Legenda Bangsa Pemburu Mimpi

"Mimpi adalah taman setan, dan semua mimpi di dunia ini sudah dimimpikan dahulu 
kala. Kini mimpi-mimpi itu ditukar begitu saja dengan realitas yang tak kalah 
bekas dan usangnya, persis seperti uang logam ditukar dengan surat obligasi dan 
sebaliknya, dari tangan ke tanganÂ…"

Khazar adalah nama sebuah bangsa pengembara yang berasal dari Timur. Bangsa ini 
suka berperang dan memeluk sebuah keyakinan asing. Sekitar abad ketujuh dan 
kesepuluh, pernah berdiam di sebuah negeri antara Laut Kaspia dan Laut Hitam, 
hingga kemudian, setelah berperang dengan berbagai bangsa, seperti Arab dan 
Rusia akhirnya hilang dari muka bumi.

Musnahnya bangsa Khazar diyakini bukan karena ditumpas perang, namun karena 
berganti keyakinan yang disertai dengan mengubah jatidiri. Namun orang-orang 
tidak tahu, apakah hal itu benar atau tidak, dan apabila benar, berpindah ke 
keyakinan apakah bangsa Khazar? Satu hal yang dipercayai adalah, awal mula 
perubahan besar itu ketika penguasa bangsa Khazar yang disebut khagan, bermimpi 
dan mengundang tiga filsuf dari tiga agama besar yang mengapit bangsa Khazar; 
Islam, Kristen dan Yahudi untuk menafsirkan mimpi tersebut. Khagan berjanji 
bahwa dia dan seluruh rakyatnya akan pindah ke agama yang bisa memberikan 
penjelasan paling benar. Peristiwa unik itu disebut Polemik Khazar.

Menggunakan perspektif Islam, Kristen, dan Yahudi, novel bergaya ensiklopedi 
ini mencoba menyibak kembali teka-teki yang menimpa nasib bangsa Khazar. Buku 
ini terdiri atas tiga jilid, yakni Buku Merah (dengan sudut pandang Kristen), 
Buku Hijau (dengan sudut pandang Islam), dan Buku Kuning (dengan sudut pandang 
Yahudi) yang masing-masingnya memberikan penjelasan tentang bangsa Khazar dan 
polemik yang menjadi bagian sejarahnya. Ada informasi yang sama, namun antar 
versi lebih sering berbeba (bertentangan). Misalnya, menurut Buku Merah, yang 
berhasil memenangkan Polemik Khazar adalah filsuf Kristen, yakni St. Cyril atau 
Konstantin Sang Filsuf, sehingga khagan Khazar dan rakyatnya masuk agama 
Kristen. Sedangkan menurut versi Buku Hijau, utusan Arab yang bernama Farrabi 
bin Qurrah-lah yang berhasil memberikan argumentasi paling memuaskan khagan 
sehingga dia dan pengikutnya masuk Islam. Lain lagi menurut Buku Kuning, Rabi 
Isaac Sangari-lah yang berhasil membimbing rakyat Khazar jadi pemeluk Yahudi.

Meski beranjak dari polemik tiga agama besar yang terkesan faktual, novel ini 
tidak kehilangan rasa fiksinya. Kemenarikan novel ini tidak saja pada puzzle 
aneka legenda dan anekdot yang membangun imajinasi kita tentang bangsa Khazar, 
namun juga dengan adanya tantangan pembacaan. Membaca novel ini, seperti 
bertualang meneruka hutan lebat. Akan sampai di mana dan mendapatkan apa, itu 
tergantung dari usaha pembacaan kita karena novel ini tak berjalan dengan alur 
linear. Novel disajikan berupa topik-topik tercerai berai yang dapat dimualai 
dari mana saja dan dilanjutkan ke mana saja. Untuk mengenali sebuah nama dan 
memahami sebuah persoalan, kita juga akan ditantang untuk membuka 
lembaran-lembaran lain berulang kali.

Fantasi yang sangat memikat disuguhkan Milorad Pavic melalui tiga orang tokoh 
Kyr Avram Brankovich, Yusuf Masudi, dan Samuel Cohen yang bisa membaca mimpi 
orang lain serta masuk ke dalamnya. Mereka disebut pemburu mimpi. Dalam 
mimpinya, Avram Brankovich menyaksikan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan 
Samuel Cohen. Cohen memimpikan kehidupan Brankovich, dan Masudi berusaha 
menemukan Cohen dengan mengejar Brankovich. Ketiga orang tersebut sama-sama 
menjadi penulis Kamus Khazar di bawah pengaruh Putri Ateh.

Metafora tentang bangsa Khazar seperti persoalan besar bangsa-bangsa di dunia 
yang terkepung oleh pengaruh kuat globalisasi, apakah akan bertahan dengan jati 
diri atau mencebur menjadi sama dengan yang lain. Tak salah bila novel ini 
termasuk dalam program Penerjemahan Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) karena 
merupakan salah satu karya sastra dunia yang mengesankan.[]

Detail Buku
Judul: KAMUS KHAZAR, Sebuah Novel Leksikon
Pengarang: Milorad Pavic
Penerjemah: Noor Cholis
Penerbit : Serambi, Juni 2009
Tebal : 501 halaman
Peresensi : Ade Efdira


Kirim email ke