"Masukkan dia ke oven. Mungkin dia akan merasa hangat dan hidup lagi," kata Amy 
berharap. (Bab 11)

Apa jadinya jika sebuah keluarga sederhana dihuni oleh empat remaja perempuan? 
Hasilnya adalah sebuah karya abadi yang tak lekang sampai berumur hampir satu 
setengah abad. Hasilnya adalah sebuah cerita klasik yang tak bosan-bosannya 
diadaptasi ke dalam film, opera, drama, dan anime. Itulah novel berjudul Little 
Women yang cerita di dalamnya akan membuat kita berkata atau bergumam: "ya 
ampun" atau "oh so sweet".

Empat bersaudari dalam keluarga March itu biasa dipanggil Meg, Jo, Beth, dan 
Amy. Mereka memiliki karakter dan bakat yang sangat berbeda: dari yang keibuan 
dan pemalu sampai yang tomboy. Untunglah mereka memiliki ibu yang bisa 
menjembatani perbedaan karakter itu dengan bijaksana, sementara bapak mereka 
bertugas di medan perang saudara.

Untuk membantu keuangan keluarga yang hidup di New England pada abad ke-19 ini, 
Meg bekerja sebagai tutor di sebuah keluarga kaya. Selain itu, Jo juga bekerja 
di rumah bibinya yang lebih kaya. Beth yang karena saking pemalunya terpaksa 
bersekolah di rumah, sementara Amy belajar di sekolah. Namun bagi mereka tidak 
ada yang lebih menyenangkan selain berkumpul dan bermain dengan saudari 
tercinta.

Louisa May Alcott, sang pengarang, membagi bukunya secara baik sehingga setiap 
karakter mendapat porsi yang rata. Misalnya, dalam satu bab Louisa mengajak 
pembacanya menjajaki karakter Amy. Maka, dia bercerita si bungsu itu mendapat 
hukuman dari gurunya karena membawa barang yang "diharamkan" ke kelas. Dari 
sana pembaca bisa lebih memahami bahwa Amy bersifat kekanak-kanakan dalam 
menangani masalah. Begitupun dengan Meg yang anggun dan sedikit angkuh, Jo yang 
tomboy, dan Beth yang pemalu dan berjiwa sosial.

Sementara itu, pada bagian lain, Louisa mempertemukan mereka berempat dalam 
suatu konflik. Dari percekcokan yang sering dialami kakak-adik sampai perkara 
yang menyerempet maut, mereka alami dan atasi bersama. Setidaknya, ada tiga 
peristiwa menonjol yang menguji ikatan persaudaraan mereka. Pertama, ketika Jo 
marah besar karena buku catatannya dibakar oleh Amy, tetapi kemudian dialah 
yang menolong adiknya itu ketika nyaris tenggelam. Kedua, ketika Beth menolong 
bayi tetangganya yang akhirnya meninggal dalam pangkuannya sehingga dia 
tertular penyakit yang mengancam jiwanya. Namun di sisi lain, pengorbanan Beth 
ini menyadarkan kedua kakaknya dan mereka merawat adiknya itu, sementara sang 
ibu menjenguk suaminya di medan perang di Washington. Ketiga, ketika Jo menjual 
rambutnya untuk menambah ongkos perjalanan ibunya ke Washington.

Nilai Pengasuhan
Marmee, panggilan sayang March bersaudari untuk ibu mereka, selalu memiliki 
cara dalam mendidik keempat anaknya tanpa harus menggurui apalagi mengancam. 
Sebagai contoh, saya ceritakan sebagian dari bab yang berjudul "Eksperimen".

Suatu ketika di musim panas, March bersaudari ingin berlibur seperti 
teman-teman mereka yang lebih mampu. Namun karena tidak punya uang untuk pergi 
ke tempat wisata, mereka berinisiatif membebaskan diri dari tugas pekerjaan 
rumah sehari-hari. Mereka memutuskan untuk larut dalam hobi-hobi mereka. 
"Sesekali tidak mengerjakan tugas, pasti tidak masalah," pikir mereka. Namun, 
ketika petang menjelang dan makan malam belum terhidang, mereka sadar telah 
melakukan kesalahan dan berjibaku membereskan seisi rumah serta menyiapkan 
makan malam. Marmee membiarkan anak-anaknya melakukan "percobaan" sehingga 
mereka dapat mengerti dengan sendirinya akibat dari pilihan yang mereka ambil.

Nilai pengasuhan inilah yang mungkin membuat novel ini tak tergantikan. 
Sementara itu, saya sedikit mengenyampingkan kehadiran Laurie, bocah kaya 
tetangga keluarga March. Walaupun sebenarnya kita bisa membandingkan pola 
pengasuhan yang dilakukan Marmee dan Pak Laurence, kakek Laurie. Bagi saya, 
kehadiran Laurie hanyalah bumbu penyedap untuk cerita cinta remaja puber yang 
tentu saja sudah terlalu ketinggalan zaman.***

Moh. Sidik Nugraha

Identitas Buku
Judul: LITTLE WOMEN
Penulis: Louisa May Alcott
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Terbit: I, Juli 2009
Halaman: 489
Harga: Rp 59.000

Kirim email ke