Salam...

Ah dasar orang batak! Orang batak itu tidak seperti orang jawa yang ngomongnya 
halus. Orang batak ngomongnya kasar, karena orang batak kebanyakan dari Medan. 

Pernyataan seperti itu sering kita dengar dan kebanyakan dari kita sudah tidak 
mempersoalkan kalimat itu terkecuali jika kita sedang tidak mood dan mudah 
tersinggung maka kita akan mempersoalkannya secara alami ( logika Natural ). 

Sebenarnya kenapa sebagian orang bisa tersinggung dan kenapa sebagian lainnya 
menganggap pernyataan seperti itu biasa-biasa saja?

Mengenai kenapa sebagian orang tidak mau tau dan tidak mau mempersoalkan isi 
pernyataan seperti itu, pastilah jawabannya beragam dan jawaban mereka mudah 
ditebak, yaitu karena pengaruh pergaulan. (baca : karena diantara teman-temanya 
(juga) ada yang pernah ngomong begitu : )

Tapi bagi mereka yang mempersoalkannya secara alami, mereka bisa melihat bahwa 
pernyataan seperti itu sebenarnya mengandung "nilai salah"  dan karenanya 
mereka protes. 

Bagaimana mereka bisa mengira-ngira kalau pernyataan seperti itu sebenarnya 
mengandung "nilai salah" ? Tentu saja karena setiap orang sesungguhnya 
mempunyai logika (logika natrual) yang bisa membedakan mana yang benar dan mana 
yang salah secara alami.

Kalau memang betul ada sesuatu yang salah disitu, maka pertanyaannya adalah 
salahnya dimana? 

Mari kita lihat.

Bagi  ilmu logika, perkara seperti itu menjadi bahan kajian khusus. Logika 
sangat berkepentingan untuk membedakan makna kata-kata yang diselipkan didalam 
kalimat seperti itu untuk memeriksa maksud sipenutur. Bagi logika memperhatikan 
objek yang dibicarakan tersebut sangat penting, apakah yang dimaksud adalah 
sifat objek atau diri si objek.

"Orang jawa, Orang batak" yang disinggung dalam kalimat diatas bisa dibedakan 
dalam dua pengertian kata, yaitu pengertian abstrak dan konkret. 

Bagi ilmu logika, suatu kata dianggap mempunyai pengertian abstrak jika kata 
itu menunjuk kepada sifat, keadaan dan kegiatan yang dilepas dari objek 
tertentu. Misalnya : Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan dan 
lain lain.

Dan suatu kata mempunyai pengertian konkret apabila ia menunjuk kepada suatu 
benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu seperti : Mobil, 
Motor, TV, Meja, Kursi, Orang batak itu, Orang Jawa itu, Rumah dan lain-lain.

Kata 'orang batak' dan 'orang jawa' jika dimaksudkan adalah sekelompok orang 
yang tinggal di Medan atau di Jawa Tengah, maka dia akan bermakna konkret. 
Konkret,  karena jelas yang dimaksudkan adalah tentang keberadaan (eksistensi) 
sekelompok orang.

Tetapi jika maksud sipenutur adalah tentang sifat, cara dan sikap hidup orang 
jawa dan orang batak, maka pengertian kata tersebut berubah menjadi kata 
abstrak.

Sebaliknya, Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan juga bisa 
berubah maknanya menjadi kata konkret jika ia menunjuk kepada suatu benda, 
orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu.

Untuk memudahkan kita dalam membedakan pengertian kata abstak dan konkret, 
berikut ini adalah contoh kata yang mempunyai pengertian konkret :

Kebaikan anda tidak mungkin terlupakan.
Kesempurnaan lukisan ini mengagumkan banyak pengunjung.
Kekayaan Bill Gate bernilai Milyaran Dollar.
Kenakalan remaja membikin gerah Pemda DKI.

Sedangkan pada pernyataan berikut ini, pengertian kata-kata yang bergaris 
miring dan tebal itu berubah menjadi kata Abstrak :

Kebaikan adalah perbuatan yang sangat diharapkan.
Kesempurnaan adalah tanda kesungguhan dalam berusaha dan berkarya.
Kekayaan dapat membuat orang lupa kepada Tuhan
Kenakalan adalah sikap yang perlu mendapat perhatian khusus.

Kepiawaian dalam membedakan makna konkret dan abstark ini sangat berguna dalam 
banyak kajian sosial, politik, agama dan filsafat. Sering dimilist yahoogroups 
kita memperhatikan orang 'sekenanya' saja 'memukul rata' dalam persoalan yang 
terjadi dimasyarakat dengan mengatakan, "Indonesia susah maju karena korupsi" . 

Satu orang yang korupsi dinisbah-kan (dikaitkan) kepada semua orang yang 
tinggal diindonesia karena hanya kesalahan dalam membedakan kata 'indonesia' 
antara satu orang dengan yang lainya.

Sampai disini mungkin sudah sedikit jelas bagi kita, beberapa pengertian kata 
yang bisa kita gunakan dalam berdiskusi, selanjutnya nanti akan kita bahas 
pengertian kata mutlak dan relatif 




Salam,


Iman K.
www.parapemikir.com

Kirim email ke