Wanita-wanita
dalam Al-Qur'an
Penulis Dr. Abdurrahman Umairah
Di balik setiap sejarah besar ada tokoh-tokoh besar dan dibalik tokoh-tokoh
besar itu selalu ada seorang wanita agung. Wanita agung itu biasanya satu dari
dua, atau dua-duanya sekaligus; sang ibu atau sang istri. Bahwa prestasi
seorang tokoh, lahir ketika seluruh energi dalam dirinya bersinergi dengan
momentum di luar dirinya; tumpah ruah bagai banjir besar yang tidak terbendung.
Dan tiba-tiba sebuah sosok telah hadir dalam ruang sejarah dengan tenang.
Wanita bagi banyak tokoh besar adalah penyangga spiritual, sandaran emosional;
dari sana mereka mendapat ketengan dan kegairahan, kenyamanan dan keberanian,
keamanan dan kekuatan.
Wanita; ibu dan istri adalah kekuatan emosi. Mereka ibarat padang jiwa yang
luas dan nyaman, tempat kita menumpahkan sisi kepolosan dan kekanakan kita,
tempat kita bermain dengan lugu dan riang, saat kita melepaskan
kelemahan-kelemahan kita dengan aman, saat kita merasa bukan siapa-siapa, saat
kita menjadi bocah besar. Itu sebabnya Umar bin Al Khathab mengatakan, ”Jadilah
engkau bocah di depan istrimu, tapi berubahlah menjadi leleki perkasa ketika
keadaan memanggilmu. Para tokoh selalu mengenang saat-saat indah ketika ia
berada dalam pangkuan ibunya, dan selamanya ingin begitu ketika terbaring dalam
pangkuan istrinya.
Siapakah yang pertama kali ditemui Rasulullah setelah menerima wahyu pertama
dan merasakan ketakutan luar biasa? Khadijah! Maka ketika Rasulullah ditawari
dan menikah setelah Khadijah wafat, beliau mengatakan; ”Dan siapakah wanita
yang sanggup menggantikan peran Khadijah?” Buku ini menggambarkan kebesaran
wanita-wanita hebat, semisal Khadijah. Karena mereka, ayat-ayat suci itu turun,
dan dari rahim mereka pula telah lahir orang-orang besar yang telah membuat
sejarah besar.
Penerbit : Pustaka AI-Kautsar
Cetakan : Pertama, juni 2009
Terbit : JUNI 2009
Tebal : 448 Halaman
Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com