Pementasan Teater Ladang Perminus dan Lomba Penulisan Anti Korupsi tingkat SMA Kepada kawan-kawan anggota milis, Mohon disebarluaskan ke sekolah-sekolah, guru dan siswa-siswa SMA di Jakarta, Bandung dan sekitarnya. Seluruh pertunjukan siang hari hanya diperuntukkan khusus untuk pelajar yang mengikuti lomba penulisan dan dibatas maksimal 20 orang (18 siswa dan 2 guru pendamping) per sekolah. Gratis dan tidak dipungut biaya. Informasi lengkap silahkan kunjungi www.teater-perminus.blogspot.com atau HP 0811182301 Terima kasih TERM OF REFFERENCE LOMBA PENULISAN OPINI “ANTI KORUPSI” TINGKAT SMA JAKARTA – BANDUNG DAN SEKITARNYA PENGANTAR Perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme yang sudah sangat mengakar di berbagai lapisan birokrasi dan instusi pemerintahan, memerlukan upaya-upaya pencegahan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat. Upaya strategis yang masih memerlukan dukungan masyarakat secara luas adalah menumbuhkan semangat anti korupsi pada kalangan generasi muda sehingga di masa depan, secara pasti bangsa kita benar-benar akan terbebas dari praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini, setidaknya telah berhasil menciptakan kondisi yang membuat para koruptor besar menahan aksi-aksi korupsi mereka. Namun apa yang dilakukan KPK baru menyentuh sebagian kecil saja dari permasalahan korupsi dan upaya-upaya pemberantasannya. Tanpa dukungan kongkrit dari masyarakat, entah itu hanya berupa upaya minimal tidak mendukung praktik korupsi sampai upaya yang lebih besar seperti melakukan kampanye anti korupsi sendiri, KPK akan kewalahan memerangi korupsi. Salah satu contoh kampanye anti korupsi yang dilakukan atas inisiatif sendiri adalah pementasan teater “Ladang Perminus” oleh sejumlah seniman yang berkolaborasi dengan sejumlah LSM. Naskah “Ladang Perminus” karya Ramadhan KH menceritakan kasus korupsi di bidang migas pada masa lalu enjadi sebuah media untuk mengajak masyarakat ikut bersama-sama melawan korupsi. Jalan kebudayaan untuk mengkampanyekan berbagai persoalan sosial bisa lebih efektif karena sifatnya yang lebih persuasive. Bertolak dari pementasan Ladang Perminus yang sudah digelar di Bandung dan Jakarta pada bulan Agustus 2009 dengan fokus penonton siswa SMA, akan diadakan sebuah lomba penulisan opini untuk siswa SMA yang menjadi penonton pementasan teater Ladang Perminus. TUJUAN Tujuan lomba ini terkait dengan upaya untuk menumbuhkan semangat anti korupsi di kalangan generasi muda. Melalui lomba penulisan opini yang dikaitkan dengan pementasan teater Ladang Perminus, siswa SMA yang menonton selain terstimulus untuk melakukan apresiasi, juga dimotivasi untuk menuangkan pendapat mereka dalam bentuk tulisan opini. Diharapkan setidaknya setiap SMA mengirimkan satu tulisan dari siswa yang mereka tunjuk sehingga jika ada 120 SMA yang menonton, akan terkumpul 120-an tulisan yang mewakili opini generasi muda tentang korupsi. TEMA: Tema lomba penulisan opini ini tidak berhubungan langsung dengan cerita dalam pementasan teater Ladang Perminus karena pertunjukan tersebut hanya menjadi semacam “alat” untuk merangsang gagasan dan pendapat siswa SMA tentang korupsi. Tema untuk lomba penulisan ini adalah: 1. Korupsi dan Masa Depan Bangsa 2. Dampak Korupsi Terhadap Lingkungan Hidup 3. Jika Ada Seorang Koruptor di Keluarga Setiap peserta bebas memilih satu tema PERSYARATAN 1. Lomba hanya boleh diikuti oleh seorang siswa mewakili setiap sekolah yang diundang dalam pementasan Ladang Perminus dan diskusi pembahasan. Setiap sekolah yang terlibat diharapkan melakukan kompetisi penulisan internal dan hanya mengirimkan 1 orang pemenangnya mewakili setiap sekolah. 2. Tulisan harus merupakan karya asli siswa dan mendapatkan rekomendasi dari sekolah yang bersangkutan 3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di majalah sekolah maupun media umum 4. Peserta adalah siswa kelas 2, atau 3 yang masih aktif (bukan alumnus) 5. Panjang tulisan 3 sampai 5 halaman ketik computer, 1,5 spasi, font Times News Roman 12 poin 6. Bentuk tulisan adalah opini , bukan artikel ilmiah 7. Memakai bahasa Indonesia popular, tidak harus baku 8. Identitas dan alamat peserta ditulis di bagian bawah tulisan dengan jelas 9. Menyertakan foto kopi kartu pelajar 10. Naskah hardcopy dikirim via pos ke alamat panitia selambat-lambatnya 30 Agustus 2009. Sedangkan sebagai cadangan, naskah sofcopy dikirimkan melalui email ke [email protected] dengan ditulis subyek berita LOMBA LADANG PERMINUS (nama sekolah) selambat-lambatnya tanggal 30 Agustus 2009 11. Keputusan Juri mutlak dan tidak bisa digangu gugat 12. Dalam lomba penulisan ini, panitia tidak mengutip biaya apapun kepada peserta baik siswa maupun sekolah HADIAH Juara I : Rp. 1.000.000,- Juara II : Rp. 750..000,- Juara III : Rp. 500.000,- Juara Harapan I sampai VII masing-masing mendapatkan Rp. 300.000,- Tulisan yang mendapatkan juara I hingga Juara Harapan VII rencananya akan diterbitkan dalam buku beserta beberapa tulisan peserta lain yang dianggap layak. Seluruh peserta dan sekolah yang terlibat akan mendapatkan sertifikat dari penyelenggara. DEWAN JURI Indonesian Corruption Watch WALHI Perkumpulan Seni Indonesia DISKUSI Pembicara : Perwakilan ICW, Perkumpulan Seni Indonesia , WALHI, Mainteater dan Komisi Pemberantasan Korupsi. PENYELENGGARA Kerjasama antara Indonesian Corruption Watch, Perkumpulan Seni Indonesia, Perkumpulan Praxis, Mainteater Bandung dan WALHI ALAMAT SEKRETARIAT Jl. Salemba Tengah No. 39-BB, Jakarta 10440 Tel. 021 3156907, 3156908 Fax. 021 3900810 Mobile 0811182301 email: [email protected] www.teater-perminus.blogspot.com Pementasan LADANG PERMINUS Sinopsis Lakon Ladang Perminus yang diadaptasi dari novel karya Ramadhan KH berjudul sama, mengisahkan tokoh Hidayat, seorang bekas pejuang Angkatan '45 yang kemudian bekerja sebagai salah satu manajer pada perusahaan minyak negara bernama Perusahaan Minyak Nusantara (Perminus) Sebagai sosok yang jujur, cerdas, dan idealis, Hidayat menjalani hidup dan pekerjaannya dengan laku setia kepada hati nuraninya. Dia mencoba bertahan untuk tidak ikut melakukan....http://www.teater-perminus.blogspot.com/ Jadwal Pementasan Bandung 6-8 Agustus 2009 Pukul 14.00 WIB 6-7 Agustus 2009 Pukul 20.00 WIB GK Rumentang Siang Jl. Baranang Siang No.1, Kosambi, Bandung informasi: Zhu Khie Thian 0819 10334417 Jakarta 12-13 Agustus 2009 Graha Bhakti Budaya - TIM Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat pukul 14.00 dan 20.00 WIB informasi: Andi K Yuwono 0811 182301 RAMADHAN KH, penulis novel Ramadhan K..H. yang nama lengkapnya adalah Ramadhan Karta Hadimadja, dilahirkan di Bandung, pada 16 Maret 1927, dan meninggal di kediamnnya saat tinggal di Cape Town, Afrika Selatan pada 16 Maret 2006 setelah menderita kanker prostat selama kurang lebih tiga bulan. Ramadhan pernah bekerja selama 13 tahun sebagai wartawan Antara. Tetapi dia lalu minta berhenti karena tak tahan melihat merajalelanya korupsi. Tercatat sebagai mahasiswa ITB dan Akademi Dinas Luar Negeri di Jakarta, namun kedua-duanya tidak tamat. Dia juga pernah bertugas sebagai redaktur majalah Kisah, redaktur mingguan Siasat dan redaktur mingguan Siasat Baru. Semasa hidupnya Ramadhan terkenal sebagai penulis yang kreatif dan produktif. Ia banyak menulis puisi, cerpen, novel, biografi, dan menerjemahkan serta menyunting. Kumpulan puisinya yang diterbitkan dengan judul Priangan Si Djelita (1956), ditulis saat Ramadhan kembali ke Indonesia dari perjalanan keliling Eropa pada 1954. Kala itu, ia menyaksikan tanah kelahirannya, Jawa Barat, sedang bergejolak akibat berbagai peristiwa separatis. Kekacauan sosial politik itu mengilhaminya menulis puisi-puisi tersebut. Pada tahun 1965 Ramadhan sempat ditahan selama 16 hari di Kamp Kebon Waru, Bandung, bersama-sama dengan Dajat Hardjakusumah, ayah kelompok pemusik Bimbo yang saat itu menjabat pimpinan Kantor Antara Cabang Bandung. Keduanya ditahan karena dilaporkan bertemu A. Karim DP dan Satyagraha, pimpinan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat yang masa itu dianggap berideologi kiri dan mendukung G-30-S. Karena pertemuan itu keduanya dianggap pendukung G-30-S. Belakangan ia baru tahu bahwa mereka berdua difitnah kelompok lain agar dapat menguasai kantor Antara cabang Bandung. Sesudah 16 hari mendekam di tahanan, keduanya dibebaskan dan pimpinan pusat Antara memindahkannya ke Jakarta. Pada hari-hari terakhirnya, Ramadhan kembali menekuni kegemarannya di masa lalu, melukis. Salah satu tema lukisan kesayangannya ialah rangkaian pegunungan di belakang rumahnya di Cape Town. Ia meninggal dunia tepat pada peringatan hari ulang tahunnya yang ke-79. Ia meninggalkan istrinya, Salfrida, dua orang putra dari Tines, Gilang dan Gumilang, dan lima orang cucu. Ramadhan pernah mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain Southeast Asia (SEA) Write Award pada 1993. Pada 2001 ia diangkat menjadi anggota kehormatan Perhimpunan Sejarahwan Indonesia. Selain itu Ramadhan juga merupakan salah seorang anggota Akademi Jakarta. (Diolah dari wikipedia) Zhu Khie Thian mainteater program manager ph. 0819.1033..4417 022.7651.4291 www.mainteater.wordpress.com www.teater-dibawahlapisanes.blogspot.com www.teater-perminus.blogspot.com www.zhukhie.blogspot.com

