HTML clipboard

 

1 4 3 4 

 
Resensi Buku 1434 (Gavin Menzies)

Republika | Minggu, 
21 Juni 2009 | Oleh Redaktur Republika
 
 

Renaissance dalam bahasa Prancis berarti terlahir 
kembali. Dimulai sekitar abad ke-13 di benua Eropa. Revolusi budaya tersebut 
mempengaruhi dan bahkan meletakkan dasar perputaran kehidupan masyarakat dunia 
hingga kini. Akademisi percaya bahwa gerakan renaisans dimulai di Florensia, 
Italia.



Gerakan tersebut mencakup kebangkitan kembali pengetahuan-pengetahuan alam, 
sastra, dan seni. Masa pencerahan kembali ini kemudian melahirkan ilmuwan dan 
seniman ternama seperti Leonardo Da Vinci, Galileo Galilei, Toscanelli, atau 
Alberti. Kontribusi teori, pemikiran, dan penemuan mereka yang kemudian 
mengubah 
wajah Eropa yang sebelumnya diselimuti kegelapan. Banyak literatur mengarahkan 
bahwa gerakan renaisans terjadi karena ditemukannya kembali nilai-nilai dan 
pemikiran Yunani dan Romawi klasik.



Namun, seorang veteran Angkatan Laut Inggris, Gavin Menzies, justru 
mengungkapkan bahwa percikan api renaisans disebabkan oleh kedatangan bangsa 
Cina ke benua Eropa pada sekitar 1434. Dalam bukunya yang berjudul 1434 
(edisi bahasa Indonesia diterbitkan Pustaka Alvabet, 2008), dia menjelaskan 
pelayaran besar-besaran yang dipimpin Laksamana Cheng Ho memberikan kontribusi 
besar dalam sebuah revolusi budaya di Eropa itu. Banyak buku dan alat mekanik 
yang ditinggalkan bangsa Cina di Eropa. 



Cina berbagi informasi dengan Eropa tentang astronomi, geometri, matematika, 
pemetaan, mesin-mesin pendukung manusia, serta mesin-mesin perang. Peta yang 
dibuat bangsa Cina juga disebutkan merupakan sumber penuntun bagi Columbus dan 
para kapten kapal lain dari Eropa untuk menemukan Amerika.



Dalam analisis yang dibentuk oleh Gavin melalui bukunya, yang juga didukung 
oleh 
beberapa penelitian yang lain, pada 1430 Kasiar Muda Cina memerintahkan Cheng 
Ho 
dan laksamana yang lain berlayar ke daratan Eropa. Tujuannya membawa berbagai 
hadiah dari negeri Cina dan memberitahaukan pemimpin di dataran tersebut untuk 
mengakui kekuasaan kaisar Cina.



Selama satu tahun Cina mempersiapkan pelayaran besar-besaran itu. Kapal-kapal 
berukuran raksasa sampai yang terkecil dibangun dengan teliti dan seksama. 
Kayau-kayu kokoh terpilih dipakai sebagai tiang utama kapal agar tahan terhadap 
ganasnya lautan dan melindungi para duta besar bangsa Cina ketika berlayar. 
Tidak ada jumlah pasti armada yang dipimpin oleh Cheng Ho, namun angkanya bisa 
mencapai ratusan. Kapal-kapal itu kemudian diisi dengan sutra, porselin, dan 
berbagai kekayaan lainnya dari bangsa Cina.



Cheng Ho terpilih menjadi laksamana utama yang memimpin ratusan kapal tersebut 
karena kemampuannya yang luar biasa di lautan. Laksamana Muslim tersebut 
sebelumnya pada 1421 sudah melakukan pelayaran dan menemukan benua Amerika 
sebelum bangsa Eropa (tertulis secara rinci pada buku pertama Gavin Menzies, 
1421). Saat itu ilmu ukur Cina sudah sangat maju, bahkan mereka sudah mampu 
menciptakan peta lengkap yang menggambarkan seluruh dunia.



Termasuk di dalam kapal-kapal tersebut, buku-buku yang menjelaskan tentang 
geometri, ilmu ukur, dan desain-desain alat-alat mekanis. Ketika armada Cina 
tiba di Florensia dan disambut oleh Paus Eugenius IV pada 1434, pertukaran 
budaya pun terjadi. Ilmuwan-ilmuwan dari kedua bangsa tersebut saling bertukar 
informasi. Beberapa di antaranya adalah Tuscanelli dan Alberti. Karya dari nama 
yang disebutkan terakhir itulah yang kemudian memengaruhi pola pemikiran dan 
penciptaan Leonardo Da Vinci. 



Meski Alberti tertutup terhadap sumber ilmu pengetahuan yang didapatkannya, 
tetapi sejarah (seperti yang dituliskan Gavin) mengatakan saat duta besar Cina 
datang pada 1434, Alberti saat itu adalah sekretaris Paus. Besar kemungkinan 
pertukaran informasi telah terjadi saat itu.



Lebih lanjut, Gavin mencantumkan berbagai bukti keterkaitan teknologi bangsa 
Cina yang dibawa pada 1434 itu terhadap munculnya percikan renaisans lewat alat 
ciptaan Leonardo Da Vinci. Roda-roda gigi yang digambarkan oleh pelukis 
Monalisa itu digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin, ternyata sudah 
digunakan oleh bangsa Cina sejak 200 SM. 



Da Vinci juga banyak menggambar desain yang menampilkan mesin terbang berawak, 
terutama helikopter dan parasut. Padahal di negeri Cina, layang-layang ataupun 
parasut serta teori awal helikopter sudah ditemukan ratusan bahkan ribuan tahun 
sebelum Leonardo menggambarkannya. Salah satu keterkaitan bentuk desain 
Leonardo 
dengan yang sudah dilakukan bangsa Cina adalah melalui karya dan pemahaman 
Alberti, seseorang yang pernah bertemu duta besar China di tahun 1434.



Melalui buku setebal 430 halaman ini, Gavin tidak hanya menjelaskan analisis 
dari pengalamannya berkeliling dunia. Dia juga menambahkan berbagai teori dari 
ilmuwan lain yang mampu menunjukkan keterkaitan renaisans dengan kedatangan 
bangsa Cina di Eropa. Sebuah pemikiran komprehensif yang kemudian diperkuat 
dengan teori yang sudah ada.



Meskipun begitu, buku ini bukannya hadir tanpa kekurangan. Pada bagian awal 
hingga masuk ke bagian pertengahan, Gavin justru lebih banyak bercerita tentang 
sistem navigasi dan perkapalan. Seakan setengah buku ini juga dipakai untuk 
memperkuat analisisnya tentang penemuan benua Amerika oleh bangsa Cina pada 
buku 
pertamanya. Hal ini jelas sekali terlihat ketika Gavin banyak sekali 
mengungkapkan pedebatan-perdebatan tentang peta dunia yang dibuat oleh bangsa 
Cina dan peta yang dibuat oleh bangsa Eropa. Dengan panjang lebar dia 
menjelaskan permasalahan peta tersebut membuatnya lupa tentang inti topik buku 
yang dia tulis. 



Selain itu, cara pemaparannya tentang peta dunia dan konsep navigasi yang 
terlalu teknis justru membuat pembaca terlalu lama untuk sampai pada masalah 
utama tentang renaisans. Bentuk pemaparan ini memang bisa dimaklumi karena 
latar 
belakang karier Gavin yang seorang Angkatan Laut.

 

________________________________ 

 

DATA BUKU

  Judul                : 1434: Saat Armada 
  Besar China Berlayar ke Italia dan Mengobarkan Renaisans 


  Penulis             
  : Gavin Menzies 


  Penerjemah      : Kunti Saptoworini

  Editor               : Indi Aunullah

  Genre               : Sejarah

  Cetakan           : I, April 2009

  Ukuran             : 15 x 23 cm (plus flap 8 
  cm)

  Tebal                : 452 halaman

  ISBN               : 978-979-3064-74-1

  Harga               : Rp. 89.000,-

 


==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21  7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id




      

Kirim email ke