HTML clipboard

 


Ketika China Menginspirasi Eropa

 

Resensi Buku 1434 (Gavin 
Menzies)

Majalah Madina 
| No. 17/II Juni 2009 | Oleh Moh. Shofan*

 
 
 

Buku 1434, yang ditulis oleh Gavin 
Manzies, membawa pembaca naik ke atas armada China yang mengagumkan saat armada 
tersebut berlayar dari China menuju Cairo dan Florensia, dan kemudian pulang 
kembali melintasi dunia. Dengan bukti-bukti baru yang sangat meyakinkan, Gavin 
dalam buku ini memberikan informasi yang mencengangkan. Buku ini boleh dibilang 
menawarkan sejarah alternatif dari versi resmi yang berpusat di Eropa. Dalam 
buku ini, justru delegasi Cheng Ho-lah yang menunjukkan jalan menuju Renaisans.

 

Florensia–sebuah kota kecil di Italia–merupakan 
lahan subur yang ideal bagi benih-benih intelektual China. Cheng Ho dan 
armadanya telah menghabiskan waktu dua tahun untuk mempersiapkan keberangkatan 
mereka dari China dan hampir tiga tahun untuk mencapai Florensia (hal. 158). 
Dari Florensia inilah bermunculan genius-genius hanya dalam rentang waktu 
beberapa tahun saja. 

 

Hubungan antara China dan dunia Barat telah 
dimulai lama sebelum 1434. Ini terbukti dengan adanya sebuah dokumen China 
tentang keberadaan Kedutaan Besar Roma pada 166 Masehi. Sebuah buku dinasti 
Ming 
menegaskan adanya pertukaran diplomatik yang berkelanjutan antara dinasti Ming 
di China dan gereja Katholik di Italia yang dimulai sejak 1371. Setelah 1371, 
hubungan diplomasi antara China dan Eropa bagaikan jalan dua arah, dengan 
adanya 
pertukaran duta besar antara Negara Kepausan dan China.

 

Dari 1413 hingga 1470, Florensia telah 
menghasilkan serangkaian karya yang begitu megah sampai-sampai hampir enam abad 
kemudian masih sanggup membuat dunia terperangah (hal. 93). Kurang lebih pada 
masa ini, menurut sejarawan seni Bernard  Berenson, seni dan kerajinan tangan 
Asia Timur mulai menyerbu Italia. 

 

China yang saat itu merupakan peradaban yang 
secara teknologi paling maju di dunia memercikkan bunga api yang mengobarkan 
renaisans di Eropa. Renaisans membawa kegairahan yang melahirkan banyak genius 
mengagumkan. 

 

Regiomontanus–nama latin Johann Muller–adalah 
seorang genius dalam matematika dan astronomi pada masa itu. Regiomontanus 
berhasil melakukan falsifikasi tentang ramalan sistem Ptolemeus lama mengenai 
perjalanan bulan dan planet-planet, yang dinilainya tidak dapat bertahan 
terhadap penelaahan kritis. Penemuan yang paling mencengangkan adalah gagasan 
revolusioner bahwa bukanlah bumi yang berada di pusat alam semesta, melainkan 
matahari. 

 

Beberapa karya Regiomontanus tentang tabel-tabel 
sinus, trigonometri bola, serta tabel-tabel Ephemerides ab Anno, memiliki 
nilai tak terkira pentingnya dalam memungkinkan para pelaut Eropa menentukan 
garis lintang dan bujur serta posisi mereka di laut. Kegeniusan Regiomontanus 
semakin mengagumkan ketika pada 1450 ia menghasilkan peta Eropa pertama dengan 
garis lintang dan bujur yang akurat.

 

Satu hal yang patut diapresiasi, Menzies berani 
mengevaluasi prestasi sosok brilian seperti Regiomontanus tanpa tedeng 
aling-aling. Keberanian Gavin tak membuatnya takut disebut sebagai orang 
yang sombong oleh para ahli matematika profesional. Gavin dengan cerdas 
memaparkan data-data sejarah secara akurat yang telah dilakukannya selama 
bertahun-tahun. 

 

Begitulah, Gavin menunjukkan bahwa delegasi 
Cheng Ho telah membuka jalan Dunia Baru dan juga memberi bangsa Eropa 
pengetahuan yang memungkinkan mereka menghitung garis lintang dan bujur guna 
mencapai Dunia Baru. Selama periode empat puluh tahun setelah kunjungan bangsa 
China pada 1434, pengetahuan tentang alam semesta di Eropa diubah sama 
mendasarnya seperti pengetahuan tentang bumi.

 

Alam sebagai sebuah sistem rasional dapat 
dijelaskan lewat matematika. Semangat keingintahuan baru ini diterapkan pada 
semua aspek kehidupan–fisika, matematika, ilmu alam, dan teknologi, serta tidak 
ketinggalan seni dan agama. Semuanya dapat dijelaskan tanpa membutuhkan restu 
dari Gereja. Berbeda dengan kenyataan sebelumnya yang terbelenggu oleh dogma 
agama.

 

Revolusi yang lantas kita sebut sebagai 
renaisans ini dicetuskan oleh kombinasi antara penularan ilmu pengetahuan 
besar-besaran dari bangsa China ke Eropa dan kenyataan bahwa penularan itu 
terjadi dalam satu rentang masa yang singkat. Buku 1434 ini menggugah 
kesadaran kita dan mengubah cara berpikir kita dalam melihat dunia. 

 

* Moh. Shofan, Peneliti Yayasan 
Paramadina Jakarta 

____________________________

 

DATA BUKU

Judul               
: 1434 
Saat Armada Besar China Berlayar ke Italia dan Mengobarkan Renaisans

Penulis           
: Gavin 
Menzies

Penerjemah     : Kunti Saptoworini

Editor               : Indi 
Aunullah

Genre              : 
Sejarah

Cetakan           : I, 
April 2009

Ukuran             : 15 
x 23 cm

Tebal              
: 430
halaman

Harga              : Rp. 89.000,-



==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21  7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id




      

Kirim email ke