Cinta Seekor Singa (35 Tahun KJ Menyair)
Oleh: Kurniawan Junaedhie

ISBN : 9786028543194
Rilis : 2009
Halaman : 158p
Penerbit : Bisnis2030
Bahasa : Indonesia
Harga : Rp.42.600

Membaca Perjalanan Sajak-sajak KJ
Oleh: Handrawan Nadesul

Membaca... sajak-sajak Kurniawan Junaedhie sampai sekarang, seperti membaca 
kembali saat hari pertama kali ketemu KJ atau Jun –begitu saya biasa 
memanggilnya-- di Purwokerto lebih 30 tahun lalu. Saya kira mulut Jun tidak 
lebih lincah dari pikiran-pikiran yang mengalir dalam sajaknya. Saya sudah 
melihat sajak-sajak Jun waktu itu bukan sajak biasa.

Lebih 30 tahun kemudian, nyatanya saya tidak ingin berhenti membaca seluruh 
sajak produksi sampai tahun 2009 yang ia email dalam format Pdf. Tak kurang 
dari dua jam suntuk saya membaca semuanya, dengan beberapa kali ada yang perlu 
saya mengulang membacanya.

Membaca kembali sajak-sajak itu saya seperti sedang membaca kembali masa lalu 
milik banyak siapa, dan saya ikut meleleh begitu saja bersamanya. Enak juga 
rasanya melayang-layang bersamanya di sana, ketika sekarang hidup di luar 
habitat penyair saya sendiri makin merasa asing.

Jun memang istimewa. Masih seperti dulu, ia centil dalam pikiran, nakal dan 
liar imajinasinya, sajaknya mengalir sangat lentur dan encer, lalu mengena di 
hati. Kata orang, sajak tak perlu dimengerti, tapi dinikmati. Saya sudah 
menikmatinya.

Sajak Jun lahir dari momen pilihan yang ranum, yang dipungutnya dari mana-mana. 
Mungkin hanya cipratan kenangan, tidak dari awang-awang, bukan pula harus yang 
berbunga-bunga. Sajak-sajaknya sosok yang sederhana tapi buat saya sungguh 
menyentuh sekali.

Lebih dari itu, Jun jujur sekali. Tema-tema sajaknya milik siapa saja. Tapi 
bagaimana pikiran, perasaan, dan sikap Jun yang saya duga apa adanya terhadap 
tema yang dipungutnya bisa dari mana saja, dan entah kapan saja itulah yang 
menjadikannya bukan sajak biasa.

Imajinya kaya. Nuansa yang dibangunnya terstruktur mengantar kita menyelami 
ketajamannya membuahkan pikiran-pikiran, kedalamannya beremosi, dan 
keteguhannya bersikap. Sajak yang senantiasa terasa memberi gelegak, dan kita 
terpagut olehnya justru karena dituang seadanya, dengan jujur sekali.

Sekali lagi kekuatan saja-sajak Jun kesederhanaan menuangkan kecerdasannya 
berpikir tentang tema yang diusungnya. Jun saya kira penyair yang cerdas. 
Kecerdasan dalam menyair penting kalau sajak masih mau dibaca orang. Dan pada 
Jun amat ditunjang oleh pengalaman emosi, penggalan kenangan, dan nostalgia 
yang seakan tak pernah selesai. Ihwal kerinduan, rasa sepi, rasa cinta, sesal, 
dan kecewa menjadi kendaraan pilihan dari mana Jun, atau siapa pun penyairnya, 
memberangkatkan semua catatan hati dan pikirannya. Jun tidak salah arah dan 
benar pula cara menempuhnya.
Saya kira Jun masih seorang penyair. Roh sajak-sajaknya kental dan pekat. 
Sekali lagi perlu dibilang, kekuatan sajak-sajak Jun dalam hal membuahkan 
pikiran-pikiran yang dengan keinsafan penuh tidak mau terjebak menjadi 
emosional, namun longgar dan bersahaja saja.

Kalau ada kekurangan Jun dan sajak-sajaknya yang perlu diungkap, Jun sudah 
membuat saya cemburu. Cemburu karena Jun jeli dan cerdik membuat yang sederhana 
menjadi akbar. Sekurang-kurangnya pada perasaan hati saya sendiri. Proficiat 
Jun, dan terima salam tabik dari saya, masih Hans yang dulu.



Jakarta Juli 2009

* Handrawan Nadesul, seorang dokter dan penyair.


------------------------------------------------------------------------Pemesanan
 buku klik link berikut:

http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28813/cinta-seekor-singa-35-tahun-kj-menyair.html


www.bookoopedia.com



Buy Globally, Pay Locally

Beli buku-buku Amazon dari Indonesia

No Credit Card needed, bayar rupiah


      

Kirim email ke