Salam...

Sebagian besar orang-orang sering menuangkan pikiran nya kedalam bentuk 
tulisan, perkataan, obrolan, isyarat dan lain sebagainya. Pikiran yang 
disampaikan itu tentu beraneka ragam adanya, ada yang kelihatannya bagus dan 
masuk akal, Ada juga yang kelihatan bagus tapi tidak masuk akal, ada juga yang 
kelihatannya tidak bagus tapi masuk akal dan ada juga yang tidak bagus dan 
tidak masuk akal pula J... 

 

Sekarang bagaimana cara kita untuk membedakan manakah buah pikiran yang bagus 
dan manakah buah pikiran yang ngaco? 

 

Untuk membedakannya kita bisa menggunakan atau menerapkan  patokan-patokan dan 
hukum-hukum logika yang sudah ada. Hukum, patokan dan rumus logika sering juga 
disebut dengan Asas Berpikir. 

 

Asas sebagaimana kita ketahui adalah pangkal atau asal dari mana sesuatu itu 
muncul dan dimengerti, atau bisa juga disebut sebagai pondasinya sesuatu dimana 
sesuatu itu bermula. 

Dalam hal 'asas pemikiran' , maka yang disebut dengan asas pemikiran adalah 
pengetahuan dimana pengetahuan lain muncul dan dimengerti. Kapasitas asas ini 
bagi kelurusan berpikir adalah mutlak, dan salah benar nya suatu pemikiran 
tergantung kepada salah benarnya asas-asas ini. Ia adalah dasar daripada 
pengetahuan dan ilmu.

 

Asas berpikir itu dapat dibedakan menjadi 3 asas,

 

Pertama, Asas Identitas (Principium Identitatis) yaitu sebuah patokan dasar 
yang paling mendasar. Patokan yang dipatok oleh asas identitas mengatakan bahwa 
segala sesuatu itu adalah dirinya sendiri BUKAN yang lainnya. Contohnya, Jika 
kita mengakui bahwa sesuatu itu adalah A, maka ia adalah A,  bukan B, C, D, 
ataupun yang  lainnya. Identititas A adalah A sendiri.

 

Kalau kita mengakui nama pacar kita adalah Siti, maka yang dimaksud dengan nama 
Siti adalah Siti yang menunjukkan identitas seseorang yang menjadi pacar kita 
itu, bukan Siti yang lainnya dan bukan pula Siti yang isterinya tetangga J 

 

Kedua, Asas Non kontradiksi (Principium contradictoris) yaitu sebuah aturan 
dasar yang mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu TIDAK MUNGKIN sekaligus 
sebagai pengakuan terhadap sesuatu itu. Misal kita mengatakan benda itu BUKAN 
A, maka tidak mungkin sekaligus kita mengakui benda itu adalah A sebab 
realitasnya A yang kita maksud adalah A yang sama sebagaimana yang dimaksud 
oleh Asas Identitas, bahwa segala sesuatu itu adalah dirinya sendiri.

 

Dengan kata lain bisa dirumuskan bahwa tidak mungkin dua kenyataan yang 
kontradiksi menyatu secara bersamaan sekaligus dan simultan. Tidak mungkin 
menyatu realitas kontradiktif sekaligus pada detik yg sama, tertawa sekaligus 
menangis, pergi sekaligus tidak pergi dan seterusnya. Asas berpikir pada 
patokan ini mengatakan bahwa "Tidak ada pernyataan yang sekaligus benar dan 
salah"

 

Ketiga, Asas penolakan kemungkinan ketiga (Principium exlusi tertii) yaitu 
sebuah aturan mendasar yang mengatakan bahwa antara pengingkaran dan pengakuan 
maka kebenaran terletak pada salah satunya.  Pengakuan dan pengingkaran 
merupakan pertentangan mutlak, karena itu disamping tidak mungkin benar 
keduanya juga bisa dipastikan tidak mungkin salah keduanya. Asas ini menolak 
kemungkinan ada kebenaran yang ketiga. 





Salam,





Iman K.

www.parapemikir.com


Kirim email ke