maka mereka tak akan menentukan apapun, termasuk agenda
kebijakan dan perubahan.
Sementara itu hubungan antara umat Islam dan pemerintah berkuasa selalu
mengalami fluktuasi yang radikal. Satu masa menjadi mitra yang sangat
mesra-seperti dalam menumbangkan Orde Lama dan menghabisi partai yang dianggap
sebagai musuh negara. Namun di fase berikutnya, ranah politik menjadi medan
perjuangan yang melelahkan bagi para praktisi politik Muslim.
Penulis berupaya melakukan penelitian serius tentang gejolak perpolitikan umat
Islam di Indonesia, sejak zaman kemerdekaan hingga di era reformasi. Menggali
akar problematika politik Umat Islam yang sampai sekarang belum memperoleh
hasil maksimal, di mana setiap elemen umat dapat mematut diri, berkaca dengan
sepenuh ketawadhuan serta bisa mengambil hikmah dari telaga sejarah agar jangan
sampai jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kali.
Dalam buku ini ditampilkan sebuah ”adegan” yang menyambungkan setiap penggalan
itu menjadi gambar yang hidup. Penulis dengan kemampuannya berusaha
menggabungkan analisis politik dengan pendekatan sejarah yang cukup terjaga
sehingga analisis dalam buku ini punya potensi untuk digunakan sebagai
penjawab, bukan saja pertanyaan-pertanyaan ”apa” dan ”mengapa” melainkan juga
”bagaimana”. Erlan Sukmaraja
Resensi ini telah dimuat di Gozian edisi kelima Vol.01 Februari
2009/Shafar-Rabiul Awal 1430
Judul Buku : Akar Konflik Politik Islam di Indonesia
Penulis : Dhurorudin Mashad
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan : Pertama
Tebal : xxiv+336 Halaman
Harga : Rp. 66.000,-
Kunjungi kami di :
www.kautsar.co.id
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer